Berbicara tentang dakwah Islam tentu berbicara tentang proses penyampaian kebaikan. Dakwah harus menggunakan metode, media dan pesan dakwah yang berbasis pada kebenaran dan kebaikan sesuai dengan prinsip dakwah untuk menciptakan masyarakat yang Islami di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Indonesia sudah menetapkan bahwa relasi antara agama dan negara bukan dalam coraknya yang secularistic
Jika umat Islam Indonesia memilih Islam wasathiyah atau yang dikonsepsikan sebagai moderasi beragama, maka pilihan tersebut merupakan pilihan yang tepat. Bagi masyarakat Indonesia yang multikultural, maka pilihan untuk menjadikan moderasi beragama sebagai wadah kebersamaan dalam relasi beragama di Indonesia merupakan pilihan yang sangat rasional dan dapat menjadi ukuran kedewasaan umat Islam Indonesia di tengah pergaulan
Indonesia Emas, 2045, merupakan dambaan masyarakat untuk melihat Indonesia yang lebih baik. Hal ini tentu dikaitkan dengan bonus demografi, yang ditandai dengan semakin banyaknya generasi produktif, dan sedikitnya penduduk yang berkategori tua dan anak-anak. Bonus Demografi menjadi dambaan bahwa Indonesia di masa depan akan lebih baik, sebab ketiadaan ketergantungan dari penduduk usia tua dan anak-anak.
Pendahuluan Nama Sayyid Imron disebut juga Mbah Gading. Nama ini tentu sangat dikenal di wilayah Tambakboyo dan Bancar, sebagai makam waliyullah penyebar Islam di masa lalu. Tidak diketahui kapan pastinya, tetapi kira-kira di akhir abad ke 18. Nama aslinya sesuai dengan berita yang disampaikan oleh para kiai di wilayah ini adalah Syekh Shafwan bin Thahir. Jadi
Dibandingkan dengan Malaysia, dakwah di Indonesia memiliki kebebasan yang lebih longgar. Di Malaysia, dakwah “diatur†dengan campur tangan negara dalam bentuk seleksi terhadap materi dakwah, terutama di masjid-masjid atau di dalam khutbah Jum’at. Bahkan buku-buku agama juga diseleksi terlebih dahulu sebelum dipublikasi. Hal ini dilakukan semata-mata dalam kerangka mengatur irama dakwah supaya tidak mengarah ke
Kekerasan sosial dalam bentuk kekerasan simbolik atau kekerasan aktual bisa menimpa siapa saja, termasuk para ulama. Kekerasan simbolik maupun kekerasan aktual tentu memiliki dampak psikis maupun sosial terhadap korban maupun yang lain, bahkan secara psikis bisa menimbulkan depresi atau ketakutan yang berlebihan. Kekerasan sosial memang telah menjadi bagian dari kenyataan sosial di manapun, tidak hanya
Nama “Kelapa Telu” memang tidak lagi terdengar di tengah kehidupan masyarakat pada umumnya, sebab nama ini dianggap hanya nama kenangan masa lalu, dan tidak lagi menarik untuk diperbincangkan. Padahal nama Kelapa Telu adalah nama bersejarah bagi proses islamisasi di wilayah Kabupaten Tuban, khususnya di desa-desa di Kecamatan Merakurak. Bahkan pesantrennya juga masih ada, hanya saja
Salah satu yang tidak diperhitungkan oleh para pengunggah informasi melalui media sosial dalam kasus tertentu adalah tindakan tersebut bisa mengandung dan melahirkan kekerasan simbolik. Kekerasan yang dilakukan dengan tidak melukai fisik akan tetapi memiliki pengaruh yang luar biasa terhadap seseorang. Hal ini yang disebut sebagai efek era cyber war atau perang cyber di media sosial. Efek
Ketika saya masih duduk di sekolah dasar dan menengah, saya sering menonton acara “sindiran†atau “tayuban†yang dilakukan di sumur Dusun Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Tuban. Acara ini untuk menandai upacara nyadran sumur di Dusun Pongpongan dan Dusun Semampir. Sumur itu berfungi sebagai sumber air utama. Di masa lalu sebelum ditemukan teknologi penyedot air bawah tanah,
Akhir-akhir ini, isu sosial religius yang menjadi viral di media sosial adalah pernyataan Menteri Agama, Fachrul Razi, tentang gerakan radikalisme. Banyak diketahui bahwa radikalisme menjadi problem negeri ini, seperti: di masyarakat, birokrasi atau Aparatur Sipil Negara (ASN), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mahasiswa dan juga siswa. Guna mengantisipasi terhadap semakin menguatnya radikalisme khususnya pada ASN,
Mungkin tidak banyak orang yang mengenal nama ini. Masyarakat lokal di Dusun Semampir, Desa Sembungrejo, Kecamatan Merakurak, Tuban menyebutnya dengan nama Mbah Boqa Baqi. Meskipun demikian, saya kira pantas jika kita membacakan surah Al-fatihah kepada beliau ini, sebagai salah satu penyebar Islam di tlatah Kecamatan Merakurak, Tuban dan mungkin juga beberapa wilayah lain di Kabupaten
Orang bijak menyatakan bahwa setiap kejadian negatif selalu memiliki hikmah. Kata hikmah menunjuk pada apa yang terjadi pada tahapan berikutnya, yang dipahami sebagai akibat atau dampak yang dihasilkan dari kejadian tersebut. Orang hanya bisa memahami apa hikmah tersebut setelah kejadian, sebab biasanya merupakan rangkaian yang reasonable. Pandemi Covid-19 ternyata membawa perubahan yang dahsyat dalam banyak
