Secara konseptual, perilaku beragama yang tampak mengedepan, khususnya di dunia Barat, dapat dikaitkan dengan individualisasi atau privatisasi agama. Konsep ini berkait kelindan dengan pemahaman dan perilaku beragama yang lebih personal dan mengindividu. Di antara perilaku beragama tersebut adalah mereka menjalankan agamanya tidak dalam praktek keberagamaan komunal, tetapi agama yang dihayati sebagai pemenuhan kebutuhan diri sendiri.
Di dalam pidato Menag, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA., pada acara Lokakarya Kementerian Agama dengan tema “Mempersiapkan Umat Masa Depan†tanggal 15 Desember 2025 di Hotel Atria Serpong Tangerang terdapat pikiran-pikiran yang seharusnya menjadi perhatian kita semua. Akhir-akhir memang didapati semakin meningkatnya gerakan Islamphobia di banyak negara, terutama di Eropa. Sebutlah misalnya di
Manusia memiliki kebutuhan spiritual atau kebutuhan meyakini bahwa ada sesuatu di luar dirinya. Kebutuhan itu disebut sebagai kebutuhan berketuhanan. Nyaris semua manusia memilikinya, suatu aspek spiritualitas, yang terdapat di dalam dirinya. Itulah sebabnya sekarang ini, banyak ahli sains di Eropa yang melirik atas fenomena spiritualitas. Menurut James M. Nelson dalam “Psychology, Religion and Spirituality,\”
Sesungguhnya, bangsa dan umat manusia di manapun memiliki problem atau masalah di dalam kehidupannya. Baik masyarakat yang berada di dalam negara sedang berkembang maupun masyarakat di negara modern. Dipastikan bahwa masing-masing memiliki problematikanya sendiri. Jangan pernah berpikir bahwa tiada masalah apapun di negara yang sudah maju sekalipun. Masyarakat, problem social dan realitas kehidupan merupakan
Sebuah kegembiraan di dalam persahabatan adalah di kala mendapatkan kiriman pesan lewat WhatsApp yang sangat bernilai di dalam dunia pendidikan. Beberapa hari yang lalu, saya dikirimi pesan lewat WA oleh Sahabat saya, Prof. Dr. Agus M. Hatta, Wakil Rektor Bidang Kerjasama pada ITS Surabaya. Pesan tersebut bertitel “Evolusi Orang Pintar.†Pak Hatta, begitu saya memanggilnya,
Arah ke depan adalah era semakin menguatnya penggunaan teknologi informasi. Artinya, bahwa teknologi informasi di dalam banyak hal akan menjadi salah satu instrumen untuk menghadapi kenyataan kehidupan. Misalnya ke depan akan semakin banyak robot pintar yang dapat menggantikan peran manusia. Robot untuk membersihkan rumah, robot untuk pelayanan rumah tangga, robot untuk menggantikan pekerjaan kantor, bahkan
Kita nyaris tidak meragukan tentang keberagamaan masyarakat Indonesia yang tetap memiliki komitmen yang tinggi atas fungsionalitas agama, namun ada sedikit yang mengganggu, bahwa sentimen (ketakutan) keagamaan masih terdapat di dalamnya. Berdasarkan konsep integrasi agama dan negara, maka dinyatakan bahwa agama minoritas adalah ancaman bagi agama mayoritas. Di Indonesia, sebagai penganut integrasi agama dan negara sebanyak
Kita patut bersyukur lahir di negeri Indonesia, negeri yang plural dan multikultural tetapi aman dan damai, rukun dan harmonis yang berdampak pada keselamatan. Negara dengan pulau terbanyak, 17.380 pulau, 1340 suku bangsa dan 718 Bahasa (2024). Luas wilayahnya 1.904.569 Km2, negara terluas ke 14 di dunia. Negeri yang aman dan damai. Bandingkan dengan Afghanistan yang
Ada tiga isu yang dikembangkan di dalam UU No. 18 Tahun 2019, yaitu Pendidikan Pesantren, Dakwah Pesantren dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pesantren. Dengan demikian terdapat irisan antara Ditjen Pendidikan Islam, Ditjen Bimas Islam dan Ditjen Pesantren. Selama ini, semua isu tentang pendidikan Islam berada di bawah Ditjen Pendidikan Islam dan semua dakwah masuk di dalam
Secara etimologis dakwah itu berarti ajakan. Da’a, yad’u, da’watan. Ajakan yang berarti isim atau kata benda. Jadi dakwah adalah ajakan kepada jalan Allah. Di dalam surat an Nahl 125, dinyatakan: “ud’u ila sabili rabbika bil hikmati wal maudzotil hasanati wa jadilhum billati hiya ahsan.†Artinya “ajaklah ke jalan Tuhanmu dengan hikmat dan nasehat yang baik dan
Acara Dies Natalis ke 39 Universitas Darul Ulum (UNISDA) Lamongan memang diselenggarakan dengan meriah. Acara ini memang didesaian dengan tayangan teknologi yang menarik, terutama pada saat launching program Doktor Ilmu Keislaman atau Islamics Studies. Program ini sesuai dengan rencana akan membuka konsentrasi dalam berbagai integrasi ilmu, misalnya studi keislaman yang didekati dengan perspektif sosiologis, antropologis,
Di dalam studium general yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Al Falah Assuniyah, Jember, yang dihadiri oleh Rektor, Dr. Cand. Rijal Mumazik, Direktur PPs, Asc. Prof. Dr. Titin Nurhidayati, dan para pejabat dan mahasiswa Program Pascasarjana, 28/11/2025, saya menyampaikan beberapa hal, yaitu: Pertama, Kita mengenal ada pendidikan umum, pendidikan Islam dan pendidikan pesantren. Pendidikan umum
