FOBO: Ketakutan Gen Z yang Bikin Hidup Terasa Nggak Pernah Cukup
InformasiEva Putriya Hasanah
Kalau kamu anak Gen Z atau millenials yang aktif di media sosial, pasti udah gak asing lagi sama istilah-istilah kayak FOMO (Fear of Missing Out) atau YOLO (You Only Live Once) . Tapi, di belakangan ini ada istilah baru yang lagi naik daun: FOBO alias Fear of Better Options . Istilah ini mungkin terdengar sederhana, tapi dampaknya bisa membuat hidup kita jadi overthinking dan nggak karuan. Nah, apa sebenarnya FOBO itu? Kenapa bisa bikin kita ngerasa gak pernah cukup? Dan bagaimana cara ngatasinnya? Yuk, kita bahas!
FOBO: Ketakutan yang Bikin Kita Terjebak dalam “What If”
FOBO adalah rasa takut bahwa ada opsi yang lebih baik di luar sana, dan kita tidak mau kehilangan kesempatan untuk membuka opsi itu. Misalnya, pas lagi mau milih kuliah, kamu bingung antara jurusan A atau B. Atau pas lagi mau beli laptop, kamu ngerasa ada model lain yang lebih canggih. FOBO bikin kita terjebak dalam lingkaran “what if” dan tidak pernah puas sama pilihan yang sudah kita ambil.
Bedanya sama FOMO, kalau FOMO bikin kita takut ketinggalan momen seru, FOBO bikin kita takut salah ambil keputusan. Kita selalu ngerasa ada opsi lain yang lebih baik, dan itu membuat kita tidak bisa move on dari pilihan yang sudah kita ambil. Akhirnya, kita terjebak dalam fase overthinking dan tidak pernah merasa cukup.
Kenapa FOBO Bikin Hidup Terasa Nggak Pernah Cukup?
FOBO muncul karena kita hidup di era yang penuh dengan pilihan. Mau beli makanan? Ada ratusan menu. Mau cari belajar? Ada ribuan pilihan. Tapi, terlalu banyak pilihan malah bikin kita kebingungan dan nggak bisa nentuin mana yang terbaik. Kita selalu ngerasa ada opsi lain yang lebih baik, dan itu membuat kita tidak pernah puas sama pilihan yang sudah kita ambil.
Selain itu, FOBO juga muncul karena kita terlalu sering mengikat diri sama orang lain. Lihat teman sukses di karir A, kita jadi mikir, “Jangan-jangan aku harus ikut karir itu juga.” Melihat orang-orang yang jalan-jalan ke luar negeri, kita jadi ngerasa, “Kenapa aku nggak kayak mereka?” Padahal, hidup bukan buat dibanding-bandingin. Tapi, FOBO bikin kita nggak bisa berhenti mikirin opsi lain yang sebenarnya nggak relevan sama hidup kita.
Baca Juga : Perlu Menyiapkan BKP-MBKM Bagi Perguruan Tinggi
Dampak FOBO buat Kesehatan Mental
FOBO gak Cuma bikin kita overthinking , tapi juga bisa mengganggu kesehatan mental. Terlalu banyak opsi mikirin yang membuat kita stres dan cemas. Kita jadi tidak bisa menikmati hidup karena selalu merasakan ada sesuatu yang lebih baik di luar sana. Selain itu, FOBO juga membuat kita menyukai nunda-nunda keputusan. Karena takut salah pilih, kita jadi tidak berani mengambil langkah. Padahal, nunda-nunda malah bikin kita kehilangan kesempatan yang udah ada di depan mata.
Yang paling parah, FOBO bikin kita nggak pernah puas sama pilihan yang udah kita ambil. Kita selalu ngerasa ada opsi lain yang lebih baik, dan itu bikin kita nggak bisa bersyukur. Akhirnya, hidup kita menjadi penuh dengan rasa khawatir dan tidak pernah merasa cukup.
Bagaimana Cara Mendapatkan FOBO?
Nah , biar tidak terjebak sama FOBO, ada beberapa cara yang bisa kamu coba. Pertama, coba batasi pilihan yang ada. Misalnya, tidak mau membeli sesuatu, tentu saja anggaran dan kriteria yang Anda mau. Dengan begitu, kamu tidak kesulitan milih dari ratusan opsi. Kedua, fokus sama prioritas. Tentukan apa yang paling penting bagi kamu. Misalnya, kalau lagi milih karir, fokus sama passion dan skill yang kamu punya. Jangan terlalu banyak mikirin opsi lain yang tidak relevan.
Selain itu, coba terima ketidaksempurnaan. Nggak ada keputusan yang 100% sempurna. Terima aja kalau ada risiko dan konsekuensi dari pilihan yang kamu ambil. Yang penting, kamu sudah berusaha mendapatkan yang terbaik untuk dirimu sendiri. Terakhir, coba latih diri buat bersyukur. Jangan terus-terusan mengikat diri sama orang lain atau ngerasa ada opsi yang lebih baik. Hidup itu tidak selalu tentang milih yang terbaik, tapi tentang nikmatin prosesnya.
FOBO Bukan Musuh, Tapi Tantangan
FOBO emang bisa bikin kita overthinking dan ngerasa nggak nyaman. Tapi di sisi lain, FOBO juga bisa jadi tantangan buat kita belajar nentuin prioritas dan mengambil keputusan. Yang penting, kita harus sadar kapan harus berhenti mikirin opsi lain dan memulai tindakan.
Jadi, buat kamu yang lagi terjebak sama FOBO, coba deh terapin tips di atas. Ingat, hidup itu tidak selalu tentang milih yang terbaik, tapi tentang ngejalanin yang terbaik dari pilihan yang sudah kita ambil. Yuk, berhenti berpikir berlebihan dan mulailah menikmati hidup!

