Sunday, October 25 2026

Category: Informasi

Eva Putriya Hasanah     Gotong royong sudah lama jadi DNA masyarakat Indonesia. Kita tumbuh dengan budaya bantu-membantu: dari kerja bakti membersihkan selokan kampung, patungan membuat acara hajatan, sampai galang dana kalau ada tetangga yang sakit. Tapi siapa sangka, di era digital dan dalam konteks regional, semangat gotong royong itu menjelma dalam wujud baru yang disebut

    Indonesia pernah memiliki seorang tokoh politik yang begitu berpengaruh namun tetap hidup sederhana. Ia menduduki jabatan-jabatan penting negara—mulai dari Wakil Perdana Menteri, Menteri Kesejahteraan Rakyat, hingga Ketua DPR dan MPR. Bahkan di tubuh organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), ia menjadi Ketua Tanfidziyah PBNU terlama dalam sejarah, selama 28 tahun berturut-turut

Eva Putriya Hasanah     Bicara soal anggota dewan, bayangan banyak orang biasanya tidak jauh dari gaji besar, fasilitas lengkap, dan sederet tunjangan yang menggiurkan. Tapi, Swedia tampil berbeda. Negara Skandinavia ini dikenal memiliki parlemen yang sederhana, transparan, dan tidak berlebihan dalam memberikan fasilitas kepada anggotanya. Alih-alih hidup dengan segala kemewahan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Swedia

Eva Putriya Hasanah     Setiap tanggal 17 Agustus, Indonesia merayakan hari kemerdekaan. Kita bangga pada perjuangan para pahlawan yang telah memerdekakan bangsa dari penjajahan fisik. Namun, makna kemerdekaan tidak berhenti di situ. Merdeka juga berarti kebebasan berpikir, berekspresi, dan menentukan jalan hidup sendiri, termasuk bagi perempuan. Kebebasan ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi harus diwujudkan

Eva Putriya Hasanah    Di belakang tembok kampus yang sunyi, selalu ada gerakan diam-diam tapi berarti—dan salah satunya adalah kolaborasi. Pada tanggal 9 Agustus 2025, STIT Raden Wijaya Mojokerto bersama BPPPTNU Kota Mojokerto mengadakan kunjungan istimewa ke Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar. Bukan sekadar silaturahmi biasa, pertemuan ini merupakan langkah nyata untuk saling belajar, berbagi

Eva Putriya Hasanah     Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, jagat media sosial dan sejumlah wilayah di Indonesia diramaikan dengan munculnya bendera bajak laut One Piece yang dikibarkan di berbagai tempat. Simbol tengkorak bertopi jerami ini dikenal sebagai Jolly Roger milik karakter Luffy dan kru Topi Jerami dalam serial manga dan anime Jepang One

Eva Putriya Hasanah    Akhir-akhir ini, kalau kamu sering scroll Instagram, TikTok, atau Pinterest, mungkin kamu pernah melihat video seseorang yang tinggal di pedesaan, bangun pagi tanpa alarm, menyeduh kopi tanpa terburu-buru, menanam sayuran di halaman rumah, atau sekadar menikmati hujan dari balik jendela. Semuanya terasa begitu damai, pelan, dan jujur saja… menyenangkan untuk ditonton.

Eva Putriya Hasanah     Kita hidup di zaman yang serba cepat, serba digital, dan… serba AI. Kehadiran kecerdasan buatan seperti ChatGPT awalnya dirancang untuk mempermudah hidup manusia: membantuin nulis, menjawab pertanyaan, sampai jadi asisten digital yang 24/7 siap. Tapi ternyata, teknologi secanggih ini juga bisa membuat orang terlalu nyaman bahkan sampai merasa tidak bisa mengambil

  Eva Putriya Hasanah    Coba deh jujur, kamu pernah nggak sih ngebayangin hidupmu kayak film? Lagi naik motor di sore hari terus backsound-nya kayak lagu indie mellow, sambil mikir, “Wah, gue banget nih. Gue tuh tokoh utama banget.” Atau pas patah hati kamu ngerasa kayak karakter utama di drama Korea yang baru aja ditinggal

Eva Putriya Hasanah      Pernah nggak sih kamu merasa otak jadi lemot, gampang terdistraksi, dan susah fokus? Bisa jadi bukan karena kamu kurang tidur atau banyak pikiran, tapi karena… terlalu sering mantengin internet! Yup, kebiasaan scroll tanpa henti ternyata berdampak besar banget buat kesehatan otak kita. Bahkan, sebuah penelitian dari Kanada menemukan fakta mengejutkan:

Eva Putriya Hasanah    Pernah nggak sih kamu merasa waktu 24 jam sehari itu nggak cukup? Rasanya pagi baru mulai, tahu-tahu udah malam aja. Kerjaan belum selesai, energi juga sudah menipis. Kalau kamu ngerasa begitu, ternyata kamu nggak sendirian.    Baca jugaEmpat Pekerjaan yang Bakal Eksis di Era Covid-19 Hingga Tahun 2021Badan Pusat Statistik (BPS)

Eva Putriya Hasanah     Pernah mendengar cerita tentang kumpulan kepiting dalam ember? Kalau satu kepiting coba manjat keluar, yang lain akan menariknya turun. Bukan karena dia jahat, tapi karena dia nggak pengin yang lain lebih dulu bebas. Fenomena ini dikenal sebagai mentalitas kepiting.    Sayangnya, cerita itu bukan hanya tentang kepiting. Tapi kita tentang manusia.

1 … 5 6 7 8 9 … 37