(Sumber : nursyamcentre.com)

Padatnya Kegiatan Online Memicu Gangguan Psikologis

Informasi

Kini kegiatan online cukup banyak sekali ditemui di tengah pandemi, yaitu mulai dari seminar online, kuliah online, sekolah online, hingga konser online. Bahkan, tak jarang kegiatan online saat ini diselenggarakan secara gratis dan terbuka untuk umum. Namun, mengikuti kegiatan online yang terlalu sering dapat memicu gangguan psikologis dan fisiologis. Hal ini disampaikan Dr. Arif Ainur Rofiq, S. Sos. I., M. Pd., Kons Dosen Prodi Bimbingan dan Konseling Islam UIN Sunan Ampel Surabaya bahwa kegiatan online yang terlalu sering dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan, baik psikis dan fisik.

 

Menurunnya Imunitas Tubuh

 

Berkurangnya aktivitas fisik karena padatnya kegiatan online dapat mengakibatkan imunitas tubuh menurun. Seperti halnya disampaikan Dwi Rukma Santi, SST., M.Kes Dosen Psikologi Dan Kesehatan Fakultas Sains Dan Teknologi UIN Sunan Ampel Surabaya, ia mengatakan bahwa berkurangnya aktivitas fisik dapat memicu menurunnya imunitas tubuh seseorang. Tak hanya itu, stres juga dapat berpengaruh pada imunitas tubuh seseorang. Hingga saat imunitas tubuh menurun virus dapat dengan mudah menyerang tubuh kapan pun.

 

"Biasanya saat mengikuti kegiatan online kurang bergerak. Akhirnya hal itu yang kemudian memicu imun tubuh menurun. Di samping itu, akibat kegiatan online yang terlalu lama, terkadang pola makan dan tidur terganggu hingga berpengaruh pada imun tubuh," ujarnya saat diwawancara oleh crew Nur Syam Centre, (09/09).

 

Sementara, duduk terlalu lama saat mengikuti kegiatan online berbahaya bagi kesehatan fisik. Seperti halnya disampaikan Santi, ia mengatakan saat seseorang duduk lebih dari 30 menit akan mengakibatkan metabolisme tubuh melambat sebanyak 90 persen. Sementara, enzim memindahkan lemak jahat dari arteri ke otot-otot menjadi terhambat. Tak hanya itu, otot tubuh bagian bawah juga tak bisa berfungsi dengan baik dan kolesterol baik akan menurun sebanyak 20 persen. Hingga duduk yang terlalu lama dapat mengakibatkan berbagai penyakit, seperti obesitas, jantung, depresi, tekanan darah tinggi, dan kanker

 

"Tidak ada aktivitas fisik berjam-jam saat mengikuti kegiatan online dapat mengakibatkan imun tubuh menurun. Sedangkan, mengonsumsi makanan junk food terlalu berlebihan saat kegiatan online dapat mengakibatkan obesitas," ucapnya.

 

Santi kembali mengatakan bahwa terdapat aturan tersendiri maksimal waktu duduk dalam satu hari. Adapun sebaiknya orang dewasa duduk selama 10 jam sehari dengan meluangkan waktu maksimal dua jam untuk berdiri. "Selain itu, kamu juga bisa mengatur waktu duduk dengan bangun setiap 30 menit," jelasnya.

 

Adapun paparan radiasi dari laptop atau gadget dapat berpengaruh pada kesehatan mata. Hal ini disampaikan Santi bahwa menatap layar laptop atau gadget dalam durasi waktu yang terlalu lama dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit mata, seperti Glaukoma, Minus, dan lain sebagainya. "Saat ini banyak seseorang terkena penyakit mata akibat paparan radiasi laptop atau gadget. Banyak minus dan mata berair. Istirahatkanlah mata dan pikiran," tuturnya.


Baca Juga : Atensi Masyarakat Terhadap Mata Uang Koin Masih Rendah

 

Santi pun menyarankan, untuk tetap menjaga imun tubuh saat mengikuti kegiatan online, maka terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan yaitu menjaga pola makan dan pola tidur. Maka, semestinya makan makanan yang bergizi dan tidur yang cukup. Terlebih, makan makanan bergizi menjadi penting untuk meningkatkan imun tubuh di saat pandemi.

 

"Jangan makan makanan junk food. Makan yang bergizi. Setelah makan harus ada aktivitas fisik. Biar berimbang. Makan buah-buahan. Jangan minum minuman yang berkarbonasi. Jangan begadang. Kekebalan atau imunitas tubuh dibutuhkan, itu caranya," imbuhnya.

 

Terjadi Blokade Energi

 

Selain mengakibatkan imunitas tubuh menurun, kegiatan online yang terlalu sering juga memicu terjadinya blokade energi. Sebab, kegiatan online membutuhkan fokus yang lebih tinggi daripada kegiatan bertatap muka langsung. Sebagaimana disampaikan oleh Dr. Arif Ainur Rofiq, S. Sos. I., M. Pd., Kons Dosen Prodi Bimbingan dan Konseling Islam UIN Sunan Ampel Surabaya, ia mengatakan bahwa kegiatan online yang dilakukan dengan intensitas dan frekwensi yang cukup tinggi, maka akan memicu gangguan psikologis karena menguras energi yang lebih besar.

 

"Biasanya orang itu kalau mengikuti kegiatan di zoom misalnya, mereka kan bertahan cukup lama di depan layar, mereka harus fokus, dan tidak bisa bergerak bebas. Sehingga terjadi blokade energi, semacam energi yang tertahan. Hal ini tentu akan memicu ketidaknyamanan yang lama-lama akan menyebabkan stres," ujar Arif saat diwawancara oleh crew NSC pada hari Minggu (06/09).

 

Blokade energi terjadi saat seseorang dilanda kegiatan dengan cukup padat. Arif kembali menyampaikan bahwa mengikuti kegiatan online yang terlalu sering secara tak langsung dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan psikologis dan fisiologis.

 

"Dampak psikologisnya bisa kelelahan, stres, mudah marah, kurang ceria, bahkan bisa juga sampai level tertinggi, seperti depresi,"ujarnya.

 

Sementara, energi positif dalam diri seseorang dapat muncul dikarenakan adanya dorongan motivasi yang diberikan oleh orang lain. Seperti halnya disampaikan oleh Arif, ia mengatakan bahwa motivasi yang diberikan orang lain sangat mempengaruhi energi enduro seseorang.

 

"Sebagaimana asal kata motivasi adalah movere atau gerak. Tanpa adanya tepuk tangan, teriakan yel-yel dari penonton akan menghambat energi penyanyi," ungkapnya.

 

Tak Boleh Over Time

 

Terdapat beberapa cara agar dapat menjaga stabilitas energi. Salah satunya dengan memperhatikan durasi waktu kegiatan online. Seperti halnya disampaikan Arif, ia menyarankan, agar terhindar dari resiko-resiko psikologis dari kegiatan online, maka harus senantiasa memperhatikan durasi waktu saat mengikuti kegiatan online tersebut. Disamping itu, kondisi tubuh juga harus dipahami dengan baik.

 

"jika keadaan tubuh sudah dirasa tidak fit, maka sebaiknya segera meninggalkan meeting online. Disamping itu, time meeting tidak boleh over, dan harus sering melakukan refreshing, seperti piknik atau melakukan sesuatu yang disukai atau menjadi hobi. Menghibur diri juga penting," pungkasnya. (Nin)