(Sumber : Liputan Timur)

Asrial Saputra Meraih Doktor Perbankan Syariah

Kelas Metode Penelitian

Asrial Saputra berhasil meraih gelar Doktor pada Program Doktor PPs UIN Sunan Ampel Surabaya setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul: "Budaya dan Ekonomi Islam (Studi Kontribusi Budaya Melayu Dalam Perkembangan Perbankan Syariah di Riau)" dengan Promotor Prof. Dr. H. Nur Syam, M. Si dan Dr. Sirajul Arifin, MEI. Asrial Saputra diuji oleh Dr. Iskandar Ritonga, M.Ag. (Ketua Penguji), Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag. (Sekretaris Penguji),  Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si (Promotor/Penguji), Dr. Sirajul Arifin, S.Ag., S.S., M.E.I. (Promotor/Penguji) dan Prof. Dr. Puji Handayati, S.E.Ak, M.M., (Universitas Negeri Malang). Ujian dilaksanakan pada Hari Selasa, 18 Juli 2023. Berdasarkan kajiannya atas perkembangan  Perbankan Syariah di Riau, maka didapatkan abstraknya sebagai berikut:   

  

Pandangan hidup orang Melayu sebagaimana termaktub dalam sistem nilai budaya Melayu, sistem nilai itu menjadi satu dalam lingkungan masyarakat, karena tidak ada masyarakat yang tidak mempunyai suatu sistem nilai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan menemukan nilai-nilai budaya dalam kehidupan ekonomi masyarakat melayu di Riau serta  untuk memahami dan menemukan kontribusi nilai-nilai budaya Melayu dalam perkembangan perbankan Syariah di Riau.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, lokasi dalam penelitian ini adalah Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar, teknik pengumpulan datanya adalah observasi dan wawancara kepada 23 orang responden dengan kategori 5 orang dari tokoh adat Melayu Riau, 8 orang dari masyarakat Kota Pekanbaru dan 10 orang dari Kabupaten Kampar. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap masyarakat Melayu Riau diperoleh hasil penelitian bahwa: 1). Nilai-nilai budaya dalam kehidupan ekonomi masyarakat Melayu Riau dirangkum menjadi 7 (tujuh) nilai budaya, yaitu: nilai keadilan, nilai tahu harta berpunya tahu pinjam memulangkan, nilai kebersamaan, nilai keterbukaan, nilai kesantunan, nilai bersangka baik dan nilai kesejahteraan. Nilai-nilai ini hampir sama dengan prinsip dasar perbankan syariah dan nilai-nilai ini sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yang ditandai dengan lahirnya produk-produk ekonomi seperti julo-julo, gadai kebun, sistem perdua, jual beli dengan uang pangkal, dan jual beli dengan janji. 2). Kontribusi nilai-nilai budaya Melayu dalam perkembangan perbankan syariah di Riau adalah dengan ketujuh nilai budaya yang sudah diterapkan dalam kehidupan ekonomi masyarakat Melayu melahirkan produk-produk ekonomi, diantaranya julo-julo yang sudah menjadi produk pembiayaan perbankan syariah di Riau yaitu Bank Riau Kepri Syariah, serta merger Bank Riau Kepri menjadi Bank Riau Kepri Syariah merupakan inisiatif dan usulan tokoh-tokoh adat Melayu Riau.

   

Di dalam sambutan sebagai promotor, saya sampaikan tiga hal mendasar, yaitu: pertama, bahwa kita semua makin yakin bahwa takdir itu sesuatu yang memang harus terjadi. Takdirnya memang Asrial Saputra harus menjadi doctor di dalam ilmu ekonomi Syariah. Takdir tersebut harus berlaku, dan hari ini merupakan bagian dari takdir untuk menjadikan Asrial Saputra sebagai doctor dimaksud. Saya nyaris tidak yakin bahwa Asrial Saputra akan dapat menyelesaikan disertasinya yang disebabkan oleh masalah Kesehatan, misalnya karena pandemic covid-19, di mana yang bersangkutan sempat terkena virus ini dan kemudian berakibat atas keterlambatan penyelesaian disertasinya. Tetapi karena takdir Allah akhirnya gelar doctor itu disandangnya.

  

Kedua, kajian Asrial Saputra merupakan kajian yang unik dan menarik, sebab mengintegrasikan antara ilmu ekonomi syariah dengan budaya sebagai ilmu humaniora. Dengan demikian, disertasi ini telah memenuhi standar sebagaimana dijelaskan di dalam Kerangka Konpetensi Nasional Indonesia (KKNI) pada level 9 yaitu pengkajian ilmu pengetahuan berbasis pada interdisipliner dan multidisipliner. Dua cabang ilmu yang diintegrasikan. Di  dalam pandangan saya  sebagai integrasi ilmu yang bercorak crossdisipliner atau lintas bidang. Yaitu mengintegrasikan antara ilmu ekonomi syariah sebagai ilmu keislaman dengan kajian budaya sebagai ilmu humaniora. Berdasarkan kajian tersebut dapat diketahui bahwa budaya suatu masyarakat ternyata memiliki kontribusi atas perkembangan perkembangan perbankan syariah. Dalam suatu masyarakat yang tingkat rekigiositasnya tinggi, maka nilai di dalam tradisi keagamaan keagamaan ternyata memiliki kontribusi bagi pengembangan ekonomi syariah. Saya kira sudah banyak kajian yang menggambarkan dan menjelaskan tentang relasi antara nilai religious dalam budaya dan ekonomi syariah dimaksud. Oleh karena itu, disertasi Asrial Saputra tentu memiliki tempatnya sendiri di dalam jajaran studi ekonomi syariah.

  

Ketiga, sebagai sorang doctor, maka karya disertasi ini bukanlah karya terakhir tetapi merupakan karya awal yang dilakukan dengan sangat akademis, artinya karya tulis yang memenuhi kaidah-kaidah ilmiah sangat ketat. Dan tradisi menulis akademis ini tentu patut dipertahankan untuk karya-karya akademis lebih lanjut. Jangan pernah berhenti menulis. Sebagaimana prinsip saya yang saya ambil dari Bahasa dan tradisi Latin, verba volant scripta mannent, jika dibicarakan hilang jika ditulis abadi. Maka menulislah agar menjadi abadi. Lalu saya nyatakan dengan menyontoh kaum rasionalis, bahwa aku menulis, aku ada.

  

Selamat kepada perguruan tinggi Islam, Institut Agama Islam Lukman Edy Pekanbaru Riau tempat Dr. Asrial Saputra mengabdi semoga dengan tambahan tenaga pendidik bergelar doctor akan semakin memperkuat SDM dosen di PTAIS dimaksud. Ucapan selamat juga kepada UIN Sunan Ampel yang berhasil menambah jumlah lulusan program doctor, dan yang terpenting juga selamat kepada keluarga, anak, istri dan orang tua dan masyarakat lokal yang telah memiliki doctor yang berkualitas. 

  

Wallahu a’lam bi al shawab.