Maulid Nabi Muhammad SAW 2025: Ibu-Ibu Calon Bidadari
KhazanahJum’at, 05/09/2025, adalah hari yang membahagiakan bagi kami sekeluarga, sebab pada hari itu dilakukan acara memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada tahun 2025 atau tahun 1447 H. Bertepatan dengan hari itu dilakukan acara aqiqahan cucu saya yang ke Sembilan. Ditakdirkan lahir laki-laki. Maka juga diberlakukan aqiqahan dua kambing. Lelaki itu aqiqahnya dua kambing dan jika perempuan satu kambing. Ini sunnah Nabi Muhammad SAW.
Pagi diselenggarakan tahtimul qur’an bil ghaib dan bin nadhor. Firdaus al Hafidz, Zamzami al Hafidz, Alief Al hafidz, Syahwal al Hafidz, dan Assis al hafidz dan anggota keluarga membaca juz-juz yang ditentukan. Acara tahfidz selesai jam 10.00 WIB. Lalu datanglah ibu-ibu dari UIN Sunan Ampel, baik yang masih aktif atau pensiun dan mantan anggota Dharma Wanita yang selama ini memiliki program tahtimul qur’an. Mereka bertemu bersama dalam nuansa kangen-kangenan. Siang harinya, para Pengawak nursyamcentre.com dan jamaah Komunitas Ngaji Bahagia (KNB) secara khusus saya undang untuk makan bersama dan bersendagurau bersama. Jika mereka bertemu dipastikan akan meluncur keramaian dan kegaduhan. Saling bercerita lelucon kehidupan dan kemudian tertawa bersama.
Saya sebagai tuah rumah memberikan ucapan selamat datang dan terima kasih. Ada tiga hal yang saya sampaikan, yaitu: pertama, ucapan syukur kepada Allah karena kita masih diberikan peluang untuk beribadah kepadanya. Betapa kita bahagia masih bisa bertemu dengan sesama sahabat dan rekan kerja di masa lalu. Kebahagiaan yang paling besar adalah masih sehat dengan tingkatan sehat sebagai orang tua. Tentu sudah ada linu-linunya, ada rasa pegal-pegal dan sebagainya. Maklumlah jasad sudah lama dipakai. Pantas kalau sudah terasa agak berbeda dengan waktu muda dahulu. Seperti mobil yang sudah lama sehingga harus sering diservis. Tentu servisnya dengan obat-obatan. Ada vitamin, obat herbal yang diperkenankan.
Doa terbaik untuk kita yang sudah berumur ini adalah Allahumma thawil umurana,wa shahih ajsadana, wa nawwir qulubana wa tsabbit imanana. Jadi kita harus selalu memohon kepada Allah agar diberi usia yang panjang, tetapi jangan panjang melulu tetapi harus sehat, harus berada di dalam Cahaya Allah dan terus berada di dalam keimanan. Kita bersyukur telah memegang kuncinya surga. Miftahul Jannah. Biasa dibacakan oleh imam shalat rawatib. Miftahul Jannah itu kalimat la ilaha illallah. Itulah sebabnya kita merasa bahagia karena telah memegang kuncinya surga. Setiap bada shalat maktubah kita baca, baik dibaca sendirian maupun secara berjamaah. Subhanallah.
Di dalam salah satu haditsnya Nabi Muhammad menyatakan bahwa “barang siapa yang diakhir kalamnya menyatakan la ila illallah, masuklah ke dalam surga”. “Man kana fi akhiri kalamihi la ilaha illallah dakhalal Jannah”. Optimislah bahwa surga di tangan kita. Ini janji Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW. Jadi sesiapapun yang selalu membaca kalimat tauhid atau penyaksian akan keberadaan Allah, maka dipastikan bahwa akan mengganjar pembacanya dengan surganya dalam berbagai surga yang disediakan Allah kepada hambanya yang beriman dan beramal shalih.
Kedua, kita yakini pasti akan mendapatkan rahmatnya Allah SWT. Allah memiliki sifat Rahman dan Rahim. Allah memastikan bahwa orang yang telah memenuhi indicator sebagai mukmin dan beramal kebaikan, maka dipastikan akan mendapatkan surganya Allah SWT. Maka, ibu-ibu ini nanti akan menjadi bidadari. Yakinlah semuanya akan menjadi bidadari. Citra Perempuan cantik penghuni surga, menjadi perhiasan surga. Menjadi kekasihnya Allah dan menjadi kesayangan Rasulullah Muhammad SAW.
Umat Islam mesti optimis akan mendapatkan kerahiman di akherat. Apakah orang yang melakukan shalat dan yang tidak melakukan shalat sama saja penghargaannya? Pasti berbeda. Yang satu dengan ketaatan dipastikan akan memperoleh reward dari Allah berupa kebaikan di dalam surga, dan yang lain yang tidak shalat akan mendapatkan punishment dari Allah yang bisa dimasukkan ke dalam neraka.
Saya berkeyakinan ibu-ibu itu lebih baik ibadahnya dibanding lelaki. Coba kalau kita cek di lapangan, dipastikan jamaah ibu-ibu yang bisa bertemu paling kurang sepekan sekali. Kebanyakan adalah kaum ibu. Bapaknya jarang-jarang. Oleh karena itu saya berpikir bahwa nanti yang banyak menghuni surga adalah para ibu. Nanti kalau sudah di surga dicari suaminya, bapaknya, embahnya, dan kemudian dilaporkan kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW agar dicek ulang tentang amal perbuatannya. Terus ditanyakan, dan lama-lama Malaikat akan mengabulkannya dengan catatan bahwa yang bersangkutan itu mencintai Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
Ketiga, Kita bersyukur, tadi di waktu mahalul qiyam, kita semua membaca: “rabbi faghfirli dzunubi Ya Allah, bibarkatil hadi Muhammad ya Allah”. Jika kita hayati dengan batin dan hati kita, doa tersebut bisa membuat kita menangis. Berdoa sambil berdiri itu luar biasa. Saya sampai ke dalam keyakinan, bahwa kala kita shalawatan dan sekaligus berdoa tadi dipastikan akan didengar dan dilihat oleh Rasulullah. Alangkah bahagianya jika ibadah kita diperhatikan oleh Allah dan Rasulullah.
Dengan selalu memohon kepada Allah melalui bacaan shalawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW, insyaallah dosa-dosa kita akan diampuni oleh Allah dan kita semua dipertemukan dengan Rasulullah Muhammad SAW dan bahkan juga bisa melihat Allah SWT. Jika selama ini kita hanya meraba dan membayangkan tentang Nabi Muhammad SAW dan tentang kehadiran Allah dalam mata batin, maka di surga nanti akan bertemu semuanya.
Wallahu a’lam bi al shawab.

