Mensyukuri Satu Juta Viewer
InformasiAda dua website yang saat ini sedang saya kendalikan, yaitu Website nursyam.uinsby.ac.id dan nursyamcentre.com, di mana yang pertama adalah blog pribadi yang saya sendiri sebagai pengunggah artikelnya, dan website nursyamcentre.com yang penulisnya terdiri dari banyak orang. Dan saya bersyukur bahwa keduanya masih eksis. Blog saya eksis semenjak tahun 2006 dan website nursyamcentre.com hadir pada tahun 2020.
Selasa Malam, 27 Maret 2023 merupakan malam yang membahagiakan. Malam itu sejumlah orang hadir di rumah saya, Perumahan Lotus Regency E8 Ketintang Surabaya. Ada yang datang dari UINSA, UNESA, UTM, dan staf NSC. Mereka hadir dalam rangka peringatan atas NSC yang masih eksis sampai hari ini, semenjak di lounching pada 14 Agustus 2020 dan juga tasyakuran atas blog saya. Jadi tanpa terasa sudah empat tahun NSC berdiri dan berkontribusi bagi upaya untuk mengembangkan moderasi beragama untuk Indonesia hebat. Sementara itu nursyam.uinsby.ac.id sudah berusia 17 tahun.
Sudah ribuan tulisan yang hadir di NSC dalam berbagai rubriknya. Rubrik opini dan riset yang setiap sepekan dua kali, sedangkan rubrik lain seperti Horizon, Khazanah lebih banyak lagi, sedangka rubrik pepeling, kelas milenial dan rubrik informasi tergantung dari tulisan yang masuk di meja redaksi. Tetapi jumlahnya tentu lebih banyak. Bahkan juga sudah menghasilkan buku yang terkait dengan moderasi beragama. Ada buku dengan judul “Moderasi Beragama Untuk Indonesia Hebat”, “Upacara Liminalitas di Indonesia”, dan rencana akan terbit “Aliran Islam Indonesia: Produk Dialektika, Islam Wasathiyah dan Islam Indonesia”, “Moderasi Beragama Madzab Indonesia: Narasi Tokoh, Islam Wasathiyah dan Islam keindonesiaan”, dan “Integrasi Ilmu Madzab Indonesia: Interdisipliner, Crossdisipliner, Multidisipliner dan Transdisipliner.” Sementara itu sudah terdapat sebanyak 2.090 artikel (28/03/2023).
Semua ini memberikan gambaran bahwa nursyamcentre.com telah memberikan kontribusi bagi penguatan kecerdasan orang Indonesia dalam memahami moderasi beragama. Sungguh upaya untuk meredam radikalisme itu salah satunya bisa melewati karya-karya tulis baik melalui media social, artikel, buku teks dan sebagainya. Semenjak awal website ini memang akan dapat dimanfaatkan untuk mengeleminasi paham radikal dalam segala level usia, dan segmentasi masyarakat yang variatif.
Acara tasyakuran memang dibuat dalam nuansa persahabatan tanpa jenjang dan hirarkhi kehidupan. Tidak ada sekat dosen dan mahasiswa atau mantan mahasiswa, tidak ada sekat antara usia dan juga tidak ada halangan untuk berkomunikasi secara sejajar. Sungguh sebuah pertemuan yang menggembirakan bagi semua yang hadir dalam acara pertemuan. Sesugguhnya kita berkepentingan untuk silaturahmi secara fisikal, meskipun kita bisa bertemu dalam ruang digital.
Dalam silaturahmi ini saya sampaikanbahwa NSC masih eksis sebagai website yang mengusung tema moderasi beragama. Website ini sudah dikenal dalam jajaran pengkaji dan pembaca yang memiliki visi kemoderasian. Melalui eksistensinya ini, maka dalam membicarakan moderasi sudah ada alternatifnya. Dan alternatifnya itu adalah nursyamcentre.com. Semenjak tahun 2020, NSC telah terlibat dengan pembicaraan dan pembahasan mengenai moderasi beragama, dan saya tetap berada di dalam keyakinan bahwa pilihan atas tema “Menggelorakan Moderasi Beragama untuk Indonesia Hebat” bukan sekedar pepesan kosong tetapi sebuah pilihan yang tepat berbasis pada kebutuhan empiris.
Di dalam acara tasyakuran ini saya sampaikan empat hal, yaitu: pertama, saya selaku founder NSC mengucapkan terima kasih kepada semua penulis yang telah berkarya untuk NSC. Ada dosen, ada mahasiswa dan ada pengamat masalah moderasi beragama yang terlibat di dalam menghidupkan NSC. Tanpa kontribusi dari para penulis tidak mungkin NSC akan eksis sampai hari ini. Padahal para penulis ini tidak mendapatkan reward apapun dari NSC, jadi merupakan penulis yang ikhlas yang memang mendedikasikan pengetahuan dan karya ilmiahnya untuk Gerakan Moderasi Beragama (GMB). Saya yakin bahwa para penulis bukanlah orang yang semata-mata mengharapkan barang sesuatu akan tetapi adalah para akademisi yang memiliki kepedulian atas penerbitan sesuai dengan tema-tama di NSC.
Kedua, malam ini saya ingin mengapresiasi atas capaian Website nursyam.uinsby.ac.id. Website yang sudah sangat lama, semenjak tahun 2006 dan masih eksis sampai hari ini. Website ini memang pernah vakum tahun 2012 dan kemudian terisi Kembali dan kala saya mendirikan nursyamcentre.com maka sekali lagi website ini sempat tidak terisi. Sampai kemudian saya menyadari bahwa Website yang terkonek dengan UINSA ini harus tetap terawat. Apalagi viewernya sudah cukup banyak. Dan pada hari Selasa, 21 Maret 2023, telah mencapai angka 1.000.000 viewer. Kala saya buka pagi hari sudah mencapai angka 1.000.200 viewer. Merupakan kebanggaan bahwa blog saya ini telah dibaca oleh satu juta orang dari seluruh dunia. Ada sebanyak 36 negara yang warganya membaca nursyam.uinsby.ac.id. Maka, hari ini adalah tasyakuran atas ketercapaian angka vierwer seperti itu. Yang sudah saya janjikan, bahwa ketercapaian angka ini akan saya buatkan acara diskusi yang nanti akan ditentukan lebih lanjut.
Ketiga, para dosen tentu harus memiliki mindset untuk terus menulis. Tidak hanya menulis tetapi juga berpikir citasinya. Saya ini termasuk orang yang rajin mengamati pergerakan peringkat para dosen melalui AD Scientific Rank. Untuk mengamati siapa yang citasinya luar biasa dan memperoleh rangking yang sangat baik. Oleh karena itu, maka saya sungguh berharap bahwa para dosen yang selama ini telah berkontribusi di NSC untuk melakukan gerakan publikasi dan gerakan citasi. Saya yakin melalui para master dan doctor yang hebat-hebat ini akan dapat melakukan keduanya.
Keempat, NSC tentu perlu berkembang. Tidak hanya menjadi media social tetapi tentu bisa menjadi institusi yang lebih luas jangkauannya, maka diperlukan misalnya menjadi penerbit online, penerbit jurnal bereputasi dan juga menjadi agen untuk perubahan mindset tentang moderasi beragama. Melalui kerja keras, cerdas dan solid insyaallah semua akan bisa dicapai.
Wallahu a’lam bi al shawab.

