Tuesday, July 28 2026

Author: Redaktur

Eva Putriya Hasanah     Di tengah munculnya kesadaran global tentang pentingnya kesehatan mental saat ini, banyak orang mengira bahwa perhatian terhadap gangguan jiwa adalah produk modern abad ke-20 atau ke-21. Padahal, jika menengok sejarah, peradaban Islam telah menunjukkan perhatian serius terhadap kesehatan mental lebih dari seribu tahun yang lalu. Salah satu bukti paling kuat adalah

Oleh: Dr. H. Yusuf Amrozi, M.MT     Pada Ramadhan hari ke-3 tahun 1447 H saya kedapatan mengajar mata kuliah Integrated Twin Towers di kelas Magister Sains Data pada Fakultas Saintek UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Kebetulan topiknya adalah Konsep Integrasi Keilmuan & Tinjauan Filosofis. Baca jugaAku Seperti Yang Dulu?    Seperti diketahui sejumlah perguruan

Eva Putriya Hasanah     Ramadhan 1447 Hijriah pada Februari–Maret 2026, warga Jalur Gaza tidak menatap bulan sabit dengan gegap gempita seperti tahun-tahun silam. Tak ada gemerlap lampu menghiasi jalan, tak ada pasar malam yang riuh oleh tawa anak-anak. Yang tersisa adalah hamparan puing, bangunan-bangunan yang runtuh, serta luka panjang akibat genosida berkepanjangan oleh Israel. Baca

Eva Putriya Hasanah     Ramadan bukan sekadar bulan ibadah bagi umat Islam, tetapi juga momentum refleksi, solidaritas, dan harapan. Di berbagai belahan dunia, suasana Ramadan disambut dengan cara yang khas. Jika di Indonesia masyarakat mengenal tradisi seperti pawai obor atau megengan, maka di Inggris, tepatnya di pusat Kota London, Ramadan hadir dalam balutan cahaya yang

Eva Putriya Hasanah     Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, masyarakat Muslim di berbagai daerah di Indonesia memiliki tradisi khas yang sarat makna spiritual dan sosial, salah satunya adalah Megengan. Tradisi ini hidup dan berkembang terutama di wilayah Jawa, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan sebagian Yogyakarta. Megengan menjadi bagian dari kekayaan budaya Islam Nusantara yang

Eva Putriya Hasanah     Baca jugaEmpat Pekerjaan yang Bakal Eksis di Era Covid-19 Hingga Tahun 2021Berhadapan dengan tradisi, Gen Z sering berada di posisi yang serba salah. Mau patuh sepenuhnya, rasanya berat—baik dari segi tenaga, biaya, maupun waktu. Mau menolak mentah-mentah, ada rasa sungkan dan takut dicap “ora njawani”. Di ruang abu-abu itulah Lili dan

Eva Putriya Hasanah     Baca jugaEmpat Pekerjaan yang Bakal Eksis di Era Covid-19 Hingga Tahun 2021 Bagi generasi muda hari ini, bekerja tidak lagi selalu berarti datang ke satu kantor, menjalankan satu peran, dan menerima satu sumber gaji. Di tengah meningkatnya biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi, semakin banyak pekerja—terutama dari kalangan Gen Z—memilih jalan

Oleh: Agung Prasetyo, M.Pd. (Dosen Pendidikan Matematika, UIN Sunan Ampel Surabaya)      Fenomena penggunaan artificial intelligence (AI) semakin masif di dunia pendidikan, termasuk di jenjang pendidikan tinggi. Saat ini, mayoritas mahasiswa menggunakan AI untuk menyelesaikan permasalahan, tak terkecuali masalah matematika (Nguyen, 2025). Sebelum era AI dimulai, mahasiswa pendidikan matematika maupun matematika murni seringkali menghabiskan

Eva Putriya Hasanah  Baca jugaEmpat Pekerjaan yang Bakal Eksis di Era Covid-19 Hingga Tahun 2021   Perkembangan teknologi digital yang sangat cepat membawa dampak besar pada hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Tidak hanya mengubah cara bekerja, berkomunikasi, dan belajar, kemajuan teknologi juga memunculkan diskusi baru mengenai pembagian generasi. Setelah Generasi Alpha yang mencakup kelahiran anak-anak sekitar

Eva Putriya Hasanah  Baca jugaEmpat Pekerjaan yang Bakal Eksis di Era Covid-19 Hingga Tahun 2021   Selama puluhan tahun, masyarakat Indonesia menganut satu keyakinan yang nyaris tak pernah ditanyakan: menikah adalah pintu menuju kebahagiaan. Ia diposisikan sebagai tonggak kedewasaan, penanda stabilitas hidup, sekaligus kondisi sosial untuk dianggap “lengkap”.    Namun, data terbaru menunjukkan sesuatu yang menggelitik

Oleh Dr. Siti Lailiyah, M.Si dan Dr. Aning Wida Yanti, S.Si, M.Pd Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya    Sebagai seorang guru harus memiliki kemampuan menguasai materi yang akan diajarkannya. Penguasaan materi guru akan suatu materi ini menjadi hal yang penting dalam suatu pembelajaran karena berhubungan dengan pemahaman konsep siswa. Seseorang yang memiliki

Eva Putriya Hasanah Baca jugaEmpat Pekerjaan yang Bakal Eksis di Era Covid-19 Hingga Tahun 2021   Di banyak keluarga dan lingkungan sosial, belajar memasak masih sering dipandang sebagai “wilayah” anak perempuan. Sejak kecil, anak perempuan kerap diarahkan membantu ibu di dapur, sementara anak laki-laki lebih sering dibebaskan dari aktivitas tersebut. Pola ini begitu mengakar hingga memasak

1 2 3 4 5 63