(Sumber : RRI)

Jadikan Indonesia Sebagai Pusat Peradaban Baru Dunia: Prof. Nasaruddin Umar (Bagian Dua)

Opini

Di dalam pidato Pembukaan "International Conference of Indonesia Islam: Why Indonesia as a New Muslim Civilization? Reassesing The Role of Indonesia Islam ini Shaping the World Future In Post-War Era,” di UIN Sunan Ampel, Menag., Prof. Dr. Nasaruddin Umar mengungkap banyak hal terkait dengan bagaimana Indonesia dengan umat Islamnya dapat menjadi suluh bagi tumbuhnya peradaban baru dunia berbasis Islam. Indonesia memenuhi syarat untuk memerankan pengembangan peradaban baru dimaksud.

  

Prof. Nasaruddin menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara paling stabil di dunia. Di Timur Tengah gejolak konflik bersenjata belum berakhir. Di Eropa Timur gejolak konflik belum ada tanda-tanda akan selesai. Mesir dibanjiri pengungsi sebanyak 12 juta orang dari Palestina dan negeri di sekitarnya, Iran juga terlibat dalam konflik senjata dengan Israel. Indonesia adalah negeri yang terbebas dari problem internal dan eksternal tersebut. 

  

Indonesia adalah negeri yang paling aman di dunia. Sebanyak 32 tokoh agama berkumpul di Vatican dan menyuarakan tentang Indonesia sebagai negeri yang damai, penuh dengan kerukunan dan kedamaian. Orang Afrika juga bangga tentang Indonesia sebagai negeri dengan penduduk muslim terbesar tetapi tidak terjadi dominasi mayoritas dan tirani minoritas. Indonesia adalah symbol toleransi, kerukunan dan harmoni social.

  

Indonesia juga negeri yang ekonominya paling stabil. Pertumbuhan ekonomi yang tertinggi di dunia bahkan melampaui China dan Amerika. Inflasinya terendah di dunia. Indonesia memiliki program unik yang tidak dimiliki oleh negara manapun. Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk semua siswa dan santri, Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk siswa dan santri dan juga sekolah gratis bagi anak miskin yang cerdas, yaitu Sekolah Rakyat (SR) dan sekolah berkualitas untuk anak-anak miskin, Sekolah Garuda, yang ke depan diimpikan untuk menjadi generasi penerus yang full cintanya terhadap negerinya.

   

Indonesia juga negeri dengan demokrasi yang stabil, tidak ada permasalahan gender, tidak ada diskriminasi, tidak ada kekerasan yang berujung konflik dan hal ini menggambarkan bahwa Indonesia layak mendapatkan posisi terhormat dalam relasi internasional. Bahkan penyanyi Barat membuat lagu dengan syair yang memuji Presiden Prabowo sebagai sosok yang sangat toleran yang mengusung perdamaian dan membangun kerukunan dan harmoni social.

  

Kementerian Agama harus dapat menerjemahkan gagasan dan pemikiran Presiden Prabowo. Oleh karena itu, para akademisi harus menghasilkan pemikiran yang berselaras dan sesuai dengan ide Bapak Presiden. Kita harus dapat menghasilkan pemikiran bagaimana mengimplementasikan cita-cita Bapak Presiden, agar gagasan yang orisinil tersebut dapat diimplementasikan dalam mewujudkan peradaban baru berbasis spirit dan nilai-nilai keagamaan. Harus ada sinergi antara kaum akademisi, dengan para ulama dan birokrasi untuk mewujudkan gagasan menjadi aksi. Kita harus mewujudkan logos menjadi ethos. Logos dan ethos yang dijiwai oleh theos. Theos, logos dan ethos merupakan satu kesatuan system yang akan dapat memandu kehidupan masyarakat Indonesia dan dunia. 

  

Empat international conference ini diharapkan untuk menjadi bahan dalam kerangka mewujudkan ide dan gagasan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat new civilization based on religions. Kita harus menterjemahkan bagaimana strategi dan cara untuk melakukan perdamaian dunia, khususnya di Palestina. Tidak boleh ada negara yang berkeinginan untuk mengakuisisi negeri lain. Tidak boleh Israel  mencaplok Palestina. Kalau itu dilakukan sebagaimana pikiran dan aksi Bapak Presiden akan mengirimkan pasukan perdamaian yang akan menjadi tameng bagi perbatasan antara Israel dan Palestina.

  


Baca Juga : Jokowi dan Kereta Cepat Jakarta Bandung

Indonesia sudah memiliki pengalaman dalam pengiriman pasukan perdamaian, sehingga tidak sulit untuk mengirim pasukan perdamaian di wilayah konflik, Palestina dan Israel. Komitmen ini yang harus menjadi basis bagi para akademisi, para agamawan, ulama dan kaum intelektual untuk terlibat dalam merumuskan strategi yang cerdas dan berdampak. 

  

Konferensi ini diharapkan menjadi sumbangan Kementerian Agama di dalam mewujudkan pemikiran strategik bagi Indonesia ke depan. Kementerian agama akan dinilai oleh orang lain sebagai Kementerian berdampak jika pemikiran dan aksi-aksinya dapat dirasakan oleh masyarakat. Gagasan tentang perumusan strategi untuk membangun peradaban baru dunia berbasis nilai-nilai keagamaan akan menentukan atas pandangan masyarakat dunia akan peran Indonesia dalam percaturan relasi internasional.

  

Gaung tersebut sudah ditabuh oleh Bapak Presiden Prabowo dan kita harus bergerak untuk mewujudkannya. Seminar ini dan seminar lainnya diharapkan dapat mengisi kekosongan perbincangan tentang peran Indonesia di masa depan sebagai negeri yang mayoritas muslim dengan keanekaragaman agama dan budaya yang akan terlibat di dalam perdamaian dunia. 

  

Kepada Prof. Greg Barton diucapkan terima kasih dan juga kepada narasumber lain. Selamat berkonferensi, dan marilah kita buka konferensi ini dengan membaca Basmallah.

  

Wallahu a’lam bi al shawab.