Menjelang kehadiran Direktorat Jenderal Pesantren pada Kementerian Agama Republik Indonesia, maka Direktorat Pesantren pada Ditjen Pendidikan Islam telah melakukan banyak hal, di antaranya adalah mempersiapkan mengenai naskah akademik untuk memberikan ketegasan tentang pentingnya Ditjen Pesantren, sebagaimana Amanah UU No 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Ada tiga aspek yang harus diselenggarakan oleh Ditjen Pesantren yaitu: pendidikan
Kiranya saya sudah banyak menulis artikel tentang sikap dan perilaku permissiveness atau sikap dan perilaku serba boleh yang dilakukan oleh masyarakat dunia dan tentu saja masyarakat Indonesia. Perhatian saya terhadap budaya permissive sudah jauh di masa lalu. Tulisan-tulisan saya diinspirasikan oleh pemikiran Prof. Koentjaraningrat tentang mentalitas Masyarakat Indonesia. Sebuah buku tipis yang diterbitkan pada
Saya menghadiri acara walimatul arusy yang diselenggarakan oleh Sestama BPJPH, Dr. Mohammad Aqil Irham, di Lampung tepatnya di Gedung Bagas Raya, Ahad 01/02/2026. Sebuah acara yang menarik, bukan hanya dari dekorasinya yang indah dan mewah, akan tetapi juga dihadiri banyak pejabat pusat dan daerah serta tokoh-tokoh masyarakat Lampung. Dr. Ahmad Haikal Hasan, Kepala Badan
Agama memiliki banyak fungsi tetapi yang sangat mengedepan adalah fungsi kritik social, menjaga keteraturan social dan menjaga kehidupan social dan lingkungan yang serasi dan seimbang. Di tengah perubahan social yang sedemikian cepat, maka terdapat banyak kejutan yang terjadi, misalnya social shock, cultural shock, technological shock dan tidak kalah penting adalah theological shock. Ini merupakan salah
Hari-hari ini sedang viral pernyataan Prof. Dr. Kamaruddin Amin, MA, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, bahwa Kementerian Agama mendapatkan beban dalam menganggarkan kesejahteraan guru dalam pengangkatan guru yang dilakukan oleh Yayasan dan tidak melakukan koordinasi dengan Kemenag pada levelnya masing-masing. Prof. Kamaruddin menyatakan: “banyak guru yang diangkat oleh Yayasan tanpa sepengetahuan Kemenag, kemudian minta dibayar dan
Breakfast Meeting oleh Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, Menag, yang diikuti oleh hampir 1000 orang dari pejabat pusat sampai daerah menghasilkan rekomendasi yang menarik untuk diperbincangkan terutama terkait dengan Pendidikan Islam. Bisa dipahami sebab pendidikan adalah salah satu instrument terbaik dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di semua negara. Di antara yang menarik didiskusikan
Di antara arahan Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, Menag, dalam acara Breakfast Meeting, HarI Selasa, 13/01/2026 adalah mengenai penguatan kualitas Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dalam kancah perubahan sosial yang sangat cepat di tengah kompetisi antar PTKI dan PTU yang bergulir secara berkelanjutan dan berpacu dengan waktu. Dari acara tersebut kemudian menghasilkan sebanyak 11 rekomendasi
Acara yang diselenggarakan oleh Forum Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FORDAKOM) dan Perkumpulan Akademisi dan Profesi Dai Indonesia (APDII) sungguh menarik. Acara ini merupakan bagian dari respon para akademisi yang tergabung dalam FORDAKOM dan APDII tentang dinamika perubahan kelembagaan dan sosial yang terjadi akhir-akhir ini. Acara diselenggarakan di Hotel Mahima, Semarang, 25-26/01/2026. Acara dibuka
Pidato Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA., Menag, tentang peran ulama di dalam relasi negara dan masyarakat tentu menarik untuk dibahas lebih mendalam. Pidato di dalam acara pembukaan Lokakarya “Umat Masa Depan†yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama tersebut menjadi tonggak penting bagi Upaya rekayasa umat di masa depan di tengah tantangan yang sangat kompleks. Saya akan
Ada yang sangat menarik dari ceramah dalam peringatan Isra’ dan Mi’raj yang diselenggarakan di Masjid Al Ihsan Perumahan Lotus Regency Ketintang Surabaya oleh Ustaz Dr. Abdullah Sattar, M.Fil.I, Wakil Dekan III Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSA Surabaya. Ceramah tersebut terselenggara pada Hari Ahad, 18 Januari 2026, ba’da Isya. Hadir jamaah Ngaji Bahagia dari Masjid Al
Hari Selasa, 20/01/2025, merupakan hari yang sulit bagi saya, sebab ada dua acara yang datang secara bersamaan. Satu acara di UINSA dalam tajuk Bedah Buku “Pendidikan Tinggi Islam dalam Perspektif Sosiologi Pengetahuan,†karya saya, yang digelar oleh para dosen Muda pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSA pada jam 09.00 WIB. Acara ini sudah dirancang lama,
Pidato Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, Menag., tentang dependensi agama di hadapan negara saya kira menarik untuk dicermati. Di dalam pidatonya dinyatakan bahwa selayaknya agama berada di posisi netral dalam berhadapan dengan negara dan masyarakat. Makna netral bukan berarti tidak memihak akan tetapi melakukan pemihakan atas kebenaran dan kebaikan. Memberikan kontribusi pada pemerintah dalam meluruskan
