Eva Putriya Hasanah Coba deh jujur, kamu pernah nggak sih ngebayangin hidupmu kayak film? Lagi naik motor di sore hari terus backsound-nya kayak lagu indie mellow, sambil mikir, “Wah, gue banget nih. Gue tuh tokoh utama banget.†Atau pas patah hati kamu ngerasa kayak karakter utama di drama Korea yang baru aja ditinggal
Eva Putriya Hasanah Pernah nggak sih kamu merasa otak jadi lemot, gampang terdistraksi, dan susah fokus? Bisa jadi bukan karena kamu kurang tidur atau banyak pikiran, tapi karena… terlalu sering mantengin internet! Yup, kebiasaan scroll tanpa henti ternyata berdampak besar banget buat kesehatan otak kita. Bahkan, sebuah penelitian dari Kanada menemukan fakta mengejutkan:
Eva Putriya Hasanah Pernah nggak sih kamu merasa waktu 24 jam sehari itu nggak cukup? Rasanya pagi baru mulai, tahu-tahu udah malam aja. Kerjaan belum selesai, energi juga sudah menipis. Kalau kamu ngerasa begitu, ternyata kamu nggak sendirian. Baca jugaEmpat Pekerjaan yang Bakal Eksis di Era Covid-19 Hingga Tahun 2021Badan Pusat Statistik (BPS)
Oleh: Ali Mursyid Azisi, M.Ag Founder The Indonesian Foresight Research Institute (IFRI) Fenomena “sound horeg” saat ini menjadi perbincangan hangat, khususnya di Jawa Timur. Istilah ini merujuk pada sistem tata suara berdaya tinggi yang kerap digunakan dalam berbagai acara, seperti hajatan pernikahan, konser dangdut, hingga pawai hiburan rakyat. Ciri khasnya yaitu dentuman bass yang
oleh: Moch Dimas Maulana, MA Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya Baca jugaPesan Sang Pencipta Kepada CiptaanNyaMenjamurnya penceramah yang mengawinkan dakwah dengan humor (dakwahtainment) di media sosial tidak selalu mendapatkan sambutan yang baik. Sebagian memang melihat metode ini sebagai hal yang positif karena mampu mendekatkan ajaran agama yang selama ini dipandang
Eva Putriya Hasanah Pernah mendengar cerita tentang kumpulan kepiting dalam ember? Kalau satu kepiting coba manjat keluar, yang lain akan menariknya turun. Bukan karena dia jahat, tapi karena dia nggak pengin yang lain lebih dulu bebas. Fenomena ini dikenal sebagai mentalitas kepiting. Sayangnya, cerita itu bukan hanya tentang kepiting. Tapi kita tentang manusia.
Oleh: M. Sa’ad Alfanny Konsep khilafah dalam al-Qur`an Merujuk pada manusia sebagai wakil Tuhan di bumi (QS. Al-Baqarah [2]: 30). Fungsi ini bukan sekadar status quo, melainkan amanah yang mengandung tanggung jawab moral dan ekologis. Namun, krisis lingkungan global yang terus memburuk hari ini menunjukkan kegagalan kolektif manusia dalam menjalankan fungsi tersebut. Kerusakan ekologi
Oleh: Moch Dimas Maulana Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Ampel Surabaya. Mungkin kita pernah bertanya-tanya, “Mengapa Nabi Adam ditakdirkan untuk tinggal di surga terlebih dahulu kalau memang tujuan awal penciptaannya adalah menjadi khalifah di bumi? Mengapa ia tidak langsung diutus ke bumi saja tanpa harus mencicipi kenikmatan surga namun pada akhirnya harus
Eva Putriya Hasanah Bayangkan ini: seorang anak kecil, sebut saja namanya Dimas, duduk di depan rumah sambil memegang bungkus nasi sisa pagi tadi. Ia menatap ke arah jalan, menunggu ayahnya pulang kerja. Tapi yang datang lebih dulu adalah asap rokok dari tetangga sebelah, juga dari kakeknya sendiri, yang dari tadi duduk sambil melinting tembakau.
Eva Putriya Hasanah “It’s not an act of love if you make her.” – Paris Paloma Baca jugaEmpat Pekerjaan yang Bakal Eksis di Era Covid-19 Hingga Tahun 2021Lagu “Labour†dirilis pada 21 April 2023 oleh penyanyi-penulis lagu asal Inggris, Paris Paloma, di bawah label Netwerk Music Group. Meski dirilis dua tahun lalu, namun
Oleh: M. Sa’ad Alfanny Dalam tradisi Islam, istilah “Israel†memiliki makna yang spesifik dan terhormat. Nama ini merujuk pada Nabi Ya’qub ‘alaihissalÄm , putra Ishaq dan cucu dari Ibrahim, yang disebut secara eksplisit dalam sastra Islam sebagai hamba Allah yang saleh dan penerus misi kenabian. Salah satu hal yang menarik untuk dikaji adalah bahwa
Oleh M. Sa’ad Alfanny Dalam hiruk-pikuk zaman yang memuja produktivitas dan pencapaian, tak sedikit dari generasi muda, khususnya Gen Z, yang terjebak dalam perlombaan tanpa ujung. Target yang ditetapkan terus-menerus, standar yang dibebankan dari hari ke hari, seolah-olah keberhargaan diri bergantung pada seberapa banyak pencapaian yang dikoleksi. Dalam konteks inilah, QS. Al-Baqarah [2]:286 tampil
