Penyuluh Agama Budha dalam Upaya Moderasi Beragama
KhazanahSecara filosofis, bahwa manusia memiliki pemikiran yang bersifat radikal atau ingin mengetahui hal-hal yang sangat mendasar dan cenderung membenarkan pemikirannya sendiri. Selain itu, bahwa manusia berkecenderungan untuk memahami banyak hal berdasarkan atas kepentingannya, sehingga bisa menimbulkan conflict of interest. Lalu, manusia juga berkecenderungan untuk mempertahankan kepentingannya dan menginginkan agar kepentingannya saja yang bisa tercapai. Tetapi, manusia juga merupakan makhluk yang cenderung baik dan juga cenderung jahat. Ada kekuatan kebaikan dan ada kekuatan kejahatan.
Secara sosiologis, bahwa manusia diciptakan beraneka ragam dalam suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Ada tiga ras manusia, yaitu Ras Kaukasoid kebanyakan berkulit putih, tinggi dan besar serta berada di daratan Eropa. Ras Mongoloid kebanyakan berkulit kuning, mata sipit, dan bertubuh sedang kebanyakan menghuni daratan Cina. Ras Negroid kebanyakan berkulit hitam, tinggi besar, kekar, rambut ikal dan kebanyakan menghuni Afrika. Selain itu juga ada ras campuran. Manusia memiliki tiga kebutuhan dasar, yaitu kebutuhan biologis seperti makan, minum dan relasi seksual. Kebutuhan social seperti keinginan untuk memiliki hubungan social dan berkumpul dengan manusia lainnya, dan kebutuhan integrative seperti kebutuhan berkasih sayang, kebutuhan berketuhanan dan kebutuhan untuk ekspressi diri.
Dalam relasi sosial, manusia perlu diatur oleh negara. Tanpa pengaturan akan terjadi kekacauan (suasana chaos). Dalam relasi social, manusia perlu diatur oleh agama. Tanpa agama manusia akan menjadi serigala atas manusia lainnya. Dalam relasi social, manusia perlu mengekang hawa nafsunya agar tidak jatuh ke dalam lembah kenistaan. Manusia perlu diatur dalam bentuk regulasi atau undang-undang, peraturan pemeritah, atau bahkan peraturan Menteri.
Moderasi beragama adalah cara memahami dan melaksanakan agama secara moderat yaitu tidak ekstrim atau berlebihan. Yang dimaksud dengan ekstrim adalah menganggap bahwa hanya ada satu tafsir agama yang dianggapnya benar dan yang lain dianggapnya salah. Dianggapnya bahwa tafsir agama itu adalah agama itu sendiri. Orang yang ekstrim menganggap bahwa hanya tafsir yang diproduksinya yang benar. Memahami agama hanya dari teks dan tidak mau melihat konteksnya.
Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang plural dan multicultural. Terdiri dari 16.671 pulau, 1340 suku bangsa dan 718 Bahasa dan memiliki keragaman agama. Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang memiliki sikap dan Tindakan kesopanan, religious dan berbudi luhur. Masyarakat Indonesia dikenal memiliki sikap keterbukaan dalam menerima perubahan dengan sikap kritis. Masyarakat Indonesia dikenal memiliki sikap yang mengagungkan toleransi. Masyarakat Indonesia dikenal memilih jalan tengah dalam menyikapi terhadap berbagai pilihan kehidupan.
Di dalam kehidupan, masyarakat Indonesia juga mengedepankan kerukunan di dalam kehidupan bermasyarakat. Misalnya saling menolong, saling berkunjung, dan saling membantu. Masyarakat Nusantara juga mengedepankan keharmonisan di dalam kehidupan bermasyarakat. Di antara mereka saling menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban di dalam bermasyarakat dan juga saling menghormati di antara perbedaan satu dengan lainnya. Masyarakat Indonesia juga mengedepankan keselamatan. Yang penting di dalam kehidupan adalah agar semua di dalam keselamatan. Tidak hanya keselamatan di dunia tetapi juga kehidupan di alam lain. Di dalam tradisi masyarakat Indonesia selalu dilakukan upacara-upacara untuk memperoleh keselamatan.
Sebagai masyarakat bangsa yang plural dan multicultural, maka konsekuensinya adalah perbedaan-perbedaan. Dari warna kulit, postur, sampai gaya hidup berbeda. Dari gaya bahasa sampai agama juga bervariasi. Dari pola komunikasi sampai interaksi juga berbeda. Dari sekedar komunikasi pribadi ke jejaring sosial. Dari bentuk kebersamaan dalam co-eksistensi ke pro-eksistensi penyuluh merupakan aparat pemerintah yang berhubungan langsung dengan masyarakat.
Masyarakat mengetahui secara langsung bagaimana pelayanan diberikan oleh para penyuluh. Masyarakat juga tahu secara langsung bagaimana komunikasi dan koordinasi yang dilakukan oleh para penyuluh. Masyarakat juga tahu secara langsung kecepatan atau kelambanan pelayanan yang diberikan oleh para penyuluh. Masyarakat juga merasakan langsung kepuasan atau ketidakpuasan pelayanan yang diberikan oleh para penyuluh agama. Dengan demikian, masyarakat dengan mudah bisa complain atas pelayanan yang dilakukan aparat pemerintah atau para penyuluh agama.
Dewasa ini, masyarakat hidup dalam dunia modern, namun demikian dunia sekarang sedang berada di dalam bayang-bayang gerakan terorisme. Terorisme terjadi pada semua agama di dunia. Terorisme bukan hanya milik agama tertentu, tetapi semua agama memiliki elemen pendukung terorisme. Terorisme berada di sekeliling kita, tiba-tiba saja terjadi terror dan sasarannya adalah kepentingan asing dan kepolisian. Terorisme terjadi karena pemahaman beragama yang salah. Adanya anggapan bahwa hanya tafsir agamanya yang benar dan yang lain dianggap salah dan harus dinihilkan. Agama memang mengajarkan hanya agamanya yang benar, tetapi semestinya jangan berkeinginan untuk menghabisi penganut agama lainnya. Semua agama benar menurut penganut agamanya.
Penyuluh agama merupakan garda depan dalam urusan menjelaskan pemahaman dan pengamalan agama. Oleh karena itu, para penyuluh tentu harus menjadi personal yang dapat menjelaskan dan memahamkan agama yang relevan dengan kepentingan masyarakat dan bangsa Indonesia. Untuk kepentingan ini, maka para penyuluh harus membikin jejaring melalui berbagai sarana komunikasi, misalnya WAG. Jejaring ini dibuat dalam kepentingan membangun kebersamaan dalam memahamkan dan menjelaskan atas kehidupan beragama di masing-masing wilayahnya. Jika ada masalah pemahaman dan pengamalan agama yang tidak relevan dengan ajaran agama yang mainstream, maka dapat didayagunakan untuk membahasnya. Meskipun pada tahap akhir tentu tergantung kepada majelis-majelis agama.
Tugas penyuluh adalah untuk mendeteksi jika ada pengamalan agama yang menyalahi keyakinan dan pengamalan agama yang selama ini dianggap benar. Penyuluh agama harus tampil menjadi aparat pemerintah yang bisa menjelaskan mana ajaran agama yang sesuai dengan program pemerintah dan mana yang bukan. Program pemerintah dalam bidang keagamaan adalah pemahaman dan pengamalan agama yang moderat. Dan ini harga mati.
Wallahu a’lam bi al shawab.

