Sunday, July 12 2026

Category: Horizon

Oleh: H. Imron Rosyadi (Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UINSA)      Hari ini, Kamis 13 Februari 2025 pukul 9.50 pagi, diiringi dengan dengan langit seolah merunduk dalam duka. Angin membawa bisikan kehilangan, dan bumi mencatat perginya seorang cahaya ilmu. Dr. KH. Abdul Mudjib Andan, M.Ag., sang guru, kini telah berpulang ke haribaan-Nya.Sudah menjadi takdir

Perjalanan dari Balongpanggang hari Selasa, 21 Januari 2025 masih menyisakan “PR” yang sulit untuk menemukan jawaban yang pasti. Pertanyaan itu muncul setelah beliau cerita tentang “hikmah” yang dimiliki seseorang (orang sholih) yang sepatutnya menjadi teladan bagi kita semua. Dari kisah itu, di penghujung cerita, saya ditanya sama beliu guru kita semua. Prof.Nur Syam M.Si. “Prestasi

Oleh: Dr. H. Imron Rosyadi, S.H., M.H. Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya     Pada hari Rabu, tanggal 29 Januari 2025, saya bersama istri mengunjungi rumah guru kami yakni Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si. Sampai di sana, juga bertemu dengan ibu (istri Prof. Nur Syam). Ada tiga hal yang menjadi tujuan

Muhammad Syahrul Hidayat Mahasiswa Doktor Ekonomi Syariah UIN Sunan Ampel Surabaya    Ekonomi bukan sekadar sejumlah angka statistik yang tercantum dalam laporan keuangan negara. Lebih dari itu, ekonomi adalah cerminan dari kualitas kehidupan masyarakat. Dan dalam mencerminkan kualitas tersebut, peran pemerintah memiliki peran sentral. Regulasi yang bijaksana dan pengawasan yang cermat mampu menjaga keseimbangan antara

Oleh. Abdul Wasik, M.HI (Pengurus RMI Jawa Timur)    RMI (Rabithah Ma\’ahid Islamiyah) Jawa Timur telah mencanangkan visi besar untuk memperkuat posisi pesantren sebagai pusat pendidikan Islam yang tidak hanya mandiri tetapi juga unggul dalam berbagai bidang. Dengan visi \”Menjadikan Pesantren Mandiri dan Unggul,\” organisasi ini berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pesantren di wilayah

Muhammad Syahrul Hidayat Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya    Dalam era digital yang dipenuhi dengan berbagai tren media sosial, tidak ada yang bisa mengabaikan fenomena yang sedang berkembang pesat, salah satunya TikTok yang sekarang ini sebagai platform media sosial yang menghipnotis. Mulai dari tarian lucu hingga tantangan yang tak terhitung jumlahnya, TikTok telah menjadi tempat

Oleh: Dr. H. Imron Rosyadi, S.H., M.H. Dosen Ilmu Hukum Fakultas Syari’ah dan Hukum  UIN Sunan Ampel Surabaya    Pendahuluan Baca jugaAku Seperti Yang Dulu?   Berita yang sedang hangat diperbincangkan oleh para pakar hukum dan politik, terkait kasus yang sedang menimpa politis Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), sebagai salah satu kekuatan politik terbesar di Indonesia,

Eva Putriya Hasanah     Hari Ibu adalah momen spesial yang dirayakan setiap tahun di Indonesia pada tanggal 22 Desember. Hari itu dipenuhi dengan ucapan terima kasih, hadiah, dan penghormatan kepada sosok ibu yang telah berkontribusi besar dalam kehidupan setiap individu. Namun, di balik semua perayaan itu, terdapat berbagai ironi dan stigma yang sering kali tidak

Oleh: Sari Agustiani    Saat ini, etika berbicara dan menghargai sesama insan menjadi nilai yang sangat penting, terlebihlebih di tengah masyarakat digital yakni masyarakat yang semakin terbuka dan tersebar luasm elalui media sosial. Perkembangan tehnologi yang sangat pesat membuat informasi tersebar secara cepat. Masyarakat di belahan wilayah manapun bisa dengan mudah mengakses sebuah berita.   

Al Hidayahtul Mus Qoimah (Mahasiswa Magister KPI UINSA)    “Konon, semakin tinggi ilmu pengetahuan yang dimiliki seseorang, akan semakin tinggi pula imajinasinya tentang masa depan.”    Baca jugaAku Seperti Yang Dulu?Dari situlah kemudian muncul apa yang disebut fiksi ilmiah (science fictions). Sebuah fiksi spekulatif yang membahas pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan terhadap masyarakat/manusia secara imajinatif. Fiksi

Sungguh suatu kebanggaan bagi akademisi di kala diminta menjadi narasumber di dalam sebuah acara seminar, baik nasional maupun internasional. Apakah dalam Seminar dalam skala cakupan yang lebih luas atau yang terbatas. Pada hari Ahad, 15/12/2024, saya dijadikan narasumber di dalam sebuah seminar yang menghadirkan mahasiswa yang bermukim di Pontianak. Mereka adalah mahasiswa UNISMA yang mengambil

Maulidatus Syahrotin Naqqiyah Program Doktor Studi Islam UIN Sunan Ampel Surabaya    Revolusi industri 4.0 dan perkembangan society 5.0 membawa revolusi digital yang luar biasa, termasuk lahirnya kecerdasan buatan yaitu AI (Artificial Intelligence) yang mengubah cara manusia berinteraksi, belajar, dan berkomunikasi. Dalam konteks dakwah, AI tidak hanya menjadi alat tetapi juga peluang strategis untuk menyebarkan

1 2 3 4 5 27