(Sumber : CNN Indonesia)

Lambang Palu Arit untuk Game Anak-Anak di Youtube

Opini

Komunisme sebagai ideologi tentu tidak akan lekang oleh panas dan tak akan lapuk oleh hujan. Sebagai ideologi maka komunisme akan tetap menjadi “hantu” yang menakutkan di tengah perubahan social yang terus terjadi. Meskipun rumah Komunisme telah hancur berantakan, Uni Soviet, akan tetapi penghuninya masih terus hidup dan melakukan persembunyian diri. 

  

Memang masih ada Republik Rakyat China (RRC) dan Republik Rakyat Korea (Korut) akan tetapi gaung komunisme tidak sebagaimana di masa lalu, kala USSR masih jaya dan menjadi penantang Blok Barat di bawah komando Amerika Serikat. Di masa perang dingin atau Cold War, maka pertarungan riil itu sungguh terjadi. Kedua Blok, Barat dengan Amerika dan sekutunya dan Blok Timur dengan USSR dengan sekutunya, saling berhadapan. Amerika dan sekutunya menguasai teknologi pesawat udara sebagai sarana untuk berperang dan USSR dan sekutunya dengan kekuatan kapal selam sebagai andalannya. 

   

Jangan  pernah berpikir bahwa ideologi komunisme merupakan ideologi asing yang sudah tidak laku di pasaran. Komunisme tidak akan pernah mati seirama dengan hilangnya rumah besarnya. Metamorposis terus terjadi, misalnya China dengan dual economy, ke dalam menggunakan system ekonomi sosialis dan keluar menggunakan system ekonomi kapitalis, atau berubah menjadi komunisme baru atau new left. Tetapi intinya tetaplah mengusung ideologi komunisme.

  

Berbeda dengan Partai Komunisme Indonesia (PKI) yang memang secara structural dan kultural sudah dihapus dari Bumi Nusantara, sehingga peluang untuk berdiri kembali nyaris tidak ada peluang. Akan tetapi komunisme sebagai ideologi masih ada pengikutnya. Sulit diketahui secara eksak berapa jumlahnya, mereka adalah kader-kader muda militan yang memiliki pandangan mendasar tentang ideologi komunisme atau Gerakan New Left.

  

Beberapa saat yang lalu dunia media social diramaikan dengan tayangan gambar atau simbol-simbol komunisme. Bahkan juga ditayangkan pertemuan-pertemuan yang membahas tentang komunisme Indonesia. Ada juga yang membentangkan bendera komunisme dan sebagainya. Semua mengindikasikan bahwa ideologi komunisme masih ada dan ada penganutnya, bahkan pengikut setianya.

  

Hari Senin, ba’da Isyak, jam 1930 WIB, saya sedang mendengarkan tayangan di Live Streaming TVRI tentang acara Rumah Demokrasi, yang menghadirkan saya, Cak Adzim dan Pak Buset dari Gerindra dan dipandu oleh Tika Azis. Saya sedang mendengarkan tayangan tersebut dan anak-anak di rumah sedang nonton Youtube, tiba-tiba mata saya melihat agak remang-remang tentang gambar Palu Arit atau lambang Komunisme atau PKI di Indonesia. Lalu secara spontanitas saya berteriak: “stop, coba ulang.” Lalu diulang tayangannya, dan kala gambar Palu Arit itu muncul maka distop tayangannya sehingga bisa difoto. Lambang Palu Arit tersebut tampak jelas. Dengan latar belakang warna merah dan kuning emas, terdapat gambar Palu Arit warna kuning emas dan di bawahnya terdapat tulisan: “kalau kita pengen..” Di sebelah kanan terdapat lambang bintang bersinar di bagian atas, di bawahnya ada tulisan: “Tanaman pertanian yang dilupakan" di Minecraft. Di bawahnya terdapat lambang suara music  dengan tulisan “Suara Asli” kemudian di bawahnya terdapat tulisan @MineDezze” dan di depannya terdapat lambang profil Channel. 

  

Saya tentu tidak ingin mendapatkan informasi yang tidak jelas. Lalu saya cari di Youtube ternyata memang lambang Palu Arit itu masih terpampang dengan jelas. Dan bahkan masih bisa dibuka dengan leluasa. Jika dilihat viewernya cukup tinggi,   sebanyak 595 ribu. Artinya dengan gambar yang seperti itu,  maka memantik keinginan untuk melihatnya. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa simbol ini yang ditayangkan. Tetapi melihat teks yang berada di tayangan youtube ini, maka rasanya memang didesain. Bukan hanya sekedar menempel gambar. Perhatikan teks: “Tanaman pertanian yang dilupakan di Minecraft.” Secara kontekstual dapat dinyatakan bahwa ada tanaman yang dilupakan di Minecraft atau permainan video, dan tanaman itu adalah simbol Palu Arit. Mari kita kaji kata dan lambang kunci di dalam video ini. Lambang Palu Arit, tanaman pertanian, dan permainan video. Lambang Palu Arit adalah lambang komunisme, pertanian adalah lambang kaum proletar dan permainan video adalah penyebaran. Jika dirangkai dalam kalimat, maka akan dapat dipahami komunisme yang menjadi lambang gerakan proletariat yang dapat dikembangkan. 

  

Saya tentu bukan ahli di dalam konteks pemaknaan kata, akan tetapi dengan menggunakan logika sederhana saja, maka kita akan bisa memahami bahwa penayangan lambang komunisme ini bukan sekedar lambang tanpa makna,  akan tetapi sebuah kesengajaan atau ada motif untuk menayangkannya. Jadi ada desain dibalik semua tayangan ini. 

  

Di era keterbukaan seperti ini, terutama di era media social, memang apa saja bisa ditayangkan. Bisa pornografi atau pornoaksi, bahkan tayangan-tayangan kekerasan social dan politik. Oleh  karena itu di dalam dunia media social yang seperti pasar raya tersebut  akan ditemui berbagai macam sajian baik yang positif maupun negatif. Makanya, bagi para youtuber, janganlah hanya mengejar viewer atau follower atau subscriber, akan tetapi juga harus dipertimbangkan apa yang boleh dan apa yang tidak. Harus ada etika bermedia social. 

  

Harus dipahami bahwa masyarakat Indonesia sedang berada di era transisi menuju masyarakat informatif,  sehingga apa saja yang ada di dalam tayangan media social akan dilihatnya atau didengarnya. Marilah para youtuber lebih arif, dan para follower dan viewer juga cerdas, sehingga tayangan yang tidak mendidik akan tereliminasi dengan sendirinya.

  

Wallahu a’lam bi al shawab.