Sekolah Al Muslim Berusaha Meraih Mimpi: Kompetisi Matematika Suprarasional 18
InformasiBerita yang disampaikan oleh tim Kompetisi Matematika Suprarasional (KOMAS) pada SD, SMP dan SMA Al Muslim tentang siswa yang lolos dalam KOMAS di Bogor tentu menggembirakan para orang tua atau wali murid. Kegembiraan itu tentu sangat wajar sebab banyak orang tua atau wali murid yang menginginkan putra atau putrinya bisa ikut berkompetisi di dalam acara pada level nasional dalam bidang studi apapun. Makanya, berita tentang lolosnya beberapa orang dalam KOMAS itu disambut gembira dengan rasa syukur atas karunia Tuhan Allah SWT.
Berita gembira ini saya terima pada tanggal 12 April 2023, pukul 20.18 WIB. Berita yang membuat saya dan keluarga merasa senang tetapi sekaligus juga tantangan. Dan saya kira seluruh keluarga yang putra atau putrinya masuk dalam semi final KOMAS di Bogor dipastikan juga menyambut dengan gembira. Bahkan mungkin ada yang tasyakuran dengan makan-makan bareng atau selamatan atau bersedekah. Kompetisi Matematika Suprarasional (KOMAS) merupakan kompetisi matematika tingkat nasional yang mengompetisikan soal-soal nalar matematis yang berintegrasi dengan karakter, sehingga menghaasilkan siswa yang pintar secara matematis tetapi juga berakhlak mulia.
Pagi, jam 6.00 WIB, Sabtu, 13 Mei 2023 merupakan hari yang menyenangkan atau mungkin menegangkan. Tetapi yang menyenangkan tentu lebih banyak. Hal itu bisa dilihat dari raut mukan anak-anak yang ceria dan juga Ustadz dan ustadzah yang mengantarkannya serta orang tua yang ikut serta mengantar putra atau putrinya ke Bogor. Untunglah bahwa semua sudah dipersiapkan oleh Tim KOMAS Bogor pada Sekolah Al Muslim. Tiket pesawat, konsumsi dan akomodasi sudah disiapkan. Kita semua naik pesawat City Link ke Jakarta dari Surabaya pada pukul 8.10 menit. Meskipun agak terlambat kira-kira 15 menit karena jalur lintasan pesawat yang crowded, akan tetapi terasa tidak masalah. Kita melihat anak-anak gembira saja sudah sangat senang. Kebanyakan yang stress adalah pengantarnya, tetapi anak-anak itu santai saja. Tetap saja ceria dengan kekanak-kanakannya.
Kita sampai di Bandara Soeta jam 09.45 WIB. Lalu meneruskan perjalanan ke Bogor. Dan seperti biasanya, pastilah ke Bogor itu macet. Kalau tidak macet bukan jalan ke Bogor. Apalagi ini weekend. Jam 13.00 kita sampai di Bogor dan langsung ke Rumah Makan, yang ramai sekali pengunjungnya pada saat makan siang. Rumah Makan Bumi Aki Bogor. Saya kira Rumah Makan yang berkualitas di Bogor. Mie, ayam bakar, bebek goreng dan nasi liwetnya kelihatan enak. Kelihatan anak-anak, orang-tua dan ustadz atau ustadzahnya menikmati makanan tersebut.
Ada sebanyak delapan anak SD, SMP dan SMA Al Muslim yang terlibat di dalam KOMAS ini. Siswa Al Muslim yang terlibat di dalam KOMAS 18 adalah Yuvika Farnaz Adzkiya (Klas 2), Ghania Melody Octa Sasmita (Klas 2) , Muhammad Hisyam Ammaar (Kelas 4), Zahidah Syakira Tamima (Klas 6), Cassiopeia Vilonia (Klas 7), Azis Alfarisi (Klas 10) dan Mayuko Katsuki (Klas 11) dan Anggraeni Batari Kamiswara Permadi (Klas 11). Mereka diantar oleh Ustadz Ari Wahyudi Nuswantoro, MPd, dan Ustadzah Fitri Retnaning Wulandari, S.S, MPd. Kita semua menginap di Hotel Bogor Valley, Kota Bogor.
Era sekarang memang disebut sebagai era kompetisi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ristek dan Dikti juga misalnya memiliki Olimpiade Sains Nasional (OSN), lalu Kementerian Agama juga memiliki Kompetisi Sains Madrasah (KSM). Keduanya merupakan wadah bagi pengembangan talenta muda berbakat di dalam Sains yang dilakukan dalam kerangka menjadi wadah kompetisi bagi para siswa baik di SD/SMP/SMA dan MI/MTs/MA dan sekolah lain yang sejenis. Semuanya merupakan wadah bagi pengembangan kemampuan para siswa di sekolah/madrasah dalam bidang sains, maupun ilmu social dan humaniora. Di Kemenag juga terdapat kompetisi robotic yang diselenggarakan setiap tahun.
Selain kompetisi di level nasional juga terdapat kompetisi di tingkat internasional. Kompetisi Sains di tingkat internasional tersebut, misalnya Kompetisi International Biology Olympiad (IBO), International Astronomy Olympiad (IAC), International Economics Olympiad (IEO), International Mathematical Olympiad ((IMO), International Olympiad of Informatics (IOI), International Linguistics Olympiad (ILO) dan sebagainya. Sedangkan yang kompetisi di tingkat Nasional, misalnya OSN dengan bidang studi yang dikompetisikan adalah Matematika, Fisika, Kimia, Informatika, Biologi, Astronomi, Ekonomi, Kebumian dan Geografi.
Sebagai Pendidikan Islam unggulan, Sekolah Al Muslim tentu sudah memiliki pengalaman panjang dalam kerangka mengikuti berbagai kompetisi baik dalam level nasional maupun internasional. Tentu juga sudah banyak berbagai capaian prestasi yang diukir oleh para siswa dalam berbagai kompetisi pada level nasional maupun internasional. Semua itu menjadi bukti atas keunggulan lembaga Pendidikan Al Muslim.
Sebagai bagian dari orang tua yang menyekolahkan anaknya di Sekolah A Muslim tentu menjadi bangga jika anak-anak Sekolah Al Muslim menjadi juara. Akan tetapi paling tidak dengan mengikuti kompetisi seperti ini, tentu anak-anak dapat memiliki pengalaman yang penting. Ke depan, kompetisi dalam bidang pendidikan tentu akan semakin keras dan tentu saja juga dibutuhkan kemampuan untuk menghadapinya.
Saya memiliki keyakinan bahwa dengan mengikuti kompetisi dalam berbagai ajang yang tersedia, baik dalam level regional, nasional atau internasional tentu akan dapat menjadi modal yang baik dalam kelak menghadapi kompetisi yang lebih luas, yaitu kompetisi dalam ajang pendidikan yang lebih tingggi. Hari Ahad, 14 Mei 2023, siswa dan siswi Sekolah Al Muslim berkompetisi dengan siswa dan siswi dari sekolah lain. Selamat berkompetisi.
Wallahu a’lam bi al shawab.

