(Sumber : Tribunnews.com)

Evolusi Setengah Abad Penelitian Pendidikan Islam

Riset Agama

Artikel berjudul “Documenting the Half-Century Evolution of Islamic Education Research: A Probabilistic Topic Modeling Study of the Literature from 1970 to 2023” merupakan karya Aziz Awaludin. Tulisan ini terbit di Studia Islamika: Indonesian Journal  for Islamic Studies tahun 2024. Penelitian ini menggunakan Correlated Topic Modeling (CTM), sebuah teknik pembelajaran mesin, untuk menganalisis 1.116 dokumen terindeks Scopus tentang pendidikan Islam yang mencakup rentang 54 tahun (1970-2023). Terdapat 19 topik yang kemudian dijadikan empat kelompok tematik yakni, kelompok dan metode dasar, isu sosial pengajaran dan pembelajaran, serta sistem dan pengatuan pendidikan.  Terdapat empat sub bab dalam resume ini. Pertama, pendahuluan. Kedua, pendidikan Islam: prinsip, pengambangan dan tinjauan penelitian. Ketiga, topik utama dalam literatur pendidikan Islam. Keempat, evaluasi topik. 

  

Pendahuluan

  

Penelitian dalam pendidikan Islam mengeksplorasi berbagai dimensi pendidikan dalam tradisi budaya, sejarah, intelektual, dan teologi Islam. Penelitian pendidikan Islam digunakan untuk menghasilkan pengetahuan guna membimbing praktik profesional dan membentuk kebijakan di lapangan. Hal ini penting untuk pendidikan agama Islam yang berkualitas dengan meletakkan dasar untuk pemahaman yang lebih baik tentang proses pendidikan agama. Studi pendidikan Islam sebagai kerangka akademis yang unik dan menonjolkan perlunya budaya transformatif dalam pendidikan Muslim untuk mendorong pemikiran kritis dan perubahan positif. Konvergensi dan divergensi antara nilai-nilai pendidikan Islam dan Barat telah menawarkan agenda penelitian interdisipliner baru untuk pendidikan Islam.

  

Pendidikan Islam: Prinsip, Pengambangan dan Tinjauan Penelitian

  

Beberapa cendekiawan sepakat bahwa tujuan utama pendidikan Islam adalah untuk menyampaikan nilai-nilai, keyakinan, dan praktik Islam kepada siswa; dengan cara ini, siswa Muslim dapat menumbuhkan identitas Islam dan memahami hubungan mereka dengan Allah SWT, orang lain, dan lingkungan alam. Jadi, diperlukan lembaga yang mapan untuk menyampaikan nilai-nilai ini. Artinya, sekolah Islam telah memainkan peran penting dalam perjalanan pendidikan siswa Muslim. Lembaga-lembaga ini telah menyediakan lingkungan yang mendukung untuk mempelajari Islam dan menghadapi tantangan bahkan dalam lingkungan non-Islam seperti negara-negara Barat. 

  

Pendidikan Islam memegang peranan penting dalam membentuk identitas dan perspektif siswa Muslim untuk membantu mereka memahami dan terlibat dengan dunia yang terus berubah dengan cepat. Hal ini membantu individu muda Muslim mengembangkan identitas yang menawarkan landasan dalam nilai-nilai Islam. Literatur juga menunjukkan bahwa pendidikan Islam sangat menekankan keaslian dan nilai-nilai Islam; hal ini mendesak penggabungan nilai-nilai pendidikan sejati yang berakar pada asal-usul Islam. penelitian terkini tentang pendidikan Islam juga telah menyentuh prinsip prinsip inklusivitas dan multikulturalisme. Isu-isu ini sangat penting dalam masyarakat modern dalam mempromosikan pemahaman dan apresiasi terhadap keberagaman. 

  

Pendidikan Islam telah berubah untuk menyesuaikan diri dengan pergeseran masyarakat dan mengintegrasikan metode dan teknologi baru. Pada tahap awal Islam, pendidikan Al-Quran dianggap mendasar, dengan pengetahuan tambahan yang dibangun di atasnya. Pendidikan Al-Quran telah menjadi bagian integral Islam dengan menekankan peran pentingnya dalam menanamkan keyakinan pada anak-anak. Pendidikan Islam harus dikaitkan dengan madrasah (sekolah Islam), tempat pendidikan dan pelatihannya. Berdirinya sistem kelembagaan madrasah di seluruh dunia telah memberikan kontribusi bagi perkembangan pendidikan Islam. Pendirian ini terwujud dalam beberapa dimensi penting. Pertama, madrasah telah memainkan peran penting dalam meningkatkan integrasi dan pertukaran budaya serta telah menjadi tempat bagi berbagai masyarakat dan budaya untuk berasimilasi ke dalam ajaran Islam yang terpadu. Kedua, madrasah telah mengalami reformasi untuk menyesuaikan diri dengan lanskap globalisasi yang terus berkembang. Madrasah telah menghadapi tantangan seperti pengetahuan baru, transformasi masyarakat, dan kemajuan teknologi. 

   

Pada kaitannya dengan dimensi topik, penelitian pendidikan Islam mencakup berbagai topik yang mengeksplorasi persimpangan antara Islam, pendidikan, dan masyarakat. Topiknya berkisar dari manajemen, kepemimpinan, dan kebijakan hingga studi gender dan perempuan. Pendidikan Islam telah menjadi lahan subur tempat studi interdisipliner berkembang pesat. Singkatnya, eksplorasi pendidikan Islam melalui tinjauan sistematis telah mengungkap lanskap yang kaya dan beragam yang menekankan pentingnya studi interdisipliner yang semakin meningkat di bidang ini. Studi-studi ini secara kolektif menyerukan integrasi yang lebih dalam dari dimensi spiritual dan budaya dalam kepemimpinan pendidikan dan penyertaan perspektif berbasis agama yang lebih luas dalam wacana ilmiah. Karena bidang pendidikan Islam terus berkembang, sangat penting bahwa penelitian masa depan tidak hanya membangun tinjauan dasar ini, tetapi juga mengeksplorasi jalan baru untuk memperkaya percakapan akademis lebih jauh. Hingga saat ini, banyak penelitian telah dilakukan untuk memahami dan meningkatkan pendidikan Islam.


Baca Juga : Menjaga Spiritualitas Pendidikan: Yayasan Pendidikan Islam Darmo Permai

  

Topik Utama dalam Literatur Pendidikan Islam

  

Sejumlah 19 topik utama pada penelitian tersebut yakni Sistem Pendidikan, Kewarganegaraan Global, Filsafat Pendidikan, Manajemen & Kepemimpinan Pendidikan, Penyelidikan Kuantitatif, Isu Gender & Kelas, Teknologi Pendidikan, Perspektif Internasional, Media Daring & Digital, Pemuda & Komunitas Muslim, Pendidikan Karakter, Pendidikan Nilai, Pendidikan Tinggi, Politik & Negara-Bangsa, Guru & Pengajaran, Sekolah Islam, Sejarah Pendidikan, Pembelajaran Siswa, dan Kebijakan & Reformasi Pendidikan dikempokkan menjadi empat topik. Pengelompokan topik tersebut berdasarkan kesamaan konseptual dan tematiknya, yakni 1) Konsep dan Metode Dasar, 2) Isu Sosial, 3) Pengajaran dan Pembelajaran, dan 4) Sistem dan Pengaturan Pendidikan. 

  

Pertama, klaster Konsep dan Metode Fundamental yang terdiri dari empat topik secara kolektif memiliki proporsi tertinggi di antara semua klaster, yaitu sebesar 33,2%. Topik pertama, Filsafat Pendidikan (3, 8,9%), membahas landasan filosofis dalam pendidikan Islam. Selanjutnya, Topik Inquiry Kuantitatif (5, 5,2%) mencakup penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif dalam metodenya. Lebih jauh, Nilai Pendidikan (12, 9,1%) melibatkan karya-karya seperti buku yang membahas tentang hakikat pendidikan agama yang diperebutkan. Topik terakhir dalam kelompok tersebut, Sejarah Pendidikan (Topik 17, 10%) yang menelusuri sejarah hidup tokoh Indonesia yang berpengaruh. 

  

Kedua, klaster Isu Sosial yang memiliki enam topik, mencakup 28,3%. Pertama, topik Kewarganegaraan Global (2, 2,6%) membahas globalisasi dalam pendidikan Islam. Selanjutnya, Topik Isu Gender & Kelas (6, 4,4%) dicirikan dengan studi tentang tantangan dalam pendidikan wanita Muslim di negara minoritas, serta mempertanyakan peran yang dirasakan wanita dalam berkontribusi pada pendidikan Islam dalam masyarakat yang pluralistik. Berikutnya, Perspektif Internasional (8, 4,1%) yang mengeksplorasi pendidikan Islam di negara-negara di dunia dengan dengan menekankan persamaan dan perbedaan serta menyimpulkan bahwa kehadiran Islam yang permanen di berbagai benua. Topik ketiga, Media Daring & Digital (9, 3,7%), membahas penggunaan media baru dalam dunia pendidikan Islam. Selanjutnya, topik Politik & Negara-Bangsa (14, 6,5%) yang meneliti konflik separatis di berbagai negara, serta perdebatan tentang peran pendidikan Islam dalam radikalisasi. 

  

Ketiga, Pengajaran dan Pembelajaran memiliki empat topik dengan proporsi total 20,7%. Pada kelompok  ini, topik Teknologi Pendidikan (7, 6,6%) mencakup studi terkait teknologi. Lebih jauh, Pendidikan Karakter (11, 5,9%) melibatkan karya tentang model pendidikan karakter berdasarkan nilai-nilai Islam. Selanjutnya, Guru & Pembelajaran (15, 5%) dicirikan dengan mengeksplorasi kemampuan mengajar kreatif guru pendidikan Islam. Serta, topik Pembelajaran Siswa (18, 3,2%) membahas isu-isu penting tentang pembelajaran siswa dan bagaimana mereka berhasil secara akademis di sekolah.

  

Keempat, Pendidikan Islam (16, 3,2%) yang membahas mengenai perlunya kerangka pendidikan Islam yang terpadu untuk anak secara menyeluruh berdasarkan konsep tarbiyah. Serta, topik Kebijakan & Reformasi Pendidikan (19, 3%) membahas isu-isu sistemik kebijakan dan reformasi dalam konteks pendidikan Islam. 

  

Evaluasi Topik

  

Secara keseluruhan, sebagian besar topik dalam korpus telah mengalami pertumbuhan dalam hasil penelitian selama 54 tahun terakhir, yang menunjukkan meningkatnya minat ilmiah. Dalam tiga dekade pertama (1970-1999), penelitian terutama difokuskan pada penelusuran Sejarah Pendidikan, dengan publikasi terbatas pada awalnya, tetapi berkembang secara signifikan dari waktu ke waktu. Selain itu, penelitian tentang Pendidikan Nilai dan Filsafat Pendidikan mengalami peningkatan yang signifikan mulai tahun 2000-an, sejalan dengan peningkatan yang konsisten dalam total publikasi. Tidak mengherankan, penelitian pendidikan Islam awal berpusat pada pembentukan prinsip-prinsip dan nilai-nilai pemandu, mengingat keadaan awal. Lebih jauh, dalam dua dekade terakhir (2000-2023), kajian pendidikan Islam semakin beragam dan mengeksplorasi berbagai topik yang sedang berkembang. Tampaknya para sarjana pendidikan Islam mulai lebih memperhatikan topik topik tentang Inquiri Kuantitatif, Teknologi Pendidikan, Pemuda & Masyarakat Muslim, dan Pendidikan Karakter. Meskipun meningkat, pertumbuhan dalam topik-topik ini berlangsung secara bertahap.

  

Kesimpulan

  

Penelitian tersebut mengungkap 19 topik penting yang dikategorikan ke dalam empat kelompok yang terkait dengan konsep dasar, isu sosial, pengajaran dan pembelajaran, dan sistem pendidikan. Melalui penelitian tersebut dapat diketahui bahwa penelitian pendidikan Islam bersifat interdisipliner, dengan hasil pemodelan topik mengidentifikasi bidang-bidang spesifik mencakup sejarah dan filsafat hingga kepemimpinan, kebijakan, kewarganegaraan, gender, dan teknologi. Temuan itu juga menyoroti perkembangan bidang tersebut yang dinamis namun kontroversial. Kemudian, ditandai dengan pertumbuhan publikasi bertahap yang mencerminkan respons terhadap pergeseran masyarakat dan teknologi. Melalui integrasi metode ilmu data ke dalam penelitian pendidikan Islam, tinjauan ini tidak hanya berfungsi sebagai langkah menuju metodologi inovatif tetapi juga mengundang aplikasi pembelajaran lebih lanjut untuk mendukung pertumbuhan bidang tersebut.