Komodifikasi Dakwah Melalui Konten Youtube
Kelas Metode PenelitianProf. Dr. Nur Syam, MSi
Judul tesis yang ditulis oleh Arini Fahma Qonaati adalah Komodifikasi Dakwah Pada Channel Youtube @Corbuzier Episode #Logindiclosethedoor Di Era Cyber Religion. Tesis tersebut berhasil dipertahankan dalam ujian yang diselenggarakan pada hari Rabu, 03/01/2024 pada Program Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya. Selaku penguji adalah Prof. Dr. Nur Syam, MSi sebagai ketua, Prof. Dr. Ali Nurdin, SAg, MSI, Dr. Moch. Choirul Arif, Sag., MFil.I sebagai penguji dan Dr. Sri Astutik, MSi sebagai penguji. Arini merupakan representasi generasi muda milenial yang berkecenderungan melakukan kajian atas youtube dan sebangsanya. Kali ini yang dikaji adalah konten youtube yang dikelola oleh Deddy Corbuzier, seorang youtuber dengan jutaan viewer dan follower.
Dewasa ini, ada banyak kajian di kalangan mahasiswa program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) yang menjadikan konten Youtube sebagai sasaran kajian. Misalnya kajian tentang program Yuk Ngaji, Program Youtube dalam konten moderasi beragama, konten Youtube para da’i di Jawa Timur, dan konten Youtube yang mengangkat tema-tema dakwah yang fundamental maupun konten dakwah yang mengusung tema Islam rahmatan lil alamin. Saya tentu mengapresiasi atas keberhasilan Arini dalam melakukan penelitian dalam tema yang menarik ini.
Dari kajian yang dilakukan oleh Arini dalam judul tersebut, maka didapatkan abstraknya sebagai berikut:
“Penggunaan YouTube sebagai media dakwah merupakan bentuk inovasi guna menyesuaikan perkembangan era cyber religion. Konten-konten yang bernafaskan Islam di media sosial tidak hanya dimiliki oleh para ulama dan ustadz, namun masyarakat awam juga masif mengunggahnya. Hal tersebut memberikan peluang kepada praktisi media untuk mengemas dakwah dalam sebuah konten kreatif untuk menarik minat penonton. Fenomena tersebut akan memberikan dampak keuntungan secara ekonomi, sehingga dapat dinilai sebagai bentuk komodifikasi. Dengan menggunakan analisis semiotika John Fiske, penelitian ini berusaha mengungkap bagaimana ideologi yang dibangun dalam konten dakwah #LogIndiCloseTheDoor episode 21-22. Peneliti mencoba membedah konten tersebut dengan 3 level yaitu, level realitas, level representasi dan level ideologi. Untuk mengetahui implikasi komodifikasi terhadap penonton, peneliti juga melakukan wawancara kepada beberapa views konten dakwah tersebut. Penelitian ini menggunakan pisau analisis teori ekonomi politik Vincent Moscow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tanda-tanda adanya unsur komodifikasi dalam konten tersebut. Komodifikasi dakwah akun youtube @corbuzier memiliki implikasi terhadap pemahaman penontonnya. Terdapat pemahaman yang terdistorsi, beberapa penonton lebih memfokuskan konten Login sebagai hiburan dari pada edukasi. Ideologi kapitalisme telah menggeser nilai-nilai agama sebagai marwah dakwah.”
Dakwah memang sudah dilakukan dengan metode-metode yang menarik. Jika di masa lalu hanya menggunakan media lesan dengan cara face to face, maka sekarang sudah dikemas dengan menggunakan teknologi informasi. Ada yang secara sengaja menggunakan TI untuk berdakwah atau bisa disebut sebagai dakwah proaktif IT, misalnya konten youtube yang secara sengaja menayangkan konten dakwah, sebagaimana Dedy Corbuzier, dan ada yang ceramahnya diambil intinya dan kemudian ditayangkan melalui media sosial. Contohnya adalah Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Abdus Shomad, Gus Baha’, Gus Miftah, Gus Muwafiq, Ustadz Hanan Attaqi dan sebagainya. Tentu masih ada banyak yang lain.
Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Arini, bahwa dakwah yang selama ini dipahami sebagai proses penyampaian ajaran agama kepada audience dengan mengedepankan syiar Islam tanpa upaya untuk mengkomodifikasinya, akan tetapi seirama dengan perkembangan media social terutama Youtube, maka dakwah kemudian bisa dikomersialkan. Hal ini tidak terlepas dari semakin banyak viewer dan follower, maka semakin banyak return uang yang diterimanya oleh pengunggah konten Youtube. Konten dakwah yang diunggal Deddy Corbuzier dapat dikategorikan sebagai konten dakwah yang memasuki komodifikasi dakwah. Seirama dengan kecenderungan generasi milenial untuk memanfaatkan media, social maka para youtuber, bisa menjadi dakwah sebagai konten youtube yang menarik dan menguntungkan.
Hanya saja, bahwa yang dilihat Arini adalah dari perspektif luar atau perspektif orang yang menjadi followers konten Youtube Deddy Corbuzier, dengan kesimpulan bahwa #LogIndiCloseTheDoor episode 21-22. Seandainya, Arini mampu masuk dalam kedalaman makna dakwah sebagaimana yang diungkap oleh Deddy Corbuzier, melalui perangkat analisis fenomenologi berbasis in order motives, maka kita akan disuguhi bagaimana pemikiran mendalam creator youtube ini dengan pemahaman makna yang lebih utuh.
Sejauh ini, Arini mampu mendeskripsikan secara cermat atas cara pandang V. Moscow terutama pada dimensi level realitas, level representasi dan level ideologis. Secara realitas, bahwa konten youtube Deddy Corbuzier memang menggambarkan bekerjanya konten dakwah, yaitu media social yang mengunggah tentang keberislaman seseorang, dan juga menggambarkan tentang representasi konten dakwah yang lebih menggambarkan tentang dakwah dalam sisi fleksibilitas dan simple, tetapi nyaris tidak menggambarkan dakwah sebagai ideologi yang mengusung tema kesungguhan untuk diamalkan. Secara jeli, Arini melihat bahwa konten dakwah tersebut lebih dimaknai sebagai hiburan dan bukan edukasi dan yang tidak kalah penting bahwa ideologi kapitalisme juga dominan. Dakwah yang seharusnya bertujuan untuk kepentingan agama justru tereduksi oleh idelogi kapitalisme.
Wallahu a’lam bi al shawab.

