(Sumber : Doc. Istimewa/NU CHANNEL)

Sekalipun Binatang, Gus Fahrur ; Antar Sesama Harus Saling Berbuat Adil

Informasi

"Allah melarang perbuatan dholim pada diri sendiri dan dzat-Nya. Sedang, Allah tak akan pernah berbuat dholim kepada makhlukNya. Allah tak akan melakukan sesuatu dengan semena-mena, melainkan melakukan segala sesuatu secara adil."

 

Sebagaimana dijelaskan oleh Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang Malang KH. Ahmad Fahrurrozi atau yang kerap disapa Gus Fahrur dalam Ngaji Online kitab Riyadhus Sholihin Bab Mujahadah Hadist ke-111 yang dilaksanakan secara live di kanal Youtube NU Channel menjelaskan, Sang Pencipta alam tak terikat oleh apapun. Hingga keadilannya tak pernah merugikan siapapun.

 

"Rugi disini dalam pandangan orang. Seperti kamu berpandangan bahwa dibuat rugi atau kecewa oleh Allah. Allah tidak akan membuat kamu merasa rugi dan kecewa," ucapnya, Rabu (03/04/2021) secara live di kanal Youtube NU Channel.

 

Jangan Saling Menyakiti

 

Dengan begitu tak semestinya antar sesama manusia membuat kerugian dan kekecewaan dengan saling menyakiti antar sesama umat manusia dan umat beragama. Demikian yang disampaikan Gus Fahrur, antar sesama manusia hendaknya tak saling menyakiti, sekalipun pada binatang.

 

"Contohnya pada kucing. Orang berbuat dholim pada kucing. Kucing dikurung dan tidak diberi makan. Mati. Dosa. Masuk neraka. Sedang, ada seekor anjing kehausan hampir mau mati, lalu kita memberi air kepada anjing tersebut. Allah ridho. Dia masuk syurga," ujarnya.

 

"Allah saja tidak berbuat dholim. Kamu jangan saling berbuat dholim. Kalo ada orang berbuat dholim. Gak usah dibalas," tambahnya.

 

Gus Fahrur kembali menyampaikan, jika menyakiti binatang saja dapat membuat murka Sang Pencipta alam, maka saling menyakiti antar sesama umat manusia dan umat beragama semakin membuat murka Sang Pencipta alam.

 

Lebih lanjut, mengutip penjelasan di dalam kitab yang dikaji yakni Riyadhus Sholihin, terlepas dari setiap apapun yang diperbuat oleh manusia, Fahrur mengatakan bahwa sesungguhnya semua orang di antara kamu sejatinya tersesat. Sedang, setiap orang baru mendapat petunjuk dari Sang Pencipta alam bagi siapapun yang dikehendakinya.

 

"Ada orang walaupun pintar tapi tidak dapat hidayah. Ada. Banyak. Orientalis di Timur Tengah kalo belajar tentang Islam. Bisa berbahasa arab, tapi non muslim. Belum dapat hidayah. Di Indonesia dulu itu ada yang namanya Charles Van Der Plas dari Belanda dibawa ke Indonesia untuk memecah belah. Bisa berbahasa arab, bisa hadist, dan bisa membaca al-Qur'an. Konon Van Der Plash mengagumkan itu. Sampai-sampai semua kitab tahu. Hanya saja tidak beriman," tuturnya.

 

Walau begitu, Sang Pencipta alam senantiasa memberi petunjuk kepada setiap makhluknya. Seperti yang disampaikan Fahrur, ia menyampaikan bahwa Sang Pencipta alam senantiasa akan memberi petunjuk dan ampunan kepada setiap makhluknya. Terlepas dari seberapa besar kesalahan yang diperbuat. Hingga, saran darinya, setiap masing-masing manusia hendaknya senantiasa meminta petunjuk kepada Sang Pencipta alam dengan menegadahkan kedua tangan di hadapannya.

 

"Minta pada Allah. Ya Allah berikan saya petunjuk ke jalan yang lurus. Terus berdo'a. Jangan sembrono. Jangan enak-enakan. Terus minta agar hidup ini terus baik sampai husnul khotimah. Demikian harus diimbangi dengan ikhtiar atau usaha," pungkasnya.