(Sumber : Doc acara )

LAILATUL QADARIYAH: DOKTOR PERILAKU KONSUMSI MASYARAKAT

Kelas Metode Penelitian

Prof. Dr. Nur Syam, MSi

  

Lailatul Qadariyah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul: “Perilaku Halal Masyarakat Madura (Studi Fenomenologi Perilaku Konsumsi Masyarakat Sumenep)” dengan promotor I, Prof. Dr. H. Nur Syam M.Si dan Promotor II, Dr. Sirajul Arifin, S.Ag.,SS, MEI Lailatul Qadariyah berhasil mempertahankan disertasinya dengan pujian atau cumlaude. Dihadapan penguji yang terdiri dari Dr. Iskandar Ritonga, MAg., (ketua), Dr. Nurhayati, MAg (Sekretaris), Prof. Lathoif Ghazali, Lc, MA, (Penguji) dan Ahmad Mansur, BBA., MEI, MA., PhD (Penguji). Lailatul Qadariyah dapat mempertahankan disertasinya dengan sangat baik. Ujian dilaksanakan pada Hari Kamis, 01/02/2025, jam 13.00-15.00 WIB di Tower KH. Makhrus Aly, Kampus I UIN Sunan Ampel.  

  

Berdasarkan atas disertasinya, maka diperoleh abstraknya sebagai berikut:

  

Istilah halal menjadi trending topik yang menyita banyak perhatian. Bukan saja karena ia saat ini telah menjadi suatu industri yang terus berkembang, namun kemunculannya dalam banyak diskusi menyiratkan adanya perlunya kepastian status dari suatu produk, halal atau haram. Pengukuran literasi halal dan sertifikasi halal menjadi suatu hal yang tak lagi bisa dihindari, termasuk pada suatu komunitas yang cukup masyhur dengan kekuatan keagamaannya yakni Madura. 

  

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pemaknaan mereka tentang konsep halal serta bagaimana perilaku konsumsi halal masyarakat Madura. Teori yang dipakai pada penelitian ini adalah teori Weber tentang hubungan agama dan ekonomi, proses pemaknaannya serta teori konsumsi dalam Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dan teknik analisisnya yang khas yaitu Interpretive Phenomenological Analysis (IPA).

  

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Masyarakat Madura memperoleh pemahaman tentang halal dari kyai yang dianggap memiliki otoritas tunggal dalam memberikan pemahaman tentang ajaran agama Islam, pemahaman ini kemudian disampaikan dalam berbagai jenis pengajian dan diimplementasikan dalam bentuk perilaku masyarakat. Dalam konteks isu kontemporer seperti sertifikasi halal, tidak sedikit yang menggunakan media sosial sebagai sumber informasi tambahan. (2) Perilaku konsumsi masyarakat Madura telah mengadopsi nilai halal dan memiliki perhatian terhadap logo halal pada suatu produk, hal ini terlihat dari produk yang mereka konsumsi. Hanya saja menurut mereka produk rumahan dan produk yang sudah terbiasa dipakai sehari-hari tidak perlu dicek dan tidak memerlukan logo halal karena produk tersebut dianggap telah menggunakan bahan dan melalui proses yang sesuai dengan standar halal.

  

Implikasi teoritis dari penelitian ini selaras dengan pandangan Weber, Bailey dan Sood tentang hubungan agama dan ekonomi bahwa keduanya memiliki keberadaan satu sama lain. Weber menggambarkan hubungan ini dengan afinitas elektif atau hubungan timbal balik. Hanya saja distingsi penelitian ini dengan kajiannya Weber adalah bahwa agama dapat terakomodir karena ia dapat memotivasi seseorang kasih sayang dengan keselamatan di akhirat bagi siapa pun yang mengikuti ajarannya, sementara pada penelitian ini agama dijadikan dasar kegiatan konsumsi mereka atas dasar hanya kepatuhan (kepatuhan) kepada tuhannya.

  

Penelitian yang dilakukan oleh Lailatul Qadariyah dalam tema ini sesungguhnya sudah memenuhi standar Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang mensyaratkan bahwa penelitian program doktor atau tingkat Sembilan, harus menggunakan pendekatan integrasi ilmu. Penelitian ini termasuk jenis penelitian yang menggunakan pendekatan lintas disipliner atau menggabungkan dua cabang ilmu pengetahuan menjadi satu kesatuan. Cabang ilmu ekonomi, Ilmu Keislaman dan sosiologi. Ilmu ekonomi dan sosiologi berada di dalam bidang ilmu sosial dan ilmu keislaman merupakan cabang dari rumpun ilmu agama.

  

Dilihat dari perspektif hasil kajian atau novelty, maka lailatul Qadariyah juga cukup berhasil menemukan temuan teoretik baru, Weber menghasilkan konsep elective affinity bahwa memiliki hubungan sosiologis dan konsekuensi psikhologis yang berupa etos bekerja keras sehingga menghasilkan semangat kapitalisme, maka Qadariyah menghasilkan temuan teoretik baru agama menjadi dasar kepatuhan di dalam gaya hidup konsumsi, artinya seseorang dalam gaya hidup konsumtifnya secara sosiologis menjadi nyaman karena merasa telah patuh pada ajaran agamanya. 

  

Dari penelitian ini diperoleh konsep gaya hidup konsumsi, kepatuhan beragama, motif tindakan dan gaya hidup halal. Konsep-konsep ini tentu saja bisa dikaji dalam penelitian kuantitatif dengan menjadikannya sebagai variabel-variabel dengan menempatkannya sebagai variabel bebas, variabel ikatan bahkan juga variabel mediator.

  

Di dalam upacara sebagai promotor saya sampaikan bahwa disertasi ini bukan tugas akhir bagi seorang murid tetapi tugas awal sebagai gerbang untuk memasuki dunia akademis yang sesungguhnya. Oleh karena itu dari disertasi ini tentu bisa diekstrak untuk menjadi artikel di jurnal yang berstandar internasional. Tugas sebagai ilmuwan adalah menulis dan menulis, baik dalam tataran karya ilmiah maupun karya ilmiah populer.

  

Wallahu a'lam bi al shawab.