Mendidik Karakter untuk Masa Depan Bangsa
OpiniPendidikan karakter bagi sebuah bangsa tentu sangat penting. Tanpa Pendidikan karakter yang benar dan tepat, maka bisa dikhawatirkan bagaimana masa depan sebuah bangsa. Melalui Pendidikan karakter yang benar dan tepat, maka akan terdapat harapan masa depan bangsa dan negara akan menjadi lebih baik, karena para warga bangsanya, khususnya para generasi mudanya berada di dalam jalur yang benar untuk keberlangsungan bangsa dan negara dimaksud.
Pendidikan karakter adalah sistem pendidikan dalam rangka mentransformasikan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran berbasis pada ajaran agama yang diyakini kebenarannya, bermuatan prinsip menjadi warga negara yang baik dan dan benar untuk kebaikan diri dan masyarakatnya. Melalui penjelasan ini, maka dapat dipahami bahwa ada beberapa ciri khas yang menjadi basis pemahaman di dalam pendidikan karakter, yaitu: prinsip pendidikan berbasis sistem, artinya merupakan satu kesatuan dalam pendidikan yang tidak bisa dipisahkan antara berbagai elemen di dalamnya yaitu relasi guru-murid, dosen-mahasiswa dengan materi, media, metode dan evaluasi pembelajaran. Berikutnya adalah transformasi nilai kebaikan dan kebenaran, artinya yang diajarkan merupakan nilai-nilai yang berbasis ajaran agama dan juga nilai-nilai kebangsaan. Relasi guru-murid, dosen mahasiswa itu terkait dengan menanamkan nilai baik dan buruk, manfaat dan tidak manfaat, menguntungkan atau merugikan bagi diri dan masyarakat. Lalu, prinsip menjadi warga negara yang baik dan benar untuk kebaikan diri dan masyarakat. Pendidikan karakter tidak hanya untuk kepentingan diri tetapi adalah mengembangkan kepentingan diri di tengah kehidupan masyarakat. Diri dan masyarakat tidak dipertentangkan tetapi dijadikan sebagai satu kesatuan.
Pendidikan karakter sebagai pendidikan nilai berbasis agama dan kebangsaan, tentu bersumber dari nilai-nilai keagamaan dan nilai-nilai kebangsaan. Kita harus meyakini bahwa nilai keagamaan dan nilai kebangsaan bukan dua entitas yang tidak saling bertemu, tetapi sesuatu yang bercorak komplementer. Tidak ada pertentangan di dalamnya dan saling mengukuhkan. Ajaran agama merupakan pedoman untuk berkehidupan yang baik di dunia dan juga kehidupan lebih lanjut. Sedangkan nilai kebangsaan merupakan pedoman di dalam bernegara dan bermasyarakat. Jika agama adalah pedoman umum tentang relasi antar indvidu dan masyarakat, maka nilai kebangsaan bercorak khusus dalam relasi antar indiividu dalam sebuah negara. Jadi, saling mengukuhkan dalam konteks ajaran agama adalah agama menjadi pedoman umum dalam kehidupan bermasyarakat dan konteks kebangsaan berisi pedoman yang lebih khusus. Yang terpenting bahwa tidak terdapat pertentangan yang diametrical di antara dua hal tersebut.
Di dalam ajaran agama terdapat ajaran tentang keadilan, kesamaan, kerukunan, keharmonisan, toleransi, musyawarah, kasih sayang, tolong menolong, hemat, bersyukur, bersabar, dan sebagainya tentu bisa menjadi basis bagi nilai-nilai kebangsaan. Nilai keadilan di dalam ajaran agama dapat menginspirasi nilai kebangsaan, misalnya di dalam regulasi atau peraturan perundang-undangan. Nilai kesamaan di dalam ajaran agama juga menginspirasi masyarakat dan pemerintah untuk memberlakukan kebijakan yang mendorong kesamaan sebagai warga negara. Tidak boleh negara hanya mengarusutamakan etnis atau suku bangsa tertentu tetapi harus menyusun regulasi dan pelaksanaannya agar masyarakat bisa merasakan kesamaan sebagai warga negara.
Agama sangat menekankan agar masyarakat hidup dalam kerukunan. Konsep ukhuwah misalnya ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basyariyah harus menjadi inspirasi bagi negara dalam mewujudkan nilai kerukunan dan kemudian disadari dan dilakukan oleh masyarakat. Nilai keharmonisan atau nilai keselarasan juga dapat menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kehidupan yang selaras tersebut diindikatori oleh pemahaman dan praktik kehidupan yang saling merasakan kesamaan manusia di dalam hukum dan kehidupan sosial politiknya. Memiliki hak dan kewajiban yang sama, yang selaras antara satu dengan lainnya. Tidak ada yang mendominasi atau didominasi atau adanya tirani minoritas dan dominasi mayoritas.
Toleransi merupakan ajaran agama yang sangat mendasar. Prinsip toleransi ini harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dalam negara. Manusia tidak hidup sendirian tetapi hidup dalam masyarakat yang berbeda suku, agama, ras dan antar golongan. Tujuan hidup adalah untuk memperoleh keselamatan, baik keselamatan di dunia maupun keselamatan nanti di akherat. Oleh karena itu untuk memperoleh keselamatan tentu kita juga harus menyelamatkan orang lain. Jangan sampai kita ingin selamat tetapi kita tidak menyelamatkan orang lain. Untuk membangun keselamatan maka kita harus memiliki kasih sayang, tolong menolong, jujur, dapat dipercaya dan perilaku lain yang senada dengan tujuan untuk memperoleh keselamatan.
Pendidikan karakter bagi bangsa ini sangat penting mengingat kita akan memasuki 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Artinya bahwa dalam rangka tahun emas kemerdekaan Indonesia itu harus disiapkan generasi yang benar-benar memiliki basis pemahaman, sikap dan perilaku keagamaan dan kebangsaan yang tuntas, yang benar-benara menjadi orang Indonesia dengan agamanya yang moderat.
Jika kita ingin melihat hal ini, maka tidak ada pilihan lain kecuali kita memilih karakter yang baik dan benar sesuai dengan ajaran agama yang wasathiyah dan menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan pilihan terbaik bagi bangsa ini, yaitu menegakkan empat pilar konsensus kebangsaan, yaitu; menegakkan Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan kebinekaan sebagai realitas sosial, agama dan kebudayaan bagi bangsa Indonesia.
Wallahu a’lam bi al shawab.

