Thursday, July 30 2026

Author: Nur Syam

Di dalam studium general yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Al Falah Assuniyah, Jember, yang dihadiri oleh Rektor, Dr. Cand. Rijal Mumazik,  Direktur PPs, Asc. Prof. Dr. Titin Nurhidayati, dan para pejabat dan mahasiswa Program Pascasarjana, 28/11/2025, saya menyampaikan beberapa hal, yaitu:     Pertama, Kita mengenal ada pendidikan umum, pendidikan Islam dan pendidikan pesantren. Pendidikan umum

Banyak di antara kita yang salah memahami antara Ilmu agama dan ilmu keagamaan. Ilmu agama adalah ilmu Islam murni, yang selama ini sudah menjadi garapan pesantren. Sedangkan ilmu keagamaan adalah ilmu integratif yang mengintegrasikan antara ilmu agama dan ilmu lainnya dan dipelajari di Perguruan Tinggi Islam.  Pernyataan ini saya sampaikan di depan para mahasiswa Institut

Akhir-akhir ini kesibukan saya sungguh meningkat. Harus ke banyak tempat dalam kerangka memberikan masukan terutama pada Perguruan Tinggi Islam (PTKI). Sehari di Kementerian Agama untuk membahas Direktorat Jenderal Pesantren dengan menghadirkan narasumber: Saya, Dr. Moqsith Ghazali, MA., Dr. Badriyah Fayumi dan juga dihadiri oleh Direktur Pendidikan Pesantren, Dr. Basnang Said, dan kemudian diberikan pencerahan oleh

Saya dihubungi oleh Mas Adit dari Radio Suara Surabaya untuk life acara di Lazuardi, yang biasanya dilakukan on air pada jam 19.00-20.00 WIB. Acara ini sebelumnya dilakukan pada Hari Selasa seingat saya, tetapi akhir-akhir ini diselenggarakan pada Hari Kamis, malam Jum’at. Pada 04/12/2025 saya diundang untuk membicarakan tentang peristiwa banjir di Wilayah Sumatera, yang mengakibatkan

Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya diminta oleh Menteri Agama, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA untuk menjadi host di dalam acara Konferensi Internasional untuk menghasilkan strategi di dalam upaya menjadikan  Indonesia sebagai pusat peradaban baru berbasis Islam, 26/11/2025.  Ada empat perguruan tinggi Islam yang dipilih, yaitu UIN Alauddin Makasar, UIN Sumatera Utara Medan, UIN

Di dalam pidato Pembukaan “International Conference of Indonesia Islam: Why Indonesia as a New Muslim Civilization? Reassesing The Role of Indonesia Islam ini Shaping the World Future In Post-War Era,” di UIN Sunan Ampel, Menag., Prof. Dr. Nasaruddin Umar mengungkap banyak hal terkait dengan bagaimana Indonesia dengan umat Islamnya dapat menjadi suluh bagi tumbuhnya peradaban baru

Sebuah acara yang sangat menarik dihelat oleh UIN Sunan Ampel Surabaya, 26/11/2025,  tentang “International Conference of Indonesia Islam: Why Indonesia as a New Muslim Civilization? Reassesing The Role of Indonesia Islam ini Shaping the World Future In Post-War Era.” Acara ini dihadiri oleh Menteri Agama, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, dan Dr. Ismail Cawidu, Rektor UIN

Ladies and gentlemen. First of all, I would like to say thanks to all the audience. Especially for Pak Rektor, Prof. Zainal Mustakim, who invited me to be a speaker in this International Seminar on the 8th International Conference on Islamic Studies (ICIS), themed “Islam, Environment, and Sustainability. My thanks to the Director of Post

Diskusi tentang materi kebijakan pendidikan agama dan keagamaan sungguh menarik, 19/11/2025. Hal ini disebabkan bahwa yang terlibat di dalam acara ini adalah para peneliti BRIN, yang dimasa lalu merupakan peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan dari Kemenag. Mereka hijrah ke BRIN karena perubahan struktur di dalam institusi pemerintahan. Semua peneliti masuk ke dalam BRIN untuk

PP No. 55 Tahun 2007 Tentang Pendidikan Agama Dan Keagamaan menyatakan bahwa pendidikan agama adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran/kuliah pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.    Sedangkan pendidikan keagamaan adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk

Kala saya dikontak melalui WhatsApp oleh Cak Sugeng Riyanto (Kasubag TU Pusat Penilaian  Buku Agama, Lektur dan Literasi Keagamaan)  dari Sekretariat Jenderal  Kemenag atas petunjuk Dr. M. Sidik Sisdiyanto, tentang undangan ke Jakarta dalam acara Festival Literasi Keagamaan, 2025, maka saya menyatakan bahwa saya masih harus berada di Tuban karena sedang dalam nuansa wafatnya Emak,

Salah satu program strategis Kementerian Agama (Kemenag) adalah kompetisi Literasi Keagamaan, yang dihelat oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Agama. Ada banyak jenis kompetisi yang dilakukan di dalam serangkaian kegiatan literasi keagamaan. Sesuai dengan sambutan Prof. Dr.Phil. Kamaruddin Amin, MA, maka program ini merupakan program unggulan Kemenag dalam rangka untuk menunjukkan Kemenag Berdampak.      Hadir dalam

1 7 8 9 10 11 77