Tips Jaga Fisik dan Mental Kala Pandemi
InformasiMasa pandemi tampak mengakibatkan munculnya berbagai candu dan racun, yaitu keracunan bermain game online, kecanduan bermain sosial media, keasyikan nongkrong, dan bahkan rebahan. Aktivitas tersebut bila tak terkontrol maka berujung mengganggu kesehatan fisik dan mental. Namun, terdapat beberapa strategi yang dapat dilakukan agar fisik dan mental tetap terjaga, serta bisa tetap tumbuh dan berkembang saat pandemi.
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Amanda Pasca Rini Dosen Psikologi Universitas 17 Agustus, terdapat beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk terus tumbuh dan berkembang saat pandemi, yaitu lakukan aktivitas rutin, lakukan rutinitas baru, tetap berkomunikasi dengan keluarga, olahraga, saling mendukung dalam keluarga, dan bersyukur.
"Kuliah dan belajar dari rumah tetap sesuai target. Kuliah seperti biasa saat di kampus," jelasnya dalam Webinar Nasional yang bertajuk Kesehatan Mental Mahasiswa Saat Pandemi yang diselenggarakan oleh Dema Fakultas Psikologi dan PMII Rayon Psikologi, (30/10).
Tak hanya itu, untuk tetap tumbuh dan berkembang dapat melakukan rutinitas baru yang disenangi.
"Ciptakan rutinitas baru sesuai yang bertujuan untuk fokus pada hobby yang selama ini tidak bisa dilakukan," ujarnya.
Terhubung Dengan Keluarga
Selain penting untuk terus melakukan rutinitas dan aktivitas, juga penting untuk terus terhubung dengan keluarga, teman, dan kerabat. Dengan memanfaatkan teknologi gadget yang kini telah berkembang begitu canggih.
"Lakukan kontak dan komunikasi melalui medsos seperti biasa kepada siapapun yang menimbulkan suasana positif. Tingkatkan kualitas komunikasi dan saling memberi semangat. Apresiasi keberhasilan hari itu yang dapat dilalui," tuturnya.
Terus Berolahraga
Demikian penting untuk terus berolahraga agar badan tetap bugar dan bebas dari stress. Seperti yang disampaikan oleh Amanda bahwa olahraga dapat menurunkan hormon pembuat stress. Salah satunya adalah hormon kortisol.
"Selama berolahraga, otak melepaskan hormon endorfin yang dapat meningkatkan mood dan bahagia," kata Amanda.
Terakhir yang dapat dilakukan adalah bersyukur. Demikian yang disampaikan oleh Amanda, hal yang juga tak kalah penting adalah senantiasa terus bersyukur.
"Bersyukur dengan hati, pengaduan hati bahwa nikmat datangnya dari Allah. Bersyukur dengan lidah, mengucap syukur maka akan teringat pada pemberi-Nya dan mengakui kelemahan diri. Bersyukur dengan perilaku, sujud syukur ke tempat-tempat ibadah," pungkasnya. (Nin)

