(Sumber : detik news)

Para Pemimpin Haus Darah: Trump dan Netanyahu

Opini

Di masa lalu, Hitler disebut sebagai pemimpin haus darah. Berkat kekuasaannya, maka Hitler dapat memicu Perang Dunia Kedua. Kebenciannya terhadap kaum Yahudi, membuat  Hitler pun melakukan genosida terhadap Bangsa Yahudi, khususnya di Jerman dan juga di negara-negara Eropa lainnya. Akibatnya, terjadi eksodus besar-besaran kaum Yahudi ke seluruh dunia, khususnya ke Amerika Serikat.

  

Eksodus kaum Yahudi di Amerika Serikat ini yang menjadi awal mula perkembangan Yahudi Internasional untuk bersatu mendirikan negara Israel, yang sekarang sedang berperang melawan Iran. Yahudi Zionis yang menguasai Israel, memiliki keberanian yang besar karena di belakangnya terdapat kekuasaan Amerika Serikat. Dan ini sudah dibuktikan dengan serangan Amerika Serikat terhadap tiga kekuatan produksi nuklir di Isfahan, Pordo dan Nathan. Amerika menuduh bahwa Iran mengembangkan nuklir untuk persenjataan. Tuduhan yang sama pernah dilakukan oleh Amerika terhadap Irak dan kemudian memicu perang di Timur Tengah dan berakibat terbunuhnya Presiden Saddam Hussein. Padahal hingga kini sama sekali tidak terbukti bahwa Irak mengembangkan senjata nuklir.

  

Tuduhan bahwa Iran mengembangkan senjata nuklir ini dianggap juga sebagai alasan untuk menghancurkannya. Masyarakat dunia sesungguhnya tidak percaya atas hal tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh PBB juga tidak menemukan Iran sedang mengembangkan nuklir untuk persenjataan. Menteri Luar negeri Iran juga menyatakan bahwa Iran mengembangkan nuklir justru untuk perdamaian. Serangan Israel atas Iran juga dengan isu yang sama. Dengan pongah Perdana Menteri Israel Netanyahu menyatakan bahwa serangan Amerika Serikat atas pusat nuklir Iran adalah untuk perdamaian dunia. Orang yang memiliki akal sehat tentu tidak bisa memahami pernyataan Netanyahu, sebab tangannya sudah berlumuran darah bangsa Palestina. Tetapi dia berteriak  bahwa serangan atas Iran adalah untuk perdamaian dunia. Sebuah paradoks dan kebohongan yang luar biasa besarnya.

  

Di era modern sekarang ini juga terdapat pemimpin yang haus darah. Di antaranya yang sangat menonjol adalah Trump dan Netanyahu. Pemimpin Israel dan Amerika Serikat ini sangat layak dijuluki sebagai pemimpin haus darah. Keduanya, adalah pemimpin yang menghalalkan segala cara untuk meraih ambisinya. Dalam kerangka  membangun Israel Raya, maka Netanyahu menghalalkan darah orang Palestina di Gaza dan juga dalam kepentingan penguasaan Tunggal atas Timur Tengah.  Penyerangan atas  Iran juga dengan dalih pemusnahan senjata nuklir.

  

Netanyahu adalah Perdana Menteri Israel yang lahir pada 21 Oktober 1949. Usianya sekarang 75 tahun. Jabatan sebelumnya adalah Pemimpin Operasi Israel, Menteri Pertahanan Israel dan sekarang Perdana Menteri Israel. Pendidikannya diselesaikan di Amerika Serikat, di antaranya adalah Massacussetts Institute of Technology (MIT). Netanyahu adalah politisi yang sangat ambisius untuk mewujudkan Isarael raya. Tidak ingin ada kekuatan bersenjata yang melebihi kekuatan Israel. Maka dibangun Irondome yang dipersepsikan oleh masyarakat dunia, termasuk masyarakat dunia Timur Tengah bahwa Irondome merupakan pertahanan militer yang paling strategis dan terkuat di dunia. Tidak mampu senjata macam apapun untuk mengoyaknya. 

   

Tetapi inilah dunia persepsi sosial yang dibangun sebagai fakta social. Jadi bukan faktanya tetapi persepsi dunia yang sengaja dibuatnya. Makanya, di kala Irondome berhasil diluluhlantakkan oleh Iran dengan Rudal al Fattah, maka masyarakat sontak mengetahui bahwa Irondome bukanlah sebagaimana yang dipersepsikannya. Irondome bukan kekuatan abadi, tetapi kekuataan duniawi yang bisa dilumpuhkan oleh  kekuatan duniawi juga. irondome sebagai system pertahanan tercanggih ternyata bukan sebagaimana faktanya. 

   

Di tangan Netanyahu, Israel menjadi negara teroris yang sebenarnya. Mereka melakukan genosida atas penduduk Gaza, terutama anak-anak. Baginya dengan membunuh anak-anak, maka generasi pelanjut Bangsa Palestina tidak akan ada lagi. Serangan  demi serangan atas penduduk sipil di Gaza dan Tepi Barat terus dilakukan seirama dengan keinginannya untuk membentuk Israel Raya. Pasukan Hamas juga terbatas, sementara itu Israel memperoleh pasokan senjata dari tuan besarnya,  Trump. Sampai suatu saat, Israel menyerang Iran, pusat-pusat pengembangan nuklir, dan kemudian balasan Iran pun tidak terduga. Serang dan terus serang, sampai akhirnya memaksa Amerika Serikat terlibat di  dalam peperangan regional ini. Trump juga salah satu pemimpin yang haus darah.

  

Trump sekarang berusia 79 tahun. Lahir 14 Juni 1946. Semula adalah pebisnis dan kemudian masuk dalam dunia politik lewat Partai Republik. Dia menjabat Presiden Amerika pada tahun 2017-2021 dan 20 Janurai  2025. Trump dikenal keras menyuarakan kepentingan Amerika di luar negeri. Dia adalah pemimpin Amerika, sebagaimana pendahulunya dari Partai Republik yang gemar perang. Memang kebanyakan Presiden Amerika Serikat yang berasal dari Partai Republik merupakan pemimpin yang konservatif dan cenderung untuk melakukan perang terhadap negara lain, misalnya perang terhadap Irak dan juga Lybia. Bagi Amerika, Trump, jika ada pemimpin negara yang “berani” melawan kebijakan double speak atau double standart Amerika harus dilenyapkan. Tuduhannya sama, mengembangkan persenjataan nuklir. Trump Kembali terpilih jadi presiden, padahal kasusnya banyak dan sempat juga di dimakzulkan. Meskipun begitu, Trump Kembali terpilih menjadi presiden Amerika untuk kedua kalinya.

  

Iran ingin dihancurkan karena tuduhan pengembangan nuklir untuk persenjataan. Padahal hasil investigasi internasional sama sekali tidak didapatkan bukti tuduhan dimaksud. Negeri ini dibombardir oleh Israel dan Amerika dengan tuduhan yang sama. Dianggap memiliki senjata nuklir. Padahal di saat tiga tempat yang dibom oleh Amerika, Isfahan, Fordo dan Nathan, sama sekali tidak menunjukkan adanya radiasi yang terkait dengan nuklir.

  

Dunia sepertinya sudah tidak lagi percaya atas Amerika, hanya sayangnya bahwa Amerika masih berambisi untuk menjadi negara dengan kekuatan besar atau super power yang bisa mengatur atas negara-negara lain di dunia. Trump dan Netanyahu pantas disebut sebagai pemimpin dunia yang haus darah.

  

Wallahu a’lam bi al shawab.