(Sumber : Dokumentasi Pribadi)

Islam, Arsitektur dan Pemberdayaan Masyarakat

Opini

Ada banyak model dalam community development yang bisa digunakan untuk membangun relasi antara arsitektur, budaya, sosial, ekonomi dan agama. Ada Community development, community empowerment dan community organization. Community development memiliki tujuan dan fokus untuk pengembangan SDM. Community  empowerment memiliki tujuan fokus pada pemberdayaan masyarakat pada dimensi kapasitas diri dalam pengetahuan, keterampilan dan akses. Community organization memiliki tujuan dan fokus pada pemberdayaan organisasi untuk pemberdayaan masyarakat. 

  

Demikianlah yang saya sampaikan di dalam acara yang digelar oleh Program Studi Arsitektur dalam Tajuk acara “Ngaji Integrasi Arsitektur”, yang diselenggarakan di Aula Prodi Arsitektur pada Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Ampel Surabaya, 23 Juni 2023. Acara ini dipandu oleh Kaprodi Arsitektur, Dr. Rita  Ernawati. Acara ini diikuti oleh Mahasiswa Prodi Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi UINSA.

  

Saya  nyatakan bahwa  ada beberapa konsep tentang pengembangan masyarakat, yaitu Community Organization Community Development  atau COCD  yang dapat digunakan untuk mengembangkan atau memberdayakan masyarakat berbasis pada isntitusi sosial dan keagamaan. Community Work yang dapat digunakan untuk membantu masyarakat untuk tujuan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan dengan kebersamaan. Lalu,  Model Asset Based Community Development atau ABCD.

  

Arsitektur  adalah ilmu yang integrative yang bisa berintegrasi dengan ilmu sosial, misalnya kebijakan publik atau sosiologi dan politik) terkait anggaran dan daya kekuatan ekonomi masyarakat). Juga dapat berintergrasi dengan ilmu ekonomi (anggaran pemerintah dan saya kekuatan ekonomi masyarakat). Juga dapat berintegrasi dengan antropologi  (tradisi-tradisi masyarakat dalam kehidupan arsitektural). Dan bisa berintegrasi dengan keyakinan agama (di Tuban terdapat masyarakat yang tidak berani membuat rumah yang menghadap ke selatan).

  

Secara procedural, maka ada beberapa tahapan di dalam program pemberdayaan atau pengembangan masyarakat. Perlu mapping terkait dengan agama, budaya dan ekonomi masyarakat dalam memberikan pelayanan kebutuhan arsitektur baginya. Dari sisi agama, terdapat sejumlah keyakinan masyarakat tentang bentuk, tipe, model, dan jenis arsitektural yang relavan bagi kehidupannya. Mapping ini penting untuk memperoleh apa yang sesungguhnya menjadi basic need di dalam kehidupannya. Berdasar atas mapping yang tepat maka social supporting berpotensi untuk diperoleh dan dikembangkan. Masyarakat diharapkan merasa memiliki atas apa yang dilakukan bersama antara agen dan masyarakat.

  

Salah satu di antara model mapping kebutuhan masyarakat adalah melalui Public Interest Design (PID) atau disebut juga sebagai desain tanggung jawab social. Masyarakat memiliki kekuatan untuk saling menyangga, sehingga di kala mendesain arsitektur tentu harus melihat dan memanfaatkan kekuatan menyangga tersebut agar desain arsitektur dapat dilakukan yang tepat benar sesuai kebutuhan masyarakat.

  

Manusia hidup di dalam social environment. Faktor sosial mempengaruhi terhadap perilaku manusia. Dalam pandangan kaum behavioris bahwa perilaku manusia ditentukan oleh lingkungan. Di sini terdapat Lingkungan fisik, sosial, ekonomi, budaya dan religius. Manusia  memiliki kemampuan untuk memilih berdasarkan pilihan rasionalnya. Pemilihan tersebut berdasarkan atas faktor-faktor lingkungan yang berada di dalam lingkungannya.  Ada kesadaran sosial untuk melakukan sesuatu secara bersama-sama.

  

Kemudian juga harus terdapat sistem perencanaan bottom up atau perencanaan dari bawah berjenjang. Memilih alternatif perencanaan berbasis pada analisis kebutuhan dan need assesment. Memilih satu alternatif yang paling relevan berdasarkan standart kebutuhan, hasil analisis sosial,  standart partisipasi stake holder, standart kelayakan dan fungsi perencanaan, dan keberlanjutan program. Tentukan standart pengukuran yang jelas tentang proses dan produknya.


Baca Juga : Di Bagian Lain Kota Surabaya 2019

  

Untuk melaksanakan atau mengimplementasikan perencanaan, maka pilih pelaku yang relevan dengan perencanaan program. Pilih siapa mengerjakan apa dan untuk apa. Pilih orang yang memahami  situasi sosial, budaya, ekonomi dan politik di tempat yang dijadikan sebagai sasaran program. Pahami dengan benar tentang relasi antara space and social relation. Pahami relasi space, waktu dan eksistensi  individu. Pastikan subyek, perencanaan, implementasi merupakan satu kesatuan yang dapat mempengaruhi keberhasilan program.

  

Untuk mengimplementasikan perencanaan diperlukan suatu pendekatan baru di dalam manajemen kinerja berbasis pada program yang jelas. Manajemen kinerja tersebut terdiri dari unsur  plan, do, check, action atau PDCA. Pastikan pada tahun berjalan,  perencanaan sudah benar-benar matang sehingga semua ready for doing. Artinya sudah siap semua subyek, perencanaan, anggaran, implementasi dan evaluasi berjenjang. Jika semua perencanaan sudah siap, maka harus dilaksanakan dan yang disepakati untuk dilakukan evaluasi atau check dan kemudian tindak lanjutnya. Jadi tidak dilakukan evaluasi hanya pada tahap akhir kala program sudah selesai.

  

Berikut adalah satu contoh tentang bagaimana menerapkan pendekatan Asset Based Community Development berdasar atas Based on Continuity, Based on community Participation, Need-based development, Based on its potential, Based on internal strength, Based on social modalities, Based on cooperation or collaboration, External roles as supporting programs, External role as a supporting team. 

  

Adapun tahapan dalam Asset Based Community Development  (ABCD) is part of pattern of Community Development that uses the potential of the community to be developed according to the purpose of development. Discovery (finding community responsibility in discovering its potential and developing it). Dream (find what they want by developing the community). Design (designing programs according to their needs and development responsibilities). Define (find community programs that match the goals, targets and needs of the community). Destiny (do programs and activities that are in accordance with the potential, goals, targets and based on development needs).

  

Sebagaimana saya kemukakan, bahwa ada factor lingkungan yang berpengaruh terhadap perilaku manusia. Hingga hari ini para ulama masih menjadi referensi di dalam banyak hal termasuk dalam design wilayah, tempat dan ruang terkait dengan arsitektur. Selayaknya bisa menjadikan  para kyai, ulama dan tokoh masyarakat untuk menggerakkan masyarakat sebagai agen perubahan sosial. Masyarakat masih bisa untuk diajak berpartisipasi atas pengembangan wilayah, tempat dan ruang  untuk kepentingan pemberdayaan diri dan masyarakat. Jika bisa menggerakkannya, maka dipastikan bahwa mereka akan merasa memiliki terhadap kemanfaatan program atau proyek yang direncanakan.

  

Di dalam suatu area, dipastikan ada orang-orang yang memiliki keinginan untuk mengembangkan masyarakatnya. Mereka bisa diajak untuk merumuskan design arsitektural berbasis pada keinginan dan kepentingan masyarakat. Selayaknya design arsitektural tersebut  berbasis pada hasil diskusi dan penetapan bersama tokoh dan masyarakat. Agar diperhatikan  aspek analisis kebutuhan, analisis situasi sosial dan analisis politis yang terkait dengan program. Tentu saja perlu  dirumuskan dengan jelas apa yang menjadi tujuannya, targetnya, dan hasil akhirnya. Agar diungkapkan dengan angka-angka untuk pencapaiannya. 

  

Islam memiliki konsepsi  tentang relasi antara arsitektur dan pemberdayaan masyarakat.  Islam mengajarkan bahwa manusia adalah ciptaan Allah yang paling baik. Fi ahsani taqwim (Surat At Tin, ayat 4). Islam mengajarkan bahwa Allah  meminta agar suatu kaum melakukan perubahan atas dirinya. Allah itu menyukai perubahan dan tidak menghendaki sesuatui yang stagnan. Sebagaimana dinyatakan di dalam Alqur’an (Surat  Ar Rad, ayat 11), bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum sehingga kaum itu sendiri yang melakukan perubahan. Artinya bahwa suatu kaum diberi potensi untuk berubah menuju yang lebih baik. 

  

Jadi untuk melakukan perubahan maka peran manusia sangat dominan. Dengan demikian bukan pasrah kepada takdir Allah, tetapi manusia memiliki peran untuk mengubahnya. Allah menekankan bahwa pengembangan masyarakat itu sangat penting. Tidak hanya perubahan individu tetapi perubahan dalam tataran komunitas atau masyarakat. Perubahan masyarakat tersebut tentu terkait dengan kehidupan duniawi dan kelak untuk kehidupan ukhrawi. Islam mengajarkan tidak hanya kebahagiaan duniawi tetapi juga kehidupan ukhrawi. Saidun fid daraini. 

  

Islam mengajarkan keseimbangan. Islam mengajarkan agar manusia mengejar kehidupan duniawi secara optimal tetapi juga mengejar kehidupan ukhrawi secara maksimal. Manusia harus bekerja seakan-akan mau hidup selamanya, dan juga beribadah seakan-akan mu mati besuk pagi. I’mal lidunyaka kaannaka ta’isyu abadan wa’mal liakhiratika ka annaka tamutu ghadan. 

  

Di  tengah era yang terdapat  peluang sedemikian besar dalam ekspresi keberagamaan, maka kiranya para arsitek dapat mengembangkan diri dalam focus yang bercorak Islami. Sekarang kita hidup di era Halal Center, era ekonomi Syariah, era life style halal, era halal tourism, era philantropy Islam, era Hotel dan Restorant Halal. Ini semua merupakan tantangan. Jadi prodi arsitektur dapat bekerja untuk mewujudkan bagaimana integrasi antara Islam, Arsitektur dan Pemberdayaan Masyarakat.

  

Wallahu a’lam bi al shawab.