(Sumber : Medium)

Hubungan Toxic : Lari Jika Kamu Berada dalam Situasi Ini!

Informasi

Eva Putriya Hasanah

  

Setiap orang pasti mengidam-idamkan memiliki hubungan yang bisa membuat mereka merasa bahagia. Namun, ada pula orang-orang yang justru terjebak dalam situasi hubungan yang toxic

Apa maksudnya? Hubungan toxic, atau hubungan yang tidak sehat dan merusak, adalah salah satu masalah yang sering terjadi dalam hubungan interpersonal. 

  

Hubungan toxic biasanya ditandai dengan kekuasaan yang tidak seimbang, kontrol yang berlebihan, dan perilaku yang merendahkan serta merugikan salah satu atau kedua belah pihak. Dalam hubungan toxic, salah satu pasangan sering kali mendominasi dan mengontrol pasangan lainnya, sehingga membatasi kebebasan dan kemandirian individu tersebut.

  

Faktanya, hubungan toxic ini tidak hanya terjadi dalam hubungan percintaan, tetapi juga dapat terjadi dalam hubungan yang lain termasuk pertemanan.

  

Tanda-tanda Hubungan Toxic

  

Tanda-tanda hubungan toxic antara lain yakni kekerasan fisik atau emosional, manipulasi, intimidasi, dan pemerasan emosional. Pasangan ini mungkin cenderung memanfaatkan kelemahan atau ketidakpastian kita, mengecilkan diri kita, atau bahkan mencoba untuk mengisolasi kita dari orang lain.

  

Pasangan yang terlibat dalam hubungan toxic sering kali merasa tertekan, tidak berharga, dan tidak bahagia. Hubungan ini dapat merusak kesehatan mental dan emosional, serta menghambat pertumbuhan pribadi.

  


Baca Juga : MBKM di Perguruan Tinggi Islam

Sulit Bagi Seseorang untuk Keluar dari Hubungan Toxic

  

Mengapa seseorang cenderung sulit keluar dari hubungan toxic? Ini adalah pertanyaan yang kompleks dan ada beberapa alasan yang mungkin menjelaskan mengapa seseorang sulit untuk keluar dari hubungan yang tidak sehat. Berikut adalah beberapa alasan umum yang dapat menjadi faktor dalam hal ini:

  

1. Keterikatan Emosional: Ketika seseorang terlibat dalam hubungan toxic, mereka mungkin telah mengembangkan ikatan emosional yang kuat dengan pasangan atau teman tersebut. Keterikatan ini bisa membuat sulit bagi mereka untuk memutuskan hubungan, bahkan jika mereka menyadari bahwa itu tidak sehat.

2. Kehilangan Identitas: Dalam beberapa kasus, seseorang mungkin merasa bahwa pasangan atau teman mereka adalah bagian penting dari identitas mereka. Mereka mungkin takut kehilangan diri mereka sendiri jika mereka meninggalkan hubungan tersebut.

3. Ketergantungan Finansial: Dalam beberapa kasus, seseorang mungkin secara finansial bergantung pada pasangan mereka atau terjebak dalam situasi yang membuat mereka sulit untuk mandiri secara finansial. Ketergantungan ini dapat membuat sulit bagi mereka untuk meninggalkan hubungan toxic.

4. Rasa Bersalah atau Tanggung Jawab: Seseorang mungkin merasa bersalah atau merasa bertanggung jawab atas keadaan pasangan atau teman mereka yang toxic. Mereka mungkin berpikir bahwa mereka harus tetap bertahan dan membantu mereka mengubah perilaku mereka.

5. Harapan Perubahan: Seseorang mungkin berharap bahwa pasangan atau teman mereka akan berubah dan hubungan akan menjadi lebih sehat. Harapan ini dapat membuat sulit untuk mengambil keputusan untuk meninggalkan hubungan.

6. Rendahnya Penilaian Diri: Seseorang dengan harga diri rendah atau kepercayaan diri yang rendah mungkin cenderung tetap dalam hubungan yang tidak sehat. Mereka mungkin merasa bahwa mereka tidak pantas atau tidak mampu menemukan hubungan yang lebih baik.

7. Isolasi Sosial: Dalam beberapa kasus, pasangan atau teman yang toxic mungkin telah mengisolasi individu dari keluarga dan teman-teman mereka. Isolasi sosial ini dapat membuat sulit bagi seseorang untuk mencari dukungan dan saran dari orang lain yang mungkin membantu mereka keluar dari hubungan yang tidak sehat.

  

Cara Menghadapi Hubungan Toxic

  

Untuk menghadapi hubungan toxic, langkah pertama yang harus diambil adalah menyadari adanya masalah. Mengenali tanda-tanda dan pola perilaku yang tidak sehat adalah langkah penting dalam mengubah hubungan menjadi lebih sehat. Selanjutnya, komunikasi yang jujur dan terbuka sangat penting. Berbicaralah dengan pasangan tentang perasaan dan kekhawatiran kita, serta upayakan mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

  

Selain itu, mencari dukungan dari orang-orang terdekat seperti keluarga, teman, atau konselor dapat membantu kita menghadapi hubungan toxic dengan lebih baik. Mereka dapat memberikan perspektif objektif dan memberikan dukungan emosional yang dibutuhkan.

  

Jika upaya perbaikan hubungan tidak berhasil, penting untuk mempertimbangkan untuk mengakhiri hubungan toxic. Terkadang, langkah terbaik adalah menjauh dan melindungi diri sendiri dari kerusakan lebih lanjut. Ingatlah bahwa kita pantas mendapatkan hubungan yang sehat dan bahagia.

  

Semoga informasi ini bermanfaat bagi mereka yang sedang menghadapi masalah dalam hubungan mereka.