Thursday, November 5 2026

Author: Redaktur

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si Hari Ahad seharusnya saya akan pulang ke Tuban, karena saya harus menunaikan tugas untuk merawat makam orang tua saya yang sudah wafat. Keduanya sudah meninggal. Tetapi keinginan tersebut harus ditunda karena saya diundang oleh Yayasan Damar Harapan Madani dari Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto untuk berdiskusi tentang ekoteologi. Saya langsung tertantang untuk

Eva Putriya Hasanah  Baca jugaEmpat Pekerjaan yang Bakal Eksis di Era Covid-19 Hingga Tahun 2021    Salah satu kritik yang sering ditujukan kepada Islam adalah anggapan bahwa agama ini menempatkan perempuan pada posisi yang terbelakang. Narasi tersebut sering muncul dalam berbagai diskursus modern, seolah-olah perempuan tidak memiliki ruang dalam sejarah dan perkembangan peradaban Islam. Namun

Eva Putriya Hasanah     Siapa sangka, es krim yang hari ini identik dengan pusat perbelanjaan, kafe modern, dan momen santai bersama keluarga, ternyata memiliki jejak panjang dalam sejarah peradaban Islam? Di baliknya menampilkan sajian dingin yang menyegarkan, tersimpan kisah tentang ilmu pengetahuan, inovasi, dan budaya berbuka yang berkembang sejak berabad-abad yang lalu. Baca jugaEmpat Pekerjaan

Eva Putriya Hasanah     Di tengah munculnya kesadaran global tentang pentingnya kesehatan mental saat ini, banyak orang mengira bahwa perhatian terhadap gangguan jiwa adalah produk modern abad ke-20 atau ke-21. Padahal, jika menengok sejarah, peradaban Islam telah menunjukkan perhatian serius terhadap kesehatan mental lebih dari seribu tahun yang lalu. Salah satu bukti paling kuat adalah

Oleh: Dr. H. Yusuf Amrozi, M.MT     Pada Ramadhan hari ke-3 tahun 1447 H saya kedapatan mengajar mata kuliah Integrated Twin Towers di kelas Magister Sains Data pada Fakultas Saintek UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Kebetulan topiknya adalah Konsep Integrasi Keilmuan & Tinjauan Filosofis. Baca jugaAku Seperti Yang Dulu?    Seperti diketahui sejumlah perguruan

Eva Putriya Hasanah     Ramadhan 1447 Hijriah pada Februari–Maret 2026, warga Jalur Gaza tidak menatap bulan sabit dengan gegap gempita seperti tahun-tahun silam. Tak ada gemerlap lampu menghiasi jalan, tak ada pasar malam yang riuh oleh tawa anak-anak. Yang tersisa adalah hamparan puing, bangunan-bangunan yang runtuh, serta luka panjang akibat genosida berkepanjangan oleh Israel. Baca

Eva Putriya Hasanah     Ramadan bukan sekadar bulan ibadah bagi umat Islam, tetapi juga momentum refleksi, solidaritas, dan harapan. Di berbagai belahan dunia, suasana Ramadan disambut dengan cara yang khas. Jika di Indonesia masyarakat mengenal tradisi seperti pawai obor atau megengan, maka di Inggris, tepatnya di pusat Kota London, Ramadan hadir dalam balutan cahaya yang

Eva Putriya Hasanah     Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, masyarakat Muslim di berbagai daerah di Indonesia memiliki tradisi khas yang sarat makna spiritual dan sosial, salah satunya adalah Megengan. Tradisi ini hidup dan berkembang terutama di wilayah Jawa, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan sebagian Yogyakarta. Megengan menjadi bagian dari kekayaan budaya Islam Nusantara yang

Eva Putriya Hasanah     Baca jugaEmpat Pekerjaan yang Bakal Eksis di Era Covid-19 Hingga Tahun 2021Berhadapan dengan tradisi, Gen Z sering berada di posisi yang serba salah. Mau patuh sepenuhnya, rasanya berat—baik dari segi tenaga, biaya, maupun waktu. Mau menolak mentah-mentah, ada rasa sungkan dan takut dicap “ora njawani”. Di ruang abu-abu itulah Lili dan

Eva Putriya Hasanah     Baca jugaEmpat Pekerjaan yang Bakal Eksis di Era Covid-19 Hingga Tahun 2021 Bagi generasi muda hari ini, bekerja tidak lagi selalu berarti datang ke satu kantor, menjalankan satu peran, dan menerima satu sumber gaji. Di tengah meningkatnya biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi, semakin banyak pekerja—terutama dari kalangan Gen Z—memilih jalan

Oleh: Agung Prasetyo, M.Pd. (Dosen Pendidikan Matematika, UIN Sunan Ampel Surabaya)      Fenomena penggunaan artificial intelligence (AI) semakin masif di dunia pendidikan, termasuk di jenjang pendidikan tinggi. Saat ini, mayoritas mahasiswa menggunakan AI untuk menyelesaikan permasalahan, tak terkecuali masalah matematika (Nguyen, 2025). Sebelum era AI dimulai, mahasiswa pendidikan matematika maupun matematika murni seringkali menghabiskan

Eva Putriya Hasanah  Baca jugaEmpat Pekerjaan yang Bakal Eksis di Era Covid-19 Hingga Tahun 2021   Perkembangan teknologi digital yang sangat cepat membawa dampak besar pada hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Tidak hanya mengubah cara bekerja, berkomunikasi, dan belajar, kemajuan teknologi juga memunculkan diskusi baru mengenai pembagian generasi. Setelah Generasi Alpha yang mencakup kelahiran anak-anak sekitar

1 2 3 4 5 … 64