(Sumber : GPY Surabaya)

Merayakan Perdamaian Menembus Perbedaan : GPY Surabaya

Informasi

Eva Putriya Hasanah

  

Pada hari ini (24/09/2023), sejumlah anak muda yang tergabung dalam komunitas Global Peace Youth (GPY) Surabaya telah melangsungkan rangkaian acara bertema “Celebrating Peace Beyond Differences (Merayakan perdamaian Menembus Perbedaan)” di Pura Agung Jagat Karana Krembangan Surabaya. 

  

Acara dengan nama peace project ini dihadiri lebih dari 25 peserta dari berbagai kalangan yang memiliki latarbelakang berbeda. Diantaranya adalah mahasiswa, komunitas, pengajar dan Dinas Sosial di Surabaya. 

  

Menurut koordinator wilayah GPY Surabaya, Fatimatuz Zahro, kegiatan ini bertujuan untuk memperingati hari perdamaian internasional dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran toleransi di tengah masyarakat khususnya pemuda di Surabaya.

  

Hal ini dilakukan dengan rangkaian kegiatan yakni peace dialogue, pura tour, peace circle, dan social media campaign. Melalui itu peserta mendapatkan penjelasan makna ajaran agama dan arsitektur bangunan dari pihak pura, yakni pak Mangku I Ketut Sedana dan Ketua Majelis Tinggi (Parisada Hindu Darma) Surabaya, Pak Mangku Ketut Gotra. Dalam dialog ini peserta juga diberikan kesempatan untuk bertanya.

  

“Tujuan dari kegiatan ini memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada teman-teman terkait nilai-nilai perdamaian dan toleransi dengan cara mengenal agama lain.” Terang Zahro. 

  

Gadis asal Gresik ini juga menceritakan bahwa saat pertamakali menyampaikan maksud kegiatan kepada pihak Pura, ia disambut dengan sangat gembira. Pihak Pura sangat mengapresiasi dan memiliki tujuan yang sama untuk menciptakan keharmonisan di tengah umat beragama. 

  

Pemilihan Pura sebagai tempat kegiatan pun dilatarbelakangi karena jaringan komunitas GPY di wilayah lain juga melaksanakan acara yang sama di beberapa tempat ibadah yang berbeda sehingga pihaknya menyesuaikan.


Baca Juga : PKB, NU dan Kontestasi Politik

  

“Pura agama Hindu di pilih karena di Jakarta sudah melaksanakan acara di Vihara dan Semarang di Gereja. Dan karena di Indonesia mayoritas masyarakatnya Islam, maka kami membuat kesempatan untuk belajar dari agama lain. Jadi kami memilih Pura.” Jelasnya.

  

Salah satu mahasiswa UINSA dari program studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Vika Amelia mengatakan bahwa sebelum mengikuti acara ini, ia sempat berpikiran salah terhadap ajaran agama Hindu karena ketidaktahuan. Namun, setelah mengikuti kegiatan ini, ia merasa lebih terbuka dan memahami perbedaan yang ada di dalam ajaran agama lain khususnya Hindu. 

  

Selain itu, mahasiswa semester satu ini juga menambahkan bahwa dengan adanya kegiatan semacam ini bisa menciptakan keharmonisan diantara masyarakat karena senantiasa diingatkan untuk mencari persamaan di tengah adanya perbedaan. 

  

“Selama kegiatan itu dijelaskan maksud dari relief dan corak-corak bangunan yang ada di Pura. Pada intinya kegiatan ini menambah nilai toleransi dan wawasan terhadap sesama. Bahwa berbeda itu tidak salah tetapi bagaimana cara kita bisa mencari persamaan di perbedaan itu agar tercipta keharmonisan” Tuturnya.

  

Bukan Kali Pertama

  

Kegiatan ini bukanlah kali pertama yang diadakan oleh GPY Surabaya. Sebelumnya kegiatan dengan konsep berbeda dilaksanakan dengan tujuan yang sama yakni untuk memupuk nilai-nilai toleransi dan perdamaian di kalangan pemuda. Kegiatan itu diantaranya adalah mengunjungi beberapa tempat ibadah, festival perdamaian di sekolah dan kampus, camp perdamaian, seminar dan juga melalui social service di beberapa tempat secara bersama-sama dengan berbagai pihak.

  

GPY Surabaya mengatakan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen untuk menjadi bagian dalam upaya terciptanya masyarakat yang toleran dan harmonis di tengah perbedaan di bawah visi mereka yakni One Family Under God.