(Sumber : Dokumentasi Penulis )

Perempuan Multi-Talenta: Arzeti Bilbina

Opini

Mbak Arzeti begitulah saya memanggilnya, tentu sudah lama saya kenal. Semenjak Beliau masuk di dalam Gedung Senayan Jakarta, 2015 hingga sekarang. Beliau menjadi anggota DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari daerah pemilihan Surabaya dan Sidoarjo. Wilayah ini dikenal dengan daerah pemilihan neraka, karena tingkat persaingannya yang sangat tinggi. Saya mengenalnya semenjak lama, kala saya menjadi partner secara kelembagaan atau Kementerian. 

  

Saya berkarir di Kementerian Agama (Kemenag) yang menjadi partner Komisi VIII DPR RI. Mbak Arzeti berada di Komisi VIII pada waktu itu. Ada beberapa nama yang saya ingat, seperti Ingrid Kansil, Dessy Ratnasari dengan Ketua Komisi VIII adalah Mbak Ida Fauziyah, alumnus Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel, kini UIN Sunan Ampel Surabaya. Saya rasa tidak lama Mbak Arzeti di Komisi ini. Sebagaimana diketahui bahwa Komisi VIII adalah partner Kementerian Agama, Kementerian Sosial,  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sebagai seorang anggota DPR yang berasal dari kalangan artis tentu dengan mudah mengenalnya. 

  

Nama panjangnya adalah Arzeti Bilbina Huzaimi. Dilahirkan di Lampung pada 04 September 1973. Suaminya bernama Aditya Setiawan, dengan tiga putra dan putri, yaitu Bagas Wicaksono Rahadi Setyawan, Gendis Setiawan dan Dimas Aryo Baskoro Rahadi Setyawan. Mbak Arzeti menyelesaikan Pendidikan Sarjana di Universitas Nasional tahun 2013-2015. Beliau adalah Sarjana Ekonomi (SE) dan berhasil menyelesaikan program strata dua dengan gelar M.A.P., dan juga berhasil menamatkan Pendidikan doctor Ilmu Politik di Universitas Nasional Jakarta.

  

Mbak Arzeti tentu dengan mudah dikenali. Sebagai seorang artis, maka dengan sangat mudah orang mengetahuinya. Memang ada semacam policy di masa lalu yang juga berlanjut sampai sekarang, bahwa para artis sengaja dipasang di daerah pemilihan yang berat, seperti dapil Surabaya dan Sidoarjo. Ada banyak artis yang kemudian melenggang ke Gedung Senayan karena factor ketenarannya sebagai Bintang iklan, film dan model. 

  

Mbak Arzeti ini memang perempuan dengan multitalenta. Benar-benar seorang perempuan dengan banyak kemampuan yang dikaruniakan  Allah kepadanya. Semenjak tahun 2015- hingga sekarang Beliau selalu memenangkan pertarungan dalam pilihan legislative  dari Fraksi PKB. Beliau konsisten membela PKB dan terus berada di dalamnya. Berbeda dengan politisi lainnya yang terkadang menjadi kutu loncat. Mbak Arzeti selalu di dalam barisan Ketua Umum PKB, Cak Muhaimin. Mulai menjabat pada 27 Januari 2015 sebagai anggota DPR,  pengganti antar waktu sampai  30 September 2019. Dan kemudian mencalonkan lagi dan konsisten memenangkan pertarungan hingga di dalam pileg 2024. 

Sebagai aktivis partai politik, pilihan cerdas tentu sangat dibutuhkan. Dan pilihan Mbak Arzeti saya kira tepat. Beliau selalu mengedepankan pilihan parpol yang telah membesarkannya. Tidak tergoda untuk meloncat ke partai lain yang terkadang juga menjanjikan keterpilihan. Berkat konsistensi tersebut, maka pada tahun 2019 perolehan suaranya adalah 53.185 suara. Mbak Arzeti tidak hanya cerdas menjadi peragawati, dan Bintang film dan presenter tetapi juga piawai sebagai politisi. Karirnya dimulai dari dunia model. Wajahnya tentu sering nongol di Majalah Kartini, dan juga media cetak lainnya. Kemudian melanjutkan peruntungan sebagai Bintang film. Pernah melakukan acting dalam FTV yang berjudul “Ajari Aku Cinta” dan juga sinteron “Romantika”. Selain itu juga menjadi presenter di acara televisi dan memiliki kelas modeling bersama sahabat-sahabatnya. 

  

Mbak Arzeti telah berhasil menaklukkan para pemilih PKB di wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Surabaya dan Sidoarjo memang dikenal sebagai pemilih PKB yang berkomitmen. Namun demikian yang lebih dominan tentu adalah kemampuan politiknya untuk selalu berada di dalam dinamika kehidupan social para pemilihnya. Mbak Arzeti adalah politisi yang tidak lupa akan siapa yang memilihnya. Sebelum pileg 2024, maka Mbak Arzeti wira-wiri Jakarta-Surabaya dan Sidoarjo untuk menyapa konstituennya. Demikian pula setelah terpilih.

  

Baru-baru ini, Mbak Aezeti juga menyapa pendukungnya dalam paket kegiatan halal bi halal yang diselenggarakan di Hotel Papilio Jalan Ahmad Yani Surabaya. Acara ini dipadukan dengan Sosialisasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Acara sosialisasi tersebut tentu diperlukan untuk memberikan pencerdasan terhadap para Ibu tentang arti pentingnya pengawasan atas penggunaan obat dan juga makanan. Bukankah dewasa ini ada sejumlah produk yang sudah memperoleh sertifikat halal akan tetapi menyalahgunakannya. 

  

Setelah selesai, maka dilakukan acara Halal bi Halal yang diikuti tidak kurang dari 250 orang dan kebanyakan ibu-ibu. Mereka adalah konstituen PKB yang selama ini menjadikan Mbak Arzeti sebagai wakilnya di parlemen. Pada acara Halal bi Halal ini,  yang memberikan taushiyah adalah Dr. KH. Syukron Jazilan, seorang penceramah agama yang telah malang melintang dalam jagad dakwah di Indonesia. Ada empat stasiun televisi yang sering memajang ceramahnya dan juga pemberi pengajian di masyarakat yang sangat tersohor. Saya kebagian doa saja. Mungkin karena saya yang paling senior. 

  

Mbak Arzeti juga sering memberikan komentar atas berbagai fenomena social yang sedang dihadapi oleh Masyarakat. Yang terakhir adalah mengenai penahanan ijazah oleh sebuah perusahaan di Surabaya. Sebagai politisi, tentu dipastikan pentingnya media social sebagai wadah artikulasi kepentingan, dan salah satu di antaranya adalah Instagram arzetibi.

  

Sebagai wakil rakyat tentu yang diharapkan para konstituennya adalah kekokohan sikapnya dalam membela kepentingan rakyat. Masyarakat tentu mengharap bahwa para wakilnya adalah orang yang membelanya di dalam kepentingan sebagai warga masyarakat, bangsa dan negara. Dan ini sudah dilakukannya.

  

Wallahu a’lam bi al shawab.