Optimalkan Potensi Anak Dengan Mengenali Empat Kecerdasan
InformasiSetiap anak memiliki kecerdasannya masing-masing. Sudah menjadi kewajiban orang tua untuk mengenal dan mengasah potensi yang dimiliki oleh sang buah hati. Sebagaimana pepatah arab bahwa seorang ibu merupakan sekolah pertama bagi anak-anaknya. Tak perlu khawatir terdapat beberapa langkah untuk mengenal dan mengoptimalkan kecerdasan sang permata hati tercinta.
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Nailatin Fauziyah Dosen Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya bahwa setiap seorang anak memiliki kecerdasannya masing-masing. Hanya saja yang membedakan antara satu anak dengan lainnya adalah memiliki kecerdasan yang tak sama.
"Tidak ada anak yang bodoh atau pintar, yang ada hanyalah anak yang menonjol dengan salah satu atau beberapa kecerdasan," jelasnya.
Nailatin kembali menjelaskan bahwa kecerdasan merupakan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dalam kehidupan manusia. Kecerdasan juga merupakan kemampuan untuk menghasilkan persoalan-persoalan baru dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu atau memberikan penghargaan dalam budaya seseorang.
Sebagai orang tua dapat mengoptimalkan potensi anak dengan mengenal beberapa kecerdasan yang ada pada anak. Seperti yang disampaikan oleh Nailatin bahwa orang tua dapat mengoptimalkan potensi anak melalui sembilan kecerdasan, yaitu verbal-linguistik, logis-matematis, visual-spatial, motorik-kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis.
"Kecerdasan verbal linguistik merupakan kemampuan menggunakan kata-kata secara efektif baik lisan maupun tulisan," ucap Nailatin.
"Seseorang dengan kecerdasan verbal-linguistik punya kemampuan untuk memanipulasi tata bahasa sehingga mudah mempengaruhi orang lain," tambahnya.
Kecerdasan Verbal-Linguistik
Baca Juga : Trilogi Ukhuwah Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
Nailatin menjelaskan bahwa ciri-ciri anak pertama, yaitu dengan kecerdasan verbal-linguistik adalah senang mendengarkan cerita, menulis lebih baik dibanding teman sebaya, berkomunikasi dengan orang lain dengan cara sangat verbal, senang bercerita, bermain peran dan game kata-kata, dan suka menulis kreatif.
"Stimulasi untuk mengajar anak yang cenderung memiliki kecerdasan verbal-linguistik, yaitu dengan mengajak anak berbicara, membacakan cerita, bermian huruf dan angkat, merangkai cerita, berdiskusi, bermain peran, mendengarkan lagu anak-anak," ujarnya.
"Bahan mengajarnya, yaitu buku, tape recorder, kaset, komputer, lingkungan sekitar atau sosial," tambahnya.
Kecerdasan Logis-Matematis
Kedua adalah anak dengan kecerdasan logis-matematis. Anak dengan kecerdasan logis-matematis adalah anak yang memiliki kemampuan menalar, menghitung, dan menangani pemikiran logis. Seperti yang disampaikan oleh Nailatin, anak dengan kecerdasan logis-matematis cenderung menonjol dan peka pada pola dan hubungan yang logis.
"Ciri-cirinya diantaranya adalah memiliki minat yang besar pada kegiatan eksplorasi, cerewet bertanya tentang berbagai fenomena, cara bertanya tentang cara kerja suatu hal, senang bermain angka, menganggap game matematika dan angka menarik, suka membuat kategori, hirarki, dan pola logis, menunjukkan minat pada pelajaran sains, dan suka pelajaran matematika," jelasnya.
Nailatin pun menyampaikan bahwa terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengajar anak dengan kecerdasan logis-matematis, yaitu menyelesaikan puzzle, mengenal bentuk geometri, memperkenalkan bilangan melalu sajak berirama, ekplorasi pikiran melalui diskusi dan olah piker ringan, pengenalan pola, eksperimen di alam, memperkaya pengalaman berinteraksi dengan konsep matematika, serta menggambar dan membaca.
Baca Juga : Peran Habib Rizieq Shihab Dalam Membentuk Ideologi FPI
"Sehingga bahan ajarnya berbeda, yaitu menggunakan kalkulator, maipulasi matematika, perlengkapan sains, game matematika, permainan pemecahan masalah, dan lingkungan sekitar," kata Nailatin.
Kecerdasan Visual-Spasial
Sementara yang ketiga yakni kecerdasan visual-spatial. Kecerdasan visual-spatial merupakan kemampuan untuk membayangkan, mempresentasikan ide secara visual-spasial dan memberikan gambar diri secara tepat dalam bentuk matrik.
"Biasanya ciri-ciri anak dengan kecerdasan visual-spasial, seperti dapat melaporkan bayangan visual dengan jelas, cenderung berpikir secara spasial, imajinatif dan kreatif, suka melamun, suka kegiatan sains, mudah membaca peta, diagram, dan grafik, suka mengerjakan puzzle, pandai menggambar, melukis, memahat, memiliki indra warna bagus, dan mengingat berdasarkan gambar," terangnya.
Adapun cara untuk mengembangkan potensi anak dengan kecerdasan visual-spasial, yaitu menggambar dan melukis, mencorat-coret, menyanyi, mengenal, membayangkan konsep, membuat prakarya, mengunjungi berbagai tempat, melakukan permainan konstruktif dan kreatif, serta mengatur dan merancang.
"Biasanya bahan ajarnya berupa, yaitu grafik, peta, video, LEGO, bahan-bahan seni, perpustakaan gambar-gambar, dan lingkungan sekitar," ucapnya.
Kecerdasan Motorik-Kinestetik
Kecerdasan keempat adalah kecerdasan motorik-kinestetik. Kecerdasan motorik-kinestetik merupaka kemampuan menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide atau perasaan dan ketrampilan menggunakan tangan untuk menciptakan sesuatu. Demikian dikatakan Nailatin bahwa anak dengan kecerdasan motorik-kinestetik harus lebih diberi perhatian pada pola makannya.
"Untuk memiliki anak yang cerdasa dan kreatif, salah satunya adalah dengan memberikan menu makanan yang seimbang buat permata hati," jelasnya.
Ciri-ciri anak dengan kecerdasan tersebut, yaitu cenderung senang bergerak dan menyentuh, mempunyai kontrol pada gerakan, keseimbangan, ketangkasan, dan keanggunan dalam gerak, menonjol di cabang olahraga, pandai meniru gerak atau tingkah laku orang lain, gampang mengingat apa yang dilakukan dan bukan pada apa yang diakatakan atau diamati, resah jika tidak melakukan apa-apa, dan belajar paling efektif dengan gerak.
Sedang langkah untuk mengesah kecerdasan tersebut, yaitu dengan menari, bermain peran, drama, latihan fisik, pantomin, perjalanan lapangan, bertepuk tangan, ketukan kaki, meloncat, dan mendaki.
Dari berbagai macam kecerdasan pada anak, namun yang paling penting untuk diketahui yaitu faktor yang mempengaruhi kecerdasan tersebut. Seperti yang disampaikan Nailatin, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecerdasan anak, yaitu faktor bawaan, jasmani, riwayat hidup, budaya, dan lingkungan hidup.
"Jawab semua pertanyaan anak, beri anak bacaan bermutu, beri anak tontonan yang berkualitas, dan jadilah model yang baik," pungkasnya. (Nin)

