(Sumber : UPN Veteran Jakarta)

Optimisme 2023: Diskusi ADP untuk Indonesia (Bagian Satu)

Opini

Diskusi tentang apa dan bagaimana Indonesia pada tahun 2023 dilakukan oleh Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP) pada Rabu, 11 Januari 2023 melalui ruang zoom. Acara ini dilaksanakan mulai pukul  19.45 WIB sampai pukul 23.15 WIB. Hadir di dalam acara ini adalah para sahabat dari Majelis Pakar ADP dan juga Pengurus Pusat ADP. Mereka datang dari lintas Perguruan Tinggi di Indonesia. Dari UIN, IPB, UNNES, UNDIP, Universitas Paramadina dan IAIN yang merupakan aktivis pergerakan. Mereka adalah dosen-dosen yang selama ini mengabdi pada Lembaga Pendidikan Tinggi. Selain dari dalam negeri juga hadir, Prof. Sumanto Al Qurthubi dari Arab Saudi. Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Umum IKA PMII, Ahmad Muqawwam. 

  

Acara ini berlabel “Meneroka 2023: Outlook Agama, Hukum, Politik, Pendidikan dan Ekonomi”, sebuah upaya untuk menggambarkan Indonesia pada tahun 2023 terkait dengan dimensi agama, pendidikan, social, politik, hukum, dan ekonomi. Hadir sebagai nara sumber adalah para dosen yang memiliki kapasitas di dalam bidang keilmuannya. Yang menjadi keynote speaker adalah Ahmad Muqawwam, sebagai Ketua Umum IKA PMII, dan saya. sedangkan narasumbernya adalah Prof. Abdurahman Mas’ud, Ph.D yang berbicara tentang Moderasi Beragama, Prof. Imam  Taufiq dan Prof. Ulfi berbicara tentang Pendidikan tinggi, Prof. Dr. Zainal Effendi dan Darwanto berbicara tentang ekonomi, dan Dr. AK. Umam berbicara tentang Agama, Hukum dan Politik dengan moderator Aras Prabowo. 

  

Di dalam presentasinya Prof. Imam Taufiq menjelaskan tentang perlunya peningkatan kualitas Pendidikan. Terutama Pendidikan tinggi Islam. Pendidikan tinggi Islam harus memasuki era baru pada tantangan Revolusi Industri 5.0. Pendidikan tinggi Islam tidak boleh ketinggalan dalam membangun kemajuan baik pada PT maupun masyarakat dan bangsa. Ada beberapa variable yang diperlukan pada era ke depan, yaitu bagaimana PT dapat menjalankan sepenuhnya era baru PT, yaitu menjadi perguruan tinggi berbasis teknologi informasi. Pengalaman tentang Pendidikan di era Covid-19 dengan program pendidikan berbasis online, ternyata membawa dampak yang signifikan bagi perubahan manajemen pendidikan, khususnya program pembelajaran. Berbekal pada pengalaman tersebut, maka banyak PT yang kemudian menyelenggarakan  program pendidikan berbasis online. Tidak hanya itu, pelayanan pendidikan juga harus memasuki teknologi informasi dalam kerangka menjemput terhadap generasi milenial yang canggih dalam bidang ini. Manajemen pelayanan berbasis IT wajib dilakukan. Selain itu, juga penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa. Dosen harus diarahkan agar menjadi professor dan mahasiswa agar diarahkan pada penerapan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. MBKM ini harus didorong di PTKI karena memang relevan dengan tuntutan pengalaman belajar yang optimal. Selain itu juga penguatan akreditasi, sebab pengakuan nasional maupun internasional sangat diperlukan sebagai standart kualitas kelembagaan.

  

Prof. Ulfi menyatakan bahwa tantangan Pendidikan Islam ke depan adalah dalam menghadapi Era Revolusi Industri 5.0. Yang dihadapi oleh PTKI adalah bagaimana menciptakan generasi yang akan datang dengan 4C yang sedemikian kuat. Four C tersebut adalah competency, critical thinking, communications and collaborations. PTKI harus menghasilkan orang-orang yang kompeten dalam bidangnya, baik hard skill maupun soft skilll. Makanya, penguatan program studi untuk menghasilkan talenta-talenta hebat sangat diperlukan. Di sinilah pentingnya MBKM. Perguruan tinggi juga harus menghasilkan orang yang bisa berpikir kritis. Orang yang mampu menghasilkan inovasi dan keterbaruan konsep dan praksis di dalam bidangnya. Dosen harus mendorong para mahasiswa untuk menemukan hal-hal baru sesuai dengan program Discovery Learning. Dunia yang akan datang akan dikuasai oleh siapa yang memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan berkolaborasi. Siapa yang menguasai 4C, maka dialah yang akan leading di dalam kehidupannya.

  

Prof. Zaenal dari IPB menyatakan bahwa kita harus optimis dalam bidang ekonomi pada tahun 2023. Meskipun dunia diprediksi akan menghadapi resesi yang hebat, akan tetapi peluang Indonesia untuk bertahan dalam ekonomi masih cukup besar. Hal ini disebabkan oleh fondasi ekonomi Indonesia yang relatif baik. Jika pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi dalam kisaran 2% atau lebih, akan tetapi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan relative stabil dalam kisaran 5%. Memang juga harus diakui bahwa di dalam percaturan ekonomi global Indonesia masih sering kalah terutama dalam perundingan ekspor import, misalnya produk mentah atau produk jadi, maka Indonesia masih sering kalah. Jika kompetisi tersebut bisa dimenangkan Indonesia, maka peluang Indonesia untuk menjadi negara maju dipastikan sangat terbuka.

  

Darwanto, Msc juga menyatakan bahwa berdasarkan data-data makro ekonomi, maka Indonesia sebenarnya aman dalam menghadapi tahun 2023.  Tidak ada variable yang mengkhawatirkan dilihat dari perspektif ekonomi. Perekonomian Indonesia on the track dan selama variabel politik dan keamanan terjaga maka potensi Indonesia untuk berkembang secara ekonomi relative baik. Pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen merupakan pertumbuhan yang sangat riil dalam relasi ekonomi dunia dewasa ini. Posisi Indonesia sebagai G20, tentu sangat ril dalam kapasitas pengembangan ekonomi. Jika negara lain potensil terkena imbas perang Soviet dan Ukraina dan juga peluang resesi ekonomi dunia, akan tetapi posisi ekonomi masih relative stabil. 

  

AK. Umam dalam pembicaraan tentang agama, politik dan hukum menyatakan bahwa kontestasi politik di Indonesia sudah mulai dirasakan pada akhir tahun 2022 dan akan terus berlangsung pada tahun 2023 dan akan menjadi menguat pada tahun 2024. Kontestasi politik tersebut akan bertali temali dengan media social yang permisif. Pemilu 2024 akan menjadi ajang kontestasi partai-partai yang mengidentifikasi dirinya dengan Islam. Misalnya PAN yang akan bertarung dengan Partai Umat. Padahal sementara ini, PAN itu identik dengan Amin Rais. Jadi akan terjadi perubahan dramatis dalam peta politik tersebut. Demikian pula PKS dan Partai Gelora. Apakah PKS akan terkikis suaranya rasanya tidak. PKS memiliki pemilih loyal. Jadi peluang Partai Gelora pada massa mengambang yang jumlahnya cukup besar di Indonesia. PKB rasanya cukup aman, tetapi PPP harus bekerja keras jika tetap ingin berpartisipasi pada Pemilu 5 tahun ke depan. Sebagai tambahan, tentang moderasi beragama juga diharapkan agar jangan menjadi moderat-radikal, sehingga  potensi untuk merangkul semua pihak termasuk yang radikal kanan akan tetap terjaga. Moderasi beragama itu seharusnya merangkul dan bukan memukul.

  

Wallahu a’lam bi al shawab.