(Sumber : inilah.com)

Perang Online Nitizen Indonesia Lawan Zionisme

Informasi

Eva Putriya Hasanah

  

Genosida yang terjadi di Palestina oleh Israel mengundang respon dan aksi protes diberbagai belahan dunia, khususnya Indonesia. Selain melakukan unjuk rasa bela Palestina, warganet Indonesia juga melakukan gerakan yang dikenal dengan "Julid Fi Sabilillah". Aksi ini banyak dibicarakan di media sosial bahkan sempat menjadi trending di platform Twitter atau X. Lalu, apa si sebenarnya "Julid Fi Sabilillah"?

  

Definisi "Julid Fi Sabilillah"

  

"Julid Fi Sabilillah" adalah sebuah gerakan online yang berasal dari Indonesia dan Malaysia. Ini adalah istilah yang digunakan oleh para netizen untuk menggambarkan aktivitas online mereka untuk mendukung Palestina dan melawan Zionisme di platform media sosial. Gerakan ini bertujuan untuk melawan propaganda Zionisme dan merusak moral militer Israel. 

  

Istilah "Julid Fi Sabilillah" berasal dari frasa bahasa Arab "Fi Sabilillah," yang berarti "di jalan Allah" atau "demi Allah." Kata "Julid" adalah istilah bahasa gaul Indonesia yang secara kasar diterjemahkan menjadi "mengejek" atau "menertawakan". Oleh karena itu, "Julid Fi Sabilillah" dapat dipahami sebagai "mengejek di jalan Allah" atau "mengejek karena Allah".

  

Gerakan ini mendapatkan perhatian dan dukungan dari netizen di berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Turki, dan lainnya. 

  

Asal-Usul "Julid Fi Sabilillah"

  

Gerakan ini pertama kali muncul pada November 2023 dan segera menjadi perbincangan di media sosial, terutama di X. Gerakan ini diprakarsai oleh Erlangga Greschinov, yang merupakan Komandan Satuan Operasi Khusus Netizen Julid Anti-Israel. Dalam gerakan ini, Erlangga Greschinov menekankan bahwa yang dilawan adalah Zionisme dan Israel, bukan orang Yahudi secara keseluruhan. Gerakan ini tidak ditujukan untuk menyerang individu Yahudi yang mendukung Palestina.


Baca Juga : Abu Fida: Jalan Berliku Menuju NKRI (Bagian Dua)

  

\"Sekali lagi ingat ya, kita memerangi Zionis dan Israel, bukan orang Yahudi, ingat teknis poin nomor 4. Kalau ada orang Yahudi pro-Palestina yang gak salah apa-apa lo serang juga, lo bukan bagian dari #JulidFiSabililah.\" kata dia dalam akunnya @Greschinov.

  

Akibat dari Gerakan Julid Fi Sabilillah

  

Meski terdengar tidak masuk akal, gempuran Julid Fi Sabilillah itu berhasil melemahkan akun-akun yang ditarget hingga membuat pemilik akun tersebut merasa takut dan terganggu.

  

Banyak akun media sosial tentara Israel telah hilang sejak netizen Indonesia menggunakannya untuk melakukan serangan julid. Itu bisa berasal dari spam komentar atau dari laporan akun media sosialnya.

  

Bahkan tidak sedikit juga tentara Israel yang angkat bicara mengenai serangan netizen Indonesia di akun media sosialnya. Mereka merasa terganggu dengan adanya notifkasi handphone mereka yang tiada henti-hentinya.

  

Dalam salah satu Instagram Stories yang dimiliki oleh tentara wanita Israel, terlihat notifikasi WhatsApp yang terus-menerus dikirim oleh netizen Indonesia dengan berbagai metode, termasuk chat, telepon, bahkan video call.

  

Selain tentara Israel, seorang presenter TV Israel sempat menyebut netizen Indonesia teroris, hingga akhirnya media sosial miliknya diserang oleh netizen. Dan akhirnya penyiar TV Israel tersebut itu pun meminta maaf kepada netizen Indonesia. Imbas dari serangan netizen di media sosialnya mengakibatkan akun Instagram-nya bermasalah dan mengganggu pekerjaannya.

  

Sebagian orang melihat gerakan ini sebagai bentuk perlawanan terhadap tindakan Israel dan cara untuk meningkatkan kesadaran tentang perjuangan Palestina.