(Sumber : nursyamcentre.com)

Psikoterapi, Atasi Cemas Dan Kurang Percaya Diri Pada Anak

Informasi

Membenci dan menganggap diri rendah karena tak sesuai dengan gambaran diri yang dibanggakan kerap dialami setiap orang khususnya generasi milenial atau generasi Z. Lantas tak sedikit dari anak milenial atau generasi Z yang kerap dilanda rasa tidak percaya diri dan cemas.

 

Hal ini seperti yang disampaikan Ai Nurhasanah Mahasiswa S2 Kajian Islam dan Psikologi Universitas Indonesia dalam ngaji online Kajian Islam Psikologi ke-37 mengatakan bahwa anak-anak kerap mengalami konflik terhadap dirinya sendiri, seperti cemas, takut, dan tidak percaya diri. Lanjut Ai, hal ini dapat diatasi dengan berusaha menerima diri sendiri bak dewa

 

"Yang dapat dilakukan adalah berusaha mengatasi setiap konflik yang terjadi dengan membuat gambaran diri sendiri yang seperti dewa," ujar Ai dalam ngaji Onlien, (15/01/2021).

 

Mengubah Kebencian Jadi Penerimaan Diri

 

Lebih lanjut, Ai menyampaikan, mengatasi konflik yang terjadi, seperti cemas dan tidak percaya diri dengan melalui psikoterapi. Kata Ai, tujuan diberikan psikoterapi yaitu membantu berkembang secara bertahap menuju realisasi diri, menghilangkan gambaran diri ideal, menghentikan pencarian neurotik akan kemuliaan diri, dan mengubah kebencian diri menjadi penerimaan diri.

 

"Nourosis muncul dari konflik dasar yang biasanya berawal dari masa kanak-kanak yakni anak-anak merasa lega sementara, mendorong individu menjauh dari menerima diri mereka yang sebenarnya, dan semakin terlibat dalam keadaan neurotik," jelasnya.

 

Terapi Interpretasi Mimpi dan Asosiasi Bebas

 

Selain itu, yang perlu dilakukan untuk mengatasi rasa cemas dan tidak percaya diri yang melanda yaitu teknik terapi interpretasi mimpi dan asosiasi bebas. Hal ini sebagaimana disampaikan Ai, ia mengatakan bahwa setiap individu dapat melakukan interpreatsi mimpi sebagai jalan untuk menuju pengenalan diri dan analisis diri. Tak hanya itu, juga sebagai langkah dalam memahami perbedaan antara gambaran diri ideal dan diri yang sebenarnya.

 

"Interpretasi mimpi dapat dilakukan dengan melihat sekilas sebuah dunia dalam dirinya yang benar-benar merupakan dunianya sendiri yang lebih nyata.  Demikian asosiasi bebas yang mengungkap gambaran diri ideal dan usaha yang pantang menyerah, namun tidak pernah berhasil untuk mencapai gambaran diri ideal tersebut," terangnya.

 

Sementara, Ai menjelaskan, bahwa individu tergolong menjadi dua bagian, yaitu individu normal dan individu neurotik."Individu normal, yaitu sadar dan kebebasan memilih. Sedang, individu neurotik, yaitu tidak sadar, terpaksa, dan terbatas pada satu kecenderungan," pungkasnya. (Nin)