Penerima Bonus Malam Lailatur Qadar
Informasi"Malam Lailatul Qodar tak lepas dari runtutan perjalanan ibadah mulai dari bulan Rajab, bulan Sya\'ban, hingga bulan Ramadhan. Bulan Sya\'ban berarti menanam, bulan Rajab berqarti menyiram, dan bulan Ramadhan berarti memanen,"
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Agus Wahyudi, S.Ag bahwa malam Lailatul Qadar merupakan perjalanan ibadah yang dimulai dari tiga bulan sebelum bulan Ramadhan secara berurutan.
"Jadi runtutan bulan Rajab, Sya'ban, dan Ramadhan adalah berurutan. Ketiga hal ini harus dilakukan secara berkesinambungan,"ucapnya dalam acara yang digelar secara live streaming di kanal YouTube NU Lumajang, (04/05).
Perintah bulan puasa adalah perintah yang berat. Hingga, dalam pandangan Agus, begitu beruntungnya umat Islam jika bisa melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Sebab, menurutnya, banyak ditemui saat ini masyarakat abai bahkan mengabaikan puasa. Sementara, mereka turut ikut berbondong-bondong merayakan Hari Raya Idul Fitri.
"Padahal idul Fitri itu harus diraih dan dirasakan bagi yang menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan," ujarnya.
Umat Islam Pilihan
Dengan begitu selain meraih Hari Raya Idul Fitri, umat Islam yang menjalankan ibadah puasa juga mendapat bonus malam kemulian yaitu Lailatul Qadar. Demikian disampaikan Agus bahwa umat Islam pilihan yang mendapat kemuliaan di malam Lailatul Qadar.
"Saat kita berpuasa maka harus mengekang hawa nafsu, menahan haus dan dahaga, dan menahan lapar. Ini proses bathiniyah dan lahiriah yang luar biasa. Perjalanan puasa ini sangat luar biasa jika mampu melakukannya," tuturnya.
Baca Juga : Naharin Suroyya : Cumlaude Meneliti Prophetic Intelligent
Agus kembali menyampaikan bahwa pada bulan Ramadhan umat Islam diperintahkan untuk memperbanyak ibadah dengan banyak membaca al-Qur'an.
"Ini pelajaran yang sungguh sangat luar biasa. Bahkan kami membaca suatu keterangan bahwa membaca Al-Qur'an 1 huruf saja mendapatkan 50.000 kebaikan. Sementara, pada bulan Ramadhan dilipat gandakan dari 50.000 menjadi 700 kebaikan. Bisa dibayangkan 50.000 kebaikan dikalikan 700 kebaikan sudah berapa itu," ujarnya.
Adapun bonus yang diberikan yaitu malam Lailatul Qadar untuk melihat sejauh mana perjalanan ibadah dan ketaatan umat Islam. Seperti halnya disampaikan Agus, bonus tersebut yang kemudian disebut malam seribu bulan yang berarti barang siapa yang melaksanakan ibadah pada malam Lailatul Qadar seperti halnya beribadah selama 84 tahun.
"Pertama kali nabi Muhammad SAW menerima Lailatul Qadar saat berada di Gua Hira. Yang pada saat itu nabi Muhammad SAW sudah siap secara lahiriah dan bathiniyah mendapat malam kemuliaan yaitu malam Lailatul Qadar yang kemudian disebut malam seribu bulan," ucapnya.
Jatuh Pada Tanggal 21, 23, 25, 27, dan 29
Sementara, perihal waktu malam Lailatul Qadar, beberapa ulama silang pendapat yaitu satu sisi berpendapat menyampaikan bahwa malam Lailatul Qadar yaitu jatuh pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Sementara, sisi lainnya beberapa ulama menyatakan bahwa malam Lailatul Qadar di sepuluh hari malam-malam ganjil di Bulan Ramadhan.
"Sampai ada 45 ulama dan Ibnu Hajar As-Saqalani yang kemudian diringkas, jatuh pada malam-malam ganjil yakni tanggal 21,23,25,27,29," ucapnya.
"Maka mari kita persiapkan diri. Mudah-mudajn kota mendapatkan malam kemulian atas Ridha Allah. Sehingga kita diberikan ketaatan untuk beribadah seterusnya,"tutupnya (Nin).

