(Sumber : Nur Syam Centre)

Tahun Baru Hijriyah

Opini

Di dunia ini ada banyak kalender yang berbasis astronomi, baik yang dihitung berdasarkan peredaran matahari (solar) atau bulan (lunar). Kalender  tersebut dibuat berdasarkan perhitungan yang sangat cermat untuk menggambarkan mengenai perputaran hari, bulan, tahun dan sekaligus juga memberikan penjelasan mengenai kapan waktu-waktu khusus untuk menandai peristiwa yang sangat penting di dalam kehidupan. Misalnya upacara ritual, hari-hari sakral dan peristiwa sejarah yang harus terus dikenang.

  

Di antara kalender tersebut adalah Kalender Qibti, yang dirumuskan di Mesir ribuan tahun yang lalu. Kemudian kalender Maya di Amerika Tengah yang diperkirakan sudah berumur ratusan tahun. Kemudian Kalender China yang usianya lebih tua dibandingkan Kalender Maya dan berusia 5.000-an  tahun. Dikenal juga Kalender Jepang, yang juga berusia ribuan tahun, lalu Kalender Masehi, yang diberlakukan pada zaman Julius Caesar, dan dikenal juga sebagai Kalender Julian Gregorian. Kalender ini dimulai tanggal 1 Januari, 45 tahun sebelum Masehi. Serta menjadi kalender yang paling banyak digunakan di dunia. Dimulai dengan bulan Januari dan seterusnya dengan menggunakan perhitungan peredaran matahari atau sistem solar. Kemudian, Kalender Hijriyah, yaitu kalender yang ditetapkan untuk menandai kelender umat Islam dan dimulai  bertepatan dengan hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.  Kalender ini  dimulai dengan Bulan Muharram dan seterusnya, mengikuti peredaran bulan atau sistem lunar.

  

Tentu pada awalnya  terjadi perdebatan tentang kapan sebaiknya penetapan bulan bagi umat Islam tersebut. Ada yang berkeinginan menentukan tahun baru umat Islam dimulai dari  kelahiran Nabi Muhammad SAW dan ada juga yang usul agar ditetapkan dari tahun wafatnya Nabi Muhammad SAW. Tetapi Khalifah Umar ibn Khattab lalu menetapkan Kalender Hijriyah dimulai tanggal 1 Muharram tahun 1 Hijriyah, yang bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622 Masehi. Kalender Hijriyah ditetapkan Umar ibn Khattab pada tahun 638 Masehi atau tahun ke 17 Hijriyah.   

  

Memang suatu hal yang sangat tepat ketika umat Islam memiliki kelander sendiri, dengan sistem penanggalan berbasis sistem lunar atau bulan. Hanya saja karena umur bulan adalah 29 setengah hari, maka terkadang terjadi perbedaan pendapat di dalam menentukan kapan suatu bulan berakhir dan kapan bulan baru dimulai. Di dalam sistem solar atau kalender Masehi, juga terdapat kerumitan namun akhirnya dipecahkan dengan cara perhitungan bahwa dalam empat tahun sekali usia bulan Februari hanya 28 hari atau yang dikenal sebagai tahun kabisat. Selain itu usia bulan Februari sebanyak 29 hari dan lainnya 30 serta 31 hari.

  

Perdedaan sistem perhitungan pada tahun Hijriyah ini tentu disebabkan oleh sistem perhitungan yang bertumpu pada perhitungan astronomi, atau hisab wa ru’yah. Meskipun sebenarnya perbedaan tersebut kadang-kadang hanya terjadi pada bulan-bulan tertentu saja, misalnya tanggal 1 Ramadlan, tanggal 1 Syawal dan tanggal 1 Dzulhijjah. Bahkan yang bermasalah seringkali adalah 1 Syawal dan 1 Dzulhijjah, yaitu dalam kaitannya dengan Hari Raya Idul Fithri dan Idul Adha. 

  

Penetapan tanggal 1 Muharram yang disesuaikan dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW memang sangatlah tepat. Sebab peristiwa ini merupakan peristiwa yang sangat monumental bagi umat Islam. Tidak hanya karena dari sini dimulai Islam baru, yang mendunia, akan tetapi juga dari peristiwa hijrah tersebut sungguh sangat berat seandainya dilakukan oleh manusia biasa. Seandainya bukan Nabi pilihan Allah SWT.,   rasanya tidak mungkin manusia melakukan perjalanan di malam hari dari Makkah ke Madinah dengan jarak lebih dari 490 KM, dengan medan yang bergunung-gunung, padang pasir yang tandus, nyaris tidak dijumpai mata air dan hawanya yang panas di siang hari dan dingin sekali di malam hari. Perjalanan ini seperti berbantal pasir dan batu  berselimut angin dingin menusuk tubuh.

  

Bagi orang yang pernah melakukan perjalanan haji maka akan merasakan betapa sulitnya medan yang ditempuh Nabi Muhammad SAW dalam hijrah tersebut. Sepanjang mata memandang hanya hamparan padang pasir berdebu karena hembusan angin, bahkan juga sekali waktu terjadi badai padang pasir, tidak dijumpai pepohonan kecuali pohon-pohon perdu, dan hanya pasir, kerikil dan batu-batu kecil dan besar di area padang pasir tersebut. 

  

Mungkin jamaah haji sampai tahun 1970-an, yang merasakan perjalanan dari Mekkah ke Madinah dengan kendaraan unta  akan merasakan betapa beratnya medan perjuangan untuk mencapai Madinah dari Makkah atau sebaliknya. Haji di masa lalu sampai tujuh bulan pulang pergi dari Indonesia. 

  

Hijrah tentu memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Islam. Peristiwa hijrah memang bukanlah peristiwa biasa saja. Bagi orang yang tidak menjadi pilihan Allah SWT, maka tidak akan mungkin dapat melakukan hijrah sebagaimana Nabi Muhammad SAW melakukannya. Pastilah Allah memberikan perlindungan dan kekuatan yang dahsyat untuk Nabi Muhammad SAW di dalam perjalanan tersebut. Bukankah Allah SWT memberikan kekuatan kepada hambanya itu sesuai dengan amanah yang dibebankan kepada hambanya tersebut. Makanya Nabi Muhammad SAW memiliki kekuatan yang dahsyat karena amanah Allah SWT yang sangat besar sebagai Rasul ulul azmi atau Nabi dengan keteguhan hati yang sangat kuat, yang memiliki ketabahan, kesabaran dan keuletan  luar biasa.   

  

Peristiwa hijrah sungguh sangat menentukan terhadap proses islamisasi pada tahap berikutnya. Secara personal  penetapan tahun baru Hijriyah yang dimulai dengan saat Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah tentu memiliki makna yang sangat mendalam, sedangkan dari aspek institusional, maka penetapan 1 Hijriyah sesuai dengan saat Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan tersebut juga mengandung makna  dimulainya  penyebaran Islam hingga menjadi agama yang secara institusional diakui oleh banyak negara. Islam dijadikan sebagai agama negara baik secara formal atau informal tentu dikaitkan dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW.

  

Tanggal 20 Agustus 2020 adalah bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1442 Hijriyah. Dengan demikian, hari ini adalah saat di mana Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari Makkah ke Madinah untuk memulai zaman baru, zaman di mana Islam diperkenalkan kepada umat manusia secara lebih sistematis, terstruktur dan massif, dengan perangkat penyebaran Islam melalui cara-cara yang berkeadaban dan berperadaban sehingga Islam sekarang dianut oleh umat manusia di muka bumi ini. Jumlah umat Islam di dunia (2019) kira-kira sebesar 1,8 milyar, yang tersebar di seluruh dunia. 

  

Tanggal 1 Muharram  yang diperingati hari ini, tentu diharapkan agar menjadi awal tahun peradaban Islam, di mana umat Islam menjadi bagian dari seluruh umat manusia di dunia untuk menumbuhkan dan mengembangkan peradaban dunia yang berwajah damai, rukun dan harmoni serta berkeselamatan. 

  

Wallahu a’lam bi al shawab.