Jadilah Aktivis Atau Akademisi: Promosi Doktor UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi

Pada waktu yang berdekatan, Senin 13/07/26, dan Rabo 15/07/2026, saya diminta untuk menguji disertasi tahap terbuka atau ujian promosi pada Doktor UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi. Ujian promosi Promovendus, Abd. Karim Amrullah, dengan penguji: Prof. Dr. Ahmad Syukri, Prof. Dr. Rahmi Hidayati, Prof. Dr. Nur Syam, Prof. Dr. Martinis Yamin, Prof. Dr. Muchtar, Prof. Dr. Rusmini, Dr. Kiemas Imron Rosyadi dan Dr. Fadhilah. Disertasinya berjudul: “Kecakapan Pimpinan dalam Pemecahan Masalah untuk Meningkatkan Efektivitas Pengambilan Keputusan di Madrasah Tsanawiyah Negeri Provinsi Jambi.”
Kemudian ujian promosi doktor, promovendus Nuraida Selian, dengan penguji: Prof. Dr. Ahmad Syukri, Prof. Dr. Kasful Anwar, Prof. Dr. Nur Syam, Prof. Dr. Lukman Hakim, Prof. Dr. Mukhtar, Prof. Dr. Risnita, Dr. Rafidah dan Dr. M. Qadri. Judul disertasinya adalah “Pengaruh Hubungan Kerja, Alur Karir dan Komitmen Terhadap Efektivitas Pengelolaan PAUD Se Provinsi Riau”.
Yang saya apresiasi dari penyelenggaraan ujian promosi doktor pada Program Pascasarjana UIN STS Jambi adalah memberikan kesempatan kepada Penguji Eksternal untuk memberikan sambutan pada promosi doktor dimaksud. Saya tentu berterima kasih kepada Rektor Prof. Dr. Kasful Anwar sebagai penguji utama internal, Prof. Dr. Risnita selaku Direktur PPs., Prof. Dr. Mukhtar selaku Promotor dan Prof. Ahmad Syukri selaku ketua Tim Penguji. Pada sambutan tersebut, saya sampaikan tiga hal sebagai pesan kepada doktor baru, yaitu:
Pertama, kita semua bersyukur sebab hari ini kita bisa menyaksikan ujian promosi doktor yang sangat bermutu, sehingga dapat menghasilkan doktor baru dalam disiplin Ilmu Manajemen Pendidikan Islam. Selamat kepada UIN STS Jambi, Program Pascasarjana, Institusi asal promovendus, keluarga dan masyarakat di Provinsi Jambi. Kehadiran doktor baru tentu merupakan bagian dari pengembangan SDM yang berkualitas.
Kedua, Dr. Amrullah adalah seorang ahli Bahasa Arab, Ilmu hadits atau Ilmu Tafsir yang memiliki pengalaman belajar di Universitas Internasional Darut Taqwa Pasuruan. Sekarang doktor di dalam disiplin Ilmu Manajemen Pendidikan Islam. Dalam pikiran saya, Dr. Amrullah harus bergerak di dalam literasi keislaman. Jadilah orang yang terus mengembangkan literasi berbasis Kutubut turats yang sangat dikuasainya. Misalnya Dr. Amrullah dapat memberikan penjelasan tentang berbagai turats berbasis pada disiplin keilmuan Islam yang dikuasainya. Sebagai contoh, Kitab Riyadhus Shalihin, karya Syekh Imam An Nawawi dapat dijelaskan berdasarkan disiplin ilmu pendidikan Islam atau lebih khusus ilmu manajemen pendidikan Islam. Coba bisa dibayangkan ada sebanyak lebih dari 370 bab di dalam kitab tersebut, maka akan terdapat lebih dari 370 bab karya tulis yang berdasarkan perspektif pendidikan Islam.
Kitab fiqih, seperti Fathul Qarib atau Fathul Muin, dan lain-lain, atau kitab tafsir, seperti kitab tafsir al Kassyaf, kitab tafsir Jalalain, dan lain-lain, dan kitab-kitab di dalam ulumud din akan dapat dijelaskan berdasarkan atas perspektif ilmu yang dikuasainya. Jadi, menjadi doktor bukan akhir dari aktivitas literasi, akan tetapi menjadi awal dari proses literasi yang semakin intens. Bisa dibayangkan jika seluruh doktor dapat melakukannya, dan kemudian bisa dibukukan atau diupload di media sosial, maka akan menjadi khazanah ilmu keislaman yang luar biasa. Media sosial dan dunia penerbitan akan memiliki kekayaan akademis yang membanggakan.
Ketiga, Dr. Nuraida Selian adalah akademisi yang terlibat di dalam gerakan sosial melalui aktivisme untuk para guru Taman Kanak-Kanak (TK) atau Raudhatul Athfal (RA) dan Kelompok Bermain (KB). Guru-guru di lembaga ini, belum memperoleh pengakuan dari pemerintah melalui program guru profesional. Kendala regulasi, misalnya di dalam UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen, yang secara eksplisit belum memasukkan guru-guru tersebut di dalam kaitan sebagai guru profesional, maka mereka tidak dapat menikmati tunjangan profesional. Secara administrasi sudah terpenuhi tetapi kendala ini sangat menghambat. Dr. Nuraida terlibat di dalam upaya untuk memperbaiki nasib para guru, akan tetapi belum berhasil.
Oleh karena itu jangan pernah lelah dan jangan pernah putus asa untuk memperjuangkan nasib para guru TK/RA dan Guru KB, karena merekalah orang yang paling berjasa dalam mengenalkan pendidikan prasekolah dasar/pramadrasah ibtidaiyah. Jika penyiapan pendidikannya pada level ini bagus, maka pada program pendidikan selanjutnya akan lebih mudah. Sungguh tidak mudah untuk menjadi guru prasekolah dasar/pramadrasah ibtidaiyah tersebut. Prof. Mukhtar pasti tidak sanggup untuk melakukannya.
Saya membayangkan andaikan para doktor kita itu memiliki kemampuan seperti dua orang doktor yang dihasilkan oleh Program Doktor UIN STS Jambi, maka dunia akademik dan sosial kemasyarakatan akan sangat beruntung. Saya yakin bahwa para doktor kita memiliki banyak talenta untuk berkembang dan mengembangkan institusi pendidikan Tinggi Islam.
Bagi saya yang penting mereka harus menata niat atau internal motive atau in order to motive agar terus dapat berkarya. Jangan pernah berhenti, kata penyair Islam, Muhammad Iqbal bahwa: “siapa yang berhenti di jalan ini pasti akan terlindas”.
Jalan yang mendasar adalah melalui social activism dan literasi tiada henti. Selamat untuk para doktor. Ada ungkapan: “Saya berpikir saya ada” atau “Scribo, ergo sum”. Allah SWT akan merindhainya.
Wallahu a’lam bi al shawab.
You may also like




