Oleh Eva Putriya Hasanah Dalam dunia yang serba cepat, penuh distraksi, dan sering kali membuat kita merasa kehilangan arah, banyak orang mencari cara untuk tetap tenang dan berpijak pada nilai-nilai yang kokoh. Menariknya, salah satu jawaban yang paling relevan justru datang dari lebih dari dua ribu tahun lalu — dari ajaran para filsuf
Oleh Eva Putriya Hasanah Tahukah kamu bahwa Universitas Oxford adalah universitas pertama di Eropa yang mengajarkan Bahasa Arab? Inilah kisah menarik tentang bagaimana pertemuan antara Barat dan dunia Islam pada abad ke-17. Baca jugaEmpat Pekerjaan yang Bakal Eksis di Era Covid-19 Hingga Tahun 2021Bahasa Arab di Jantung Oxford Di balik menara batu
Oleh Eva Putriya Hasanah Kita sering mendengar nasihat sederhana: “Berbagi itu membahagiakan.†Namun, apakah pernyataan ini sekadar pesan moral, atau memang memiliki dasar ilmiah? Sejumlah penelitian psikologi sosial ternyata membuktikan bahwa berbagi—terutama dalam bentuk pengeluaran untuk orang lain—benar-benar meningkatkan kesejahteraan subjektif seseorang. Fenomena ini dikenal dengan istilah prosocial spending, yaitu penggunaan uang
Oleh: Eva Putriya Hasanah Ketika Albania mengumumkan peluncuran menteri kecerdasan buatan (AI) pertama di dunia bernama Diella, dunia bereaksi dengan campuran rasa takjub dan cemas. Takjub karena ini menandai lompatan simbolik era pemerintahan digital yang selama ini hanya hidup dalam imajinasi fiksi ilmiah; cemas karena untuk pertama kalinya, batas antara otoritas manusia dan algoritma
Eva Putriya Hasanah Di Jepang, makan siang di sekolah bukan sekadar jeda untuk mengisi perut. Ia adalah bagian dari pendidikan, budaya, dan kebijakan negara yang dijalankan dengan serius. Program ini bahkan telah menjadi salah satu rahasia Jepang dalam membentuk generasi sehat dan berdisiplin. Menariknya, makan siang di sekolah Jepang tidak hanya diatur melalui menu
Prof. Dr. Nur Syam, M.Si. Saya diundang oleh Prof. Masdar Hilmy, SAg., MA., PhD, Direktur Program Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya dalam rangka bedah buku yang berjudul “Teori Sosial Dan Aplikasinya dalam Studi Islam†(Jakarta: Rajawali Press, 2025), 424 halaman. Acara diselenggarakan di Aula Program Pascasarjana (PPs) UIN Sunan Ampel (UINSA), 09/10/2025. Baca
Prof. Dr. Nur Syam, MSi Baca jugaAku Seperti Yang Dulu?Hari Santri Nasional (HSN) sudah diperingati secara nasional selama 10 tahun semenjak dilaunching di Masjid Istiqlal tahun 2015. Artinya bahwa peran santri sebagai komunitas yang paling berpengaruh di Indonesia sudahlah diakui. Tetapi sesungguhnya, peran santri di dalam kancah kebangsaan sudah dimulai semenjak Pangeran Diponegoro dan
Eva Putriya Hasanah Aktivis lingkungan internasional asal Swedia, Greta Thunberg, kembali menarik perhatian publik dengan pernyataannya tentang keterkaitan isu keadilan iklim dengan situasi di Palestina. Dalam sebuah wawancara, ia menegaskan bahwa perjuangan melawan krisis iklim tidak bisa dilepaskan dari perjuangan kemanusiaan, termasuk membela hak-hak rakyat Palestina. Baca jugaEmpat Pekerjaan yang Bakal Eksis di
Oleh Sirajul Arifin* Dosen dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya Tadi malam ketika saya mau tidur teringat masa kecilku. Saat masih belum sekolah dasar. Pada masa itu orang tuaku kerap mengajak berkunjung ke temannya. Teman bukan seagama tetapi cukup dekat. Teman yang kayak saudara. Teman tak seiman di kota-kota
Eva Putriya Hasanah Nepal baru saja menorehkan sejarah baru dalam panggung politiknya. Untuk pertama kalinya, negeri di kaki Himalaya itu memiliki perdana menteri interim perempuan: Sushila Karki. Kejutan ini tidak hanya datang dari sosok yang terpilih, tetapi juga dari cara pemilihannya. Generasi Z, kelompok muda yang lahir di era digital, memainkan peran dominan dengan
Eva Putriya Hasanah Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin merambah ke berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga hiburan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, ada satu ranah yang semakin terasa kehadirannya: politik. Kampanye politik tidak lagi hanya mengandalkan spanduk, baliho, dan debat panjang, melainkan kini juga ditopang oleh algoritma cerdas yang
Eva Putriya Hasanah Beberapa tahun terakhir, media sosial mengalami perubahan besar. Jika dulu orang menghabiskan waktu membaca blog panjang, artikel berita, atau menonton video YouTube berdurasi puluhan menit, kini perhatian publik tersedot ke format yang jauh lebih singkat: video berdurasi pendek. TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts menjadi panggung utama di mana generasi muda
