Tren Kerukunan Beragama Masa Kini
InformasiKomunikasi ibarat tali yang dapat memperkuat kerukunan antar umat beragama. Demikian moderasi beragama sebagai jembatannya untuk mewujudkan kerja sama demi terciptanya keharmonisan antar sesama. Tren sinergitas pun menjadi tren kerukunan beragama masa kini yang dapat dilakukan.
Hal ini sebagaimana disampaikan Hamid Syarif Ketua FKUB Provinsi Jawa Timur dalam acara Focus Group Discussion yang mengusung tema 'Kepemimpinan Koleftif Kolegial Forum Kerukunan Umat Beragama Dalam Menghadapi Masalah Umat Beragama' bahwa bentuk perilaku moderasi beragama, salah satunya tercermin dengan tidak memihak pada paham tertentu.
"Moderasi itu berpikir moderat. Jika kita memihak pada satu paham, maka kita sudah tidak moderat," jelasnya.
"Moderasi beragama adalah jembatan bekerja sama," tambahnya.
Membangun Sinergitas
Sama halnya dikatakan oleh Syafrudin Syarif selaku Wakil Ketua FKUB Provinsi Jawa Timur bahwa budaya bekerja sama juga dapat dilakukan dalam persoalan pembangunan rumah peribadatan. Dengan cara melibatkan seluruh tokoh agama.
"Rumah peribadatan apat terbangun jika ada kerja sama antara tokoh agama," tuturnya
Tak jauh berbeda dengan Syarif, Agustinus Pratista Trinarsa Bidang Pemberdayaan FKUB Jawa Timur juga mengatakan, merajut kerukunan beragama dapat dimulai dengan membangun sinergi, misalnya sinergi membangun usaha dengan melibatkan semua agama.
"Harus bersinergi dan bergandengan tangan. Tren sinergitas merupakan tren dalam kerukunan beragama," ucapnya.
Terakhir, Hamid selaku Ketua FKUB menutup forum dengan menyampaikan bahwa terdapat beberapa pendekatan untuk dapat merajut kerukunan antar umat beragama, yaitu kultural, fleksibel, dan hati-hati.
"Masyarakat harus berhati-hati jika ingin membangun rumah peribadatan karena anggapan masyarakat yang mudah mencuat," pungkasnya (Nin)

