Tiga Kecerdasan Diperoleh Anak Saat Menghafal Al-qur’an
Ternyata, selain menambah kecerdasan kognitif anak dan kecerdasan emosional, menghafal al-Quran juga dapat menambah kecerdasan spiritual anak. Mengutip Danah Zohar dan Ian Marshall dalam bukunya yang berjudul Spiritual Intelligence The Ultimate Intellegence menjelaskan, kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai. Sehingga orang tersebut dapat lebih memanfaatkan waktu untuk tindakan yang lebih bermakna.\r\n\r\nBerdasarkan berita dilansir Koran Republika Jum’at (5/6) dinyatakan, kebutuhan umat Islam akan generasi penghafal al-Quran sangat lah besar. Sebab tak dapat dipungkiri sangat dibutuhkan generasi pengawal garda terdepan yang mampu mengawal bangsa, negara, dan agama dengan penuh rahmat dan kebijaksanaan. Di era digital mengembangkan ilmu keagamaan dan ilmu pengetahuan kini lebih mudah. Salah satunya, cara menghafal al-Quran yang asyik dan menarik. Dengan harapan dapat menjiwai setiap makna yang terkandung dalam tiap-tiap ayat. Bahkan, dapat menuntun anak menjadi pribadi yang berakhlakul karimah. Tak hanya itu, dapat mengantarkan kedua orang tua ke surga.\r\n\r\nMenurut beberapa pakar dan ahli, menghafal al-Quran dapat menambah kecerdasan anak. Pertama, kecerdasan otak atau intelektual; Kedua, kecerdasan emosional; Ketiga, kecerdasan spiritual. Kecerdasan otak dapat dilihat melalui sosok Ibnu Sina yang karya dan tulisannya menjadi pedoman pembelajaran ilmu kedokteran di seluruh dunia. Ternyata, sebelumnya telah menghafal al-Qur’an. Ada sosok lain selain Ibnu Sina yakni Al-Khawarizmi penemu teori algoritma yang sebelumnya juga menghafal al-Qur’an. Dimana teori tersebut banyak diterapkan oleh matematikawan dunia sampai saat ini.\r\n\r\nTak hanya itu, juga banyak sekali generasi terdahulu yang menghafal al-qur’an. Bahkan, juga menguasai banyak displin ilmu lainnya, baik ilmu agama ataupun ilmu umum. Salah satu contohnya yaitu Ibnu Sina yang tak hanya menguasai ilmu kedokteran. Tapi, juga ahli dalam masalah fiqh, tafsir, dan bahasa arab. Demikian Imam Ghazali selain terkenal sebagai sosok filsuf Islam, tapi juga mahir dalam logika dan kosmologi.\r\n\r\nSelain menambah kecerdasan otak, menghafal al-Qur’an juga dapat menambah kecerdasan emosional anak. Menurut Pakar Psikologi Danieal Goleman menjelaskan, kecerdasan emosional dapat dilihat dari tingkah laku pribadi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, anak yang menghafal al-Quran menjadi pribadi yang lebih berkarakter, seperti konsisten, mandiri, tenang, percaya diri, berani, semangat, toleran, responsif, solider, aktif, dan akomodatif.\r\n\r\nTerakhir menghafal al-Quran dapat menambah kecerdasan spiritual. Menurut M Quraish Shihab dilansir Republika.co.id Ahad (2/7), kecerdasan spiritual dapat melahirkan iman dan kepekaan mendalam. Untuk itu, menghafal al-Quran adalah pekerjaan yang sungguh mulia. Bahkan, mampu menjadikan diri seseorang pribadi yang mampu memahami hakikat hidup di dunia.\r\n \r\nTK Islam Al-Azhar 57 Jambi dapat menjadi gambaran untuk mengetahui strategi dan metode menghafal al-Quran untuk anak usia dini dengan cara yang asyik nan menarik. Sekolah ini sangat menekankan pendidikan agama. Tapi, juga diimbangi dengan pendidikan umum. Robbiyatul Adawiyah salah satu Kepala TK menjelaskan, program tahfidz menjadi program unggulan sekolah dalam bidang ekstrakulikuler. Program tahfidz dipercaya dapat menguatkan karakter siswa. Tak hanya itu, juga dapat menambah kecerdesan kognitif anak. TK tersebut menerapkan cara-cara menghafal al-Quranpada anak yang tergolong usia dini dengan cara yang cukup asyik nan menarik.\r\n\r\n“Pertama, mulai dari surah-surah pendek. Terpenting al-Quran diajarkan secara dini dengan mengasyikkan. Maka, jiwa-jiwa Al-Qurandapat tumbuh dan bersemi mengiringi perkembangan usia peserta didik,†jelasnya.\r\n\r\nTentu agar anak semakin senang dan tertarik untuk terus menghafal al-Quran perlu diimbangi dengan sejumlah fasilitas yang baik. Misalnya, ruangan sekolah dilengkapi dengan AC, CCTV, proyektor, playground, kolam renang, laboratorium computer, ruang PSB, ruang music, ruang tari, dan kantin. Sebab tak dapat dipungkiri fasilitas yang baik juga berpengaruh pada keberlangsungan pendidikan dan pengajaran yang baik. Hingga anak pun semakin bersemangat untuk menghafal al-Qur’an. Tapi, yang terpenting niat untuk menghafal al-Quran harus tertananam di hati dengan kuat. Serta, jangan pernah putus asa. Istiqamah untuk terus menghafal al-Qur’an. \r\n\r\n
You may also like




