Friday, November 6 2026

Author: Redaktur

Oleh: Dr. Agus Firmansyah, M.Pd  Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi     Mitos dalam bentuk pamali mendapat dua respon dalam Masyarakat. Satu kelompok menolak pamali tersebut dan berpikir bahwa itu menyesatkan. Kata menyesatkan yang dimaksud  adalah pamali tersebut dianggap suatu ajaran dan keyakinan serta memiliki kekuatan akan terjadi. Bahkan dianggap tahkahayul dan  khurafat. Sebagian kelompok beranggapan

Oleh: Fina Wardani  Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya     Bencana longsor yang terjadi di Aceh dan Sumatra bukan hanya sekadar peristiwa alam yang rutin, melainkan menjadi tanda tanya besar bagi kita terhadap cara mengelola lanskap, kebijakan ruang, serta akuntabilitas pembangunan. Di balik longsornya tanah dan rumah-rumah hanyut dan tertimbun material terdapat rangkaian kebijakan manusia: alih

Eva Putriya Hasanah     Bencana alam sering kali datang tanpa aba-aba. Namun, kasus longsor besar yang melanda desa Blatten di Swiss pada tahun 2025 menunjukkan bahwa bencana tidak selalu harus mengakhiri tragedi kemanusiaan. Di tengah runtuhnya pemandangan dan tertimbunnya hampir seluruh desa, satu hal menjadi sorotan dunia: keputusan cepat pemerintah Swiss mengevakuasi penduduk sebelum bencana

Oleh : Imam Chanafi  – Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Angkatan Tahun 2000 – Mahasiswa Pascasarjana Prodi Doktor Angkatan 2025 Kelas A UNKAFA Gresik    Baca jugaBelajar Dari Suami Zainab Putri Tertua Rasulullah   Berita Kekerasan Antara Guru dan Siswa     Belakangan ini kita disuguhi lagi berita, seorang murid berani menantang kelahi guru,

Eva Putriya Hasanah      Sulit rasanya menahan sesak saat menyaksikan berita tentang banjir besar yang melanda Sumatera akhir-akhir ini. Setiap gambar yang ditampilkan di layar—rumah hanyut, jalan terputus, keluarga kehilangan orang tercinta—seolah menusuk ruang paling lembut di dalam hati kita. Namun di balik kesedihan manusia yang begitu terlihat, ada duka lain yang lebih sunyi,

Oleh: Prof. Dr. Hj. Titik Triwulan Tutik, MH. Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara UIN Sunan Ampel Surabaya    Baca jugaEmpat Pekerjaan yang Bakal Eksis di Era Covid-19 Hingga Tahun 2021Jawa Timur — Upaya memperkuat kapasitas lembaga pendidikan pesantren dalam mencegah dan menanggulangi kekerasan terhadap anak terus digalakkan melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Mitigasi

Eva Putriya Hasanah     Dalam waktu kurang dari dua tahun terakhir, peta regulasi media sosial dunia mengalami perubahan besar. Negara-negara yang selama ini memiliki pendekatan berbeda terhadap ruang digital—Cina dengan kontrol ketatnya, Australia dengan nilai liberal-demokrasinya, dan Malaysia dengan pendekatan regulasi hybrid-nya—tiba-tiba menemukan diri mereka berada pada arah yang sama: memperketat pengawasan dan penggunaan media

Eva Putriya Hasanah     Rahmah El Yunusiyyah merupakan salah satu tokoh perempuan paling berpengaruh dalam sejarah pendidikan Indonesia dan dunia Islam. Lahir pada tanggal 29 Oktober 1900 di Padang Panjang, Sumatera Barat, ia tumbuh di tengah lingkungan Minangkabau yang dikenal dengan tradisi merantau, kecerdasan sosial, dan budaya matrilineal yang memberi ruang bagi perempuan untuk berkarya.

Prof. Dr. Nur Syam, MSi    Dalam Focus Group Discussion (FGD) ini, hadir sebagai narasumber adalah Prof. Dr. Babun Suharto, Prof. Dr. Moh. Mukri, Prof. Zaenuddin, dan saya. Berlaku sebagai moderator adalah Prof. Ilyasin, Direktur Program Pascasarjana UINSI. Acara yang diselenggarakan pada 9/11/2025, diikuti oleh Seluruh Rektor PTKIN yang di masa lalu mengusung nama sebagai

Prof. Dr. Nur Syam, MSi    Yang dimaksud dengan Rektor Persemuran adalah para rektor yang institusinya di masa lalu menjadi cabang dari IAIN Sunan Ampel. Di masa lalu disebut sebagai IAIN Sunan Ampel Cabang Malang, Tulungagung, Ponorogo, Kediri, Jember, Pamekasan, Samarinda, dan Mataram. Kini, para rektor tersebut telah menjadi Rektor UIN Malang, UIN Jember, UIN

Eva Putriya Hasanah     Di kaki Gunung Cikuray, udara Garut terasa lebih sejuk. Di sanalah berdiri Peacesantren Welas Asih, sebuah pesantren yang berbeda dari kebanyakan. Alih-alih hanya mengajarkan ilmu agama, pesantren ini juga menanamkan nilai perdamaian dan kecintaan terhadap alam. Bagi mereka, mencintai Allah berarti juga mencintai bumi yang diciptakan-Nya.    Pesantren ini didirikan oleh

Oleh: Ahmad Luqman Hakim Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik    Dalam beberapa tahun terakhir, jagat media sosial kita diramaikan oleh munculnya sosok-sosok pendakwah muda yang mengaku keturunan kiai—atau populer dengan sebutan “Gus-gus-an”. Mereka tampil dengan gaya khas santri: bersarung, berkopiah, dan bersorban, seolah mewakili citra Nahdlatul Ulama (NU) di ruang digital. Namun di balik semangat

1 … 3 4 5 6 7 … 64