Piala Dunia 2022: Antara Realitas dan Magi dalam Sepak Bola
OpiniBola itu bundar. Itulah salah satu dari keunikan sepak bola, yang menggambarkan bahwa tidak selamanya yang diunggulkan itu pastilah menang dan yang underdog pasti kalah. Itulah gambaran tentang bola itu bundar. Terkadang tidak bisa ditebak, sebab semuanya tergantung pada keunggulan strategi dan tampilan permainan sepak bola. Sangat tergantung pada bagaimana para pemain bisa menerapkan strategi yang dirancang oleh pelatih dan yang pasti juga kebugaran para pemain yang memang harus bermain bola selama 90 menit lebih dalam setiap hari.
Di dalam Piala Dunia 2022, tentu tidak ada yang menyangka bahwa Jerman sebagai kiblat sepak bola dunia tersingkir dari 16 besar yang dapat melaju pada fase knock out, dan tentu juga tidak ada yang menyangka Italia, negara dedengkot sepak bola juga tidak tampil dalam Piala Dunia 2022. Tentu juga banyak terjadi kejutan di dalam Piala Dunia 2022. Masyarakat pecinta bola tentu dibuat kaget kala Arab Saudi bisa mengalahkan Argentina. Arab Saudi yang sama sekali tidak diunggulkan bisa mengalahkan dengan dramatis atas tim Argentina yang bertaburan dengan bintang-bintang sepak bola dunia. Ada Messi, pemain sepak bola yang berkali-kali memenangkan Ballon d’Orr. Ada juga Angel de Maria, Paulo Dybala, dan lain-lain yang malang melintang di dalam tim-tim sepakbola Eropa. Begitu hebatnya Arab Saudi maka apresiasi dan penghargaan langsung diterima, misalnya hadiah mobil Roll Royce dari Pangeran Mohammad bin Salman.
Siapa yang menduga bahwa Jepang bisa mengalahkan Jerman yang bertabur bintang. Siapa yang tidak tahu penjaga gawang hebat Jerman Manuel Neuer, penyerang Thomas Muller, dan Sergey Genebri. Pemain hebat ini ternyata kalah dari pemain Jepang, yang mengandalkan kecepatan dan kerja keras sepanjang waktu pertandingan. Jerman mampu bermain imbang dengan Spanyol dan menang melawan Kosta Rica, akan tetapi kemenangan atas Costa Rica tidak mampu menolongnya untuk masuk babak 16 besar karena kalah jumlah gol dengan Spanyol.
Kejutan yang tidak kalah menarik adalah kehebatan permainan Maroko, Jepang dan Korea Selatan. Jepang bisa mengalahkan Spanyol dan Korea Selatan bisa mengalahkan Portugal. Bahkan Jepang dapat menjadi juara grup melampaui Portugal. Termasuk Moroko, negara yang sama sekali tidak diunggulkan dan ternyata menjadi juara grup. Yang termasuk kejutan adalah kala Brazil dikalahkan oleh Kamerun dan Prancis dikalahkan oleh Tunisia.
Sesungguhnya permainan bola mengandung misteri. Di antara misteri tersebut adalah keberuntungan. Ada tim yang beruntung dan ada tim yang tidak beruntung. Misalnya dalam tendangan penalty. Bukankah pemain tenar dengan kemampuan bermain bola sangat baik, akan tetapi gagal dalam menendang bola dalam tendangan penalti. Siapa yang tidak kenal Roberto Baggio, pemain depan Italia yang gagal dalam tendangan penalti dalam final Piala Dunia. Siapa yang tidak kenal Lionel Messi yang juga gagal dalam tendangan penalti dalam Piala Dunia 2022. Inilah dunia sepakbola yang di dalamnya dipastikan terdapat keberuntungan atau ketidakberuntungan yang tidak bisa diprediksi sebelumnya.
Tidak hanya keberuntungan tetapi juga kesialan. Ada istilah di dalam sepak bola yaitu kutukan. Ada beberapa tim yang tidak pernah menang di dalam even sepak bola pada lapangan sepak bola tertentu. Selalu saja ada kegagalan di dalamnya, misalnya tendangan yang membentur mistar gawang dan tidak hanya sekali tetapi berkali-kali. Makanya, jika ada sebuah tim sepakbola yang tendangannya mengenai tiang gawang, lalu muncul pernyataan: “tim ini sial”.
Permainan sepak bola bukan hanya sebuah permainan dengan skill, seni dan talenta yang hebat, akan tetapi juga dengan modal yang kuat, sebab perkumpulan sepak bola sudah menjadi industri. Di negara-negara Barat, tim sepak bola sudah menjadi lahan bisnis yang menghadirkan keuntungan. Itulah sebabnya ada beberapa pengusaha besar dari Timur Tengah yang membeli klub sepak bola sebagai bagian dari investasi yang memang diharapkan. Para pemain sepak bola adalah asset yang sangat bernilai dan menjadi daya tarik klub untuk mendatangkan uang.
Kekayaan beberapa klub sepak bola di Eropa tentu saja luar biasa. Lima dari klub sepak bola yang terkaya di dunia adalah Real Madrid dengan kekayaan sebesar 4,5 milyar poundsterling, kekayaannya meningkat 7 persen setelah memenangkan gelar La Liga Spanyol dan masuk final Liga Champion. Sementara itu Barcelona berada pada urutan berikutnya dengan kekayaan 4,1 milyar poundsterling, dan MU berada pada urutan ketiga dengan kekayaan sebesar 3,65 milyar poundsterling. Liverpool berada pada urutan ke empat dengan kekayaan sebesar 3,53 milyar poundsterling, dan peringkat ke lima adalah Bayern Munich dengan kekayaan 3,39 miliar poundsterling. (cnbc.com 22/06/2022).
Tidak hanya itu, perhelatan Piala Dunia juga menyajikan tindakan magis. Tindakan magis diambil oleh manusia di kala akal tidak lagi dapat memberikan solusi atas hal-hal yang sedang dipikirkan. Magi di dalam sepak bola tentu berbeda dengan magi di dalam kehidupan masyarakat pada umumnya, di mana kekuatan gaib digunakan sebagai jalan pintas untuk menyelesaikan masalah kehidupan. Makanya agama mengajarkan kepatuhan kepada Tuhan atau Allah SWT, sedangkan magi justru menjadikan kekuatan gaib agar digunakan manusia untuk menolongnya.
Di dalam sepak bola, maka magi tersebut dapat berupa penggunaan binatang, misalnya onta yang digunakan untuk memberikan tebakan siapa yang akan menjuarai Piala Dunia 2022. Binatang tersebut dianggap memiliki kemampuan bukan sembarangan karena dipandu oleh kekuatan adikodrati sehingga tebakannya akan benar. Entah percaya atau tidak tetapi di dalam dunia sepak bola juga terdapat penggunaan kekuatan adikodrati untuk memberikan informasi penting dalam jalannya pertandingan dan akhir pertandingan sepak bola.
Wallahu a’lam bi al shawab.

