Ramadhan, Bulan Meningkatkan Tren Spiritualitas
InformasiBulan Ramadhan menjadi bulan yang penuh berkah dan ampunan. Agar puasa dapat berjalan dengan baik, penting untuk mengerti makna puasa di bulan ramadhan, baik secara bahasa maupun istilah. Nun Hassan Ahsan Malik pun mengatakan bahwa hal utama yang penting untuk diketahui dan dimengerti, yaitu makna puasa ramadhan baik secara bahasa maupun istilah.
"Secara bahasa ramadhan adalah menjaga, menahan, ucapan dan perbuatan. Sedang, secara sarahnya yaitu menahan masuknya makanan, minuman, atau sesuatu apapun ke dalam perut mulai dari setelah subuh hingga matahari tenggelam," ucapnya.
Ramadhan secara garis besar adalah madrasah tarbawi. Sebagaimana disampaikan Nun Hassan bahwa dalam bulan Ramadhan, ada beberapa pelajaran yang dapat dipetik, salah satunya adalah menjalankan perintah Allah.
"Barang siapa yang berpuasa karena membawa keyakinan bahwa perintah puasa dari Allah. Dan percaya bahwa puasa merupakan fasilitas ibadah selain sholat. Serta ikhlas menjalankannya, maka Allah menghapus dosa-dosanya yang lalu," ujarnya dalam Ngaji Viral (Virtual Ramadhan) digelar secara live streaming Youtube PWNU Jawa Timur,(30/04).
Berbicara soal tren spiritualitas, Nun Hassan juga menyampaikan bahwa di zaman saat ini sudah semestinya mengikuti bagaimana ulama-ulama terdahulu menjalankan ibadah puasa.
"Bukan justru mengikuti zaman muslim millenial tren. Seharusnya gak mengikuti zaman. Yang perlu kita contoh trennya adalah bagaimana ulama-ulama dahulu menyikapi bulan ramadhan," ujarnya.
"Di akhir zaman seperti sekarang ini, bukan justru kita mengikuti zaman. Untuk meningkatkan tren spiritualitas muslim milenial," imbuhnya.
Adapun tren ulama terdahulu di bulan ramadhan yaitu menjadikan bulan ramadhan sebagai bulan khusus yang berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Seperti yang disampaikan Nun Hassan, ulama dahulu justru menjadikan bulan ramadhan sebagai bulan untuk meningkatkan spirit dalam beribadah.
"Ulama dahulu itu (Imam Syafi'i) kalo puasa hari pertama khatam satu juz. Dua puluh hari ke atas, satu hari khatam tiga juz," pungkasnya. (Nin)

