Teliti Muslim Badui: Dede Sudirja Menjadi Doktor Ekonomi Syariah
Kelas SosiologiProf. Dr. Nur Syam, Msi
Dede Sudirja berhasil mempertahankan disertasinya dengan baik yang berjudul: “Perubahan Perilaku Ekonomi Masyarakat Badui Muslim (Studi Fenomenologi Perubahan Perilaku Ekonomi Pertanian ke Non Pertanian di Desa Kanekes, Provinsi Banten)”. Disertasi tersebut dipertahankan di depan Sidang Penguji Doktor Program Doktor pada UIN Sunan Ampel pada 28/11/2023 di ruang Sidang Program Doktor UINSA. Berlaku sebagai penguji adalah: Dr. Hamisy Syafaq, M.Fil.I (ketua tim penguji), Dr. Nurhayati, MAg, (sekretaris penguji), Prof. Dr. Nur Syam, MSi, (promotor dan penguji), Dr. Sirajul Arifin, SS, MEI (promotor dan penguji), Prof. Dr. H. Nur Asnawi, MAg., (Penguji Utama, UIN Maliki Malang), Ahmad Mansur, PhD (Penguji), dan Dr. Iskandar Ritonga, MAg, (Penguji).
Dede Sudirja tentu sangat berbahagia karena telah berhasil mempertahankan disertasinya. Didampingi oleh istri dan anaknya, dan juga keluarganya, Dede Sudirja berhasil mempertahankan disertasinya dengan gemilang. Setiap pertanyaan dapat dijawabnya dengan sangat memadai. Hal ini tentu terkait dengan penguasaan teoretik dan empiris atas penelitian dimaksud. Penguasaan atas kajian lapangannya membuatnya dengan penuh percaya diri untuk menguraikan dengan jelas apa yang menjadi masalah penelitiannya, bagaimana metodenya dan juga hasil-hasil penelitiannya. Secara umum dapat dinyatakan bahwa disertasi Dede Sudirja sangat memenuhi standar disertasi yang berkualitas. Dari penelitiannya tersebut didapatkan ringkasannya sebagai berikut:
“Perilaku manusia mengalami perubahan di setiap perjalanan hidupnya, terutama yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan hidup. Kajian ini mengeksplorasi tentang perubahan perilaku ekonomi dalam konteks budaya dan agama pada masyarakat Badui Muslim. Tren perubahan perilaku ekonomi dalam masyarakat Badui Muslim tidak sekedar respon terhadap tekanan eksternal, tetapi lebih merupakan dorongan intrinsik untuk mencapai peningkatan kualitas hidup. Perubahan ini membuka peluang untuk memahami bagaimana perilaku kegiatan pokok ekonomi, nilai-nilai dan struktur organisasi masyarakat Muslim Badui beradaptasi dengan dinamika global yang berkembang.
Penelitian ini menemukan tiga hal, yaitu: (1) masyarakat Badui Muslim mengalami perubahan perilaku berakar dari keinginan sendiri untuk mengubah hidup menjadi lebih baik. Media yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah mengubah perilaku ekonomi tradisional ke modern. Perubahan perilaku ekonomi terjadi pada pekerjaan, tatanan nilai dan organisasi. (2) masyarakat Badui Muslim selama proses perubahan perilaku ekonomi mengalami empat tahapan umum perubahan, kecuali tahapan kejutan budaya, yaitu tahapan krisis, penyesuaian dan resolusi/adaptasi. (3) masyarakat Badui Muslim mengalami perubahan perilaku ekonomi berdasarkan faktor sosial yaitu peran kerabat, istri dan interaksi dengan lembaga.
Penelitian ini mendukung teori modal sosial James S. Coleman (1988) yang menunjukkan bahwa modal sosial yaitu norma, kepercayaan dan jaringan mempengaruhi perubahan perilaku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interaksi yang terjadi antara masyarakat Badui Muslim dengan Badui Dalam dan Luar Badui dapat dipahami sebagai suatu proses adaptasi yang berlangsung melalui mekanisme akomodasi. Dalam konteks perubahan perilaku ekonomi masyarakat Badui Muslim, faktor kunci yang mendasarinya adalah jaringan sosial yang terjalin di antara masyarakat tersebut. Dalam jaringan ini, peran istri, tokoh masyarakat, kerabat dekat, dan lembaga memiliki peran sentral dalam membentuk dinamika perubahan perilaku ekonomi. Melalui interaksi ini, masyarakat Badui Muslim tidak hanya menyesuaikan diri dengan perubahan ekonomi, tetapi juga memperoleh dukungan yang esensial dari kerangka sosial mereka untuk menjalani proses adaptasi tersebut.”
Menurut Dede, bahwa ada beberapa faktor yang menentukan perubahan perilaku ekonomi, yaitu: berkembangnya pekerjaan di luar sector pertanian, pertumbuhan penduduk, dan tumbuhnya pariwisata, lalu juga agresivitas dakwah Islam yang menyasar terhadap kelompok Badui luar dan juga realitas semakin perlunya meningkatkan kualitas kehidupan ekonomi terutama kaum badui luar. Sebagai akibat terputusnya segala hal yang terkait dengan ekonomi dari Badui Dalam, maka kaum Badui Luar harus berusaha dalam berbagai sector ekonomi. Di sinilah akhirnya kaum Badui Luar harus mengembangkan perekonomi agar dapat beradaptasi dengan kehidupan baru nonekonomi pertanian.
Di antara pertanyaan yang penting di dalam ujian ini, misalnya mengenai integrasi ilmu bahwa disertasi harus terkait dengan level 9 dalam KKNI yang menggunakan pendekatan integrasi ilmu. Jika menggunakan konsep KKNI, integrasi ilmu macam apakah yang terdapat di dalam disertasi ini? Dinyatakan bahwa yang menjadi sasaran kajiannya adalah perilaku ekonomi masyarakat Badui Luar yang telah beragama Islam, sedangkan yang menjadi pendekatannya adalah teori sosiologi dan antropologi. Teori sosiologi yang dijadikan sebagai pendekatan adalah teori modal sosialnya Colemann dan teori kejutan budaya yang dikonsepsikan oleh Oberg. Kajian ini termasuk studi multidisipliner sebab terdapat dua cabang ilmu dengan teorinya masing-masing yang dijadikan sebagai pisau analisis atas prilaku ekonomi Muslim Badui.
Secara teoretik, peneltian ini melengkapi atas teori kejutan budaya Oberg (1960) dengan tahapan: kejutan budaya, penyesuaian, krisis dan masa adaptasi, maka berdasarkan penelitian di Masyarakat Muslim badui justru terjadi kesamaan, yaitu kejutan budaya, penyesuaian, krisis, dan adaptasi. Penelitian ini juga mendukung atas teori Colemann (1988) bahwa modal social memainkan peranan penting di dalam perubahan budaya melalui memperkuat norma dan nilai social seraya mempromosikan adopsi nilai baru yang dianggap positif pada masyarakat Muslim Badui. Selain itu juga relevan dengan konsepsi Kleden (1988) bahwa kebudayaan memberikan pandangan dalam menentukan bagaimana individu mempersepsikan dunia sekitarnya, merumuskan apriori kognitif yang memengaruhi persepsi mereka dan mengarahkan pilihan yang diambil berdasarkan nilai budayanya.
Sebagai kajian sosiologi budaya ekonomi Islam, maka hasil penelitian Dede Sudirja memberikan khazanah baru di dalam penelitian ekonomi syariah yang selama ini bercorak kuantitatif dan ekonomi minded dan memberikan warna baru berdasarkan kajian multidisipliner, bahwa ada relasi antara dimensi social, budaya dan ekonomi, khususnya pada masyarakat Islam, dan lebih khusus pada masyarakat badui Muslim.
Wallahu a’lam bi al shawab.

