JIKA BELAJAR DI SEKOLAH DIMULAI
Adakah masih ada keinginan untuk menyelenggarakan program pembelajaran sebagaimana sebelum masa pandemi covid-19? Tentu jawabannya ada. Di beberapa lembaga pendidikan ternyata ada keinginan untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka sebagaimana di masa lalu.\r\nMungkin memang ada tuntutan untuk memulai belajar lagi di sekolah atau memang sudah ada kesiapan untuk itu. Tetapi sebagian besar orang tua atau wali masih merasa ketakutan dengan pembelajran di sekolah mengingat anak-anak belum bisa melakukan physical dan social distance. Maklumlah anak-anak. \r\nBerdasarkan hasil survey, bahwa ada sebanyak 66 persen orang tua yang tidak setuju dengan pembelajaran di kelas mengingat masih tingginya angka persebaran covid-19. Sementara itu, berdasarkan IDAI, angka anak-anak yang terinfeksi adalah sebanyak 3-4 persen. \r\nJika memang ada tuntutan untuk masuk kelas, maka harus ada beberapa persayaratan yang dipenuhi oleh lembaga pendidikan, di antaranya adalah:\r\n1. membuka kelas belajar sesuai dengan tipologi daerah, apakah sudah berstatus hijau, atau biru. Hal ini pun harus jelas bahwa tidak akan ada penularan dengan pembelajaran kelas.\r\n2. menetapkan standart ketat dalam protokoler kesehatan. \r\n3. melakukan penerapan tes kesehatan bagi guru dan siswa.\r\n4. mencatat dengan teratur dan sistimatis tentang perkembangan kesehatan siswa.\r\n5. menerapkan pembelajaran secara bergelombang dengan jam terbatas.\r\nPersyaratan ini harus dilakukan dengan pengawasan yang ketat dari pihak Gugus Tugas Covid-19 sebab dikhawatirkan terjadi kelengahan dalam penerapannya.\r\nJadi saya kira memang tidak mudah untuk melakukan pembejaran kelas di era pandemi seperti ini. contoh riil misalnya lembaga pendidikan di Korea Selatan, yang semula berhasil dalam melakukan lock down, dan dinyatakan secara prosedural dan teknik berhasil, maka akhirnya juga harus mengalah melawan covid-19.\r\nBerdasar atas pengalaman ini, maka sebaiknya haruslah menerapkan kebijakan untuk menerapkan pembelajaran on line, sebab resiko penularan covid-19 memang bisa ditekan sedemikian rupa.\r\n
You may also like




