Eva Putriya Hasanah Baca jugaEmpat Pekerjaan yang Bakal Eksis di Era Covid-19 Hingga Tahun 2021 Perkembangan teknologi digital yang sangat cepat membawa dampak besar pada hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Tidak hanya mengubah cara bekerja, berkomunikasi, dan belajar, kemajuan teknologi juga memunculkan diskusi baru mengenai pembagian generasi. Setelah Generasi Alpha yang mencakup kelahiran anak-anak sekitar
Eva Putriya Hasanah Baca jugaEmpat Pekerjaan yang Bakal Eksis di Era Covid-19 Hingga Tahun 2021 Selama puluhan tahun, masyarakat Indonesia menganut satu keyakinan yang nyaris tak pernah ditanyakan: menikah adalah pintu menuju kebahagiaan. Ia diposisikan sebagai tonggak kedewasaan, penanda stabilitas hidup, sekaligus kondisi sosial untuk dianggap “lengkapâ€. Namun, data terbaru menunjukkan sesuatu yang menggelitik
Eva Putriya Hasanah Baca jugaEmpat Pekerjaan yang Bakal Eksis di Era Covid-19 Hingga Tahun 2021 Di banyak keluarga dan lingkungan sosial, belajar memasak masih sering dipandang sebagai “wilayah†anak perempuan. Sejak kecil, anak perempuan kerap diarahkan membantu ibu di dapur, sementara anak laki-laki lebih sering dibebaskan dari aktivitas tersebut. Pola ini begitu mengakar hingga memasak
Eva Putriya Hasanah Baca jugaEmpat Pekerjaan yang Bakal Eksis di Era Covid-19 Hingga Tahun 2021 Haq menjadi salah satu film berbahasa Hindi paling banyak ditonton di Netflix pada awal 2026. Pencapaian ini ditandai dengan pentingnya perjalanan kreatif sutradara Suparn S. Varma, yang dikenal konsisten menghadirkan cerita sosial dengan pendekatan tenang namun menggugah. Di tengah ekosistem OTT
Eva Putriya Hasanah Dunia maya Indonesia diramaikan oleh sebuah memoar yang viral di media sosial. Memoar itu berjudul Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah yang dipublikasikan secara gratis oleh penulisnya, Aurélie Moeremans. Di luar ekspektasi banyak orang, memoar ini bukan karya fiksi atau kisah kehidupan glamor selebritas—melainkan pengakuan pribadi yang kuat tentang pengalaman
Eva Putriya Hasanah Dunia maya Indonesia diramaikan oleh sebuah memoar yang viral di media sosial. Memoar itu berjudul Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah yang dipublikasikan secara gratis oleh penulisnya, Aurélie Moeremans. Di luar ekspektasi banyak orang, memoar ini bukan karya fiksi atau kisah kehidupan glamor selebritas—melainkan pengakuan pribadi yang kuat tentang pengalaman
Eva Putriya Hasanah Perkembangan kecerdasan buatan (artificial Intelligence/AI) semakin menunjukkan pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat digital. Salah satu teknologi yang belakangan menjadi sorotan adalah Grok AI, chatbot berbasis AI yang terintegrasi langsung dengan platform X (sebelumnya Twitter). Alih-alih hanya menuai pujian atas kecanggihannya, Grok AI kini berada dalam kontroversi kontroversi setelah Kementerian Komunikasi dan
Eva Putriya Hasanah Pada dini hari Kamis, 1 Januari 2026, sejarah tercatat secara monumental di jantung Kota New York ketika Zohran Mamdani secara resmi dilantik sebagai Wali Kota ke 112, menandai sebuah era baru bagi kota terbesar di Amerika Serikat. Pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan biasa — ia menjadi wali kota pertama yang
Eva Putriya Hasanah Dalam beberapa dekade terakhir, kampanye lingkungan semakin masif dan hadir di berbagai ruang publik. Poster, media sosial, hingga kurikulum pendidikan sering mengusung pesan moral seperti kurangi plastik, hemat listrik, dan gunakan transportasi ramah lingkungan. Narasi ini secara sepintas tampak positif dan mendidik. Namun, di balik pesan yang terlihat sederhana dan inspiratif
Eva Putriya Hasanah Bencana alam sering kali datang tanpa aba-aba. Namun, kasus longsor besar yang melanda desa Blatten di Swiss pada tahun 2025 menunjukkan bahwa bencana tidak selalu harus mengakhiri tragedi kemanusiaan. Di tengah runtuhnya pemandangan dan tertimbunnya hampir seluruh desa, satu hal menjadi sorotan dunia: keputusan cepat pemerintah Swiss mengevakuasi penduduk sebelum bencana
Eva Putriya Hasanah Sulit rasanya menahan sesak saat menyaksikan berita tentang banjir besar yang melanda Sumatera akhir-akhir ini. Setiap gambar yang ditampilkan di layar—rumah hanyut, jalan terputus, keluarga kehilangan orang tercinta—seolah menusuk ruang paling lembut di dalam hati kita. Namun di balik kesedihan manusia yang begitu terlihat, ada duka lain yang lebih sunyi,
Oleh: Prof. Dr. Hj. Titik Triwulan Tutik, MH. Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara UIN Sunan Ampel Surabaya Baca jugaEmpat Pekerjaan yang Bakal Eksis di Era Covid-19 Hingga Tahun 2021Jawa Timur — Upaya memperkuat kapasitas lembaga pendidikan pesantren dalam mencegah dan menanggulangi kekerasan terhadap anak terus digalakkan melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Mitigasi
