Saudi Buka Peluang Berhaji Tapi Jangan Berharap Berlebihan
Jangan berharap berlebihan, begitulah ketika kita membaca berita tentang Pemerintah Saudi membuka peluang berhaji tahun 2020 atau 1441 Hijriyah. Pemerintah hanya akan memberikan kuota bagi warga negaranya sendiri dan para mukimin dari berbagai negara yang disebut sebagai kaum ekspatriat. (JP,24/6/20)
Berita tentang peluang Pemerintah Saudi akan membukan pintu bagi jamaah haji sebenarnya sudah kita dengar kira-kira sepekan yang lalu. Namun rilis secara resmi pemerintah Arab Saudi baru diperoleh kemarin, 23 Juni 2020. Seandainya tidak ada Pendemi Covid-19 tentu beberapa hari lagi jamaah haji Indonesia akan berangkat ke Saudi khusus untuk kloter pertama. Indonesia seharusnya memberangkatkan jamaah haji pada tanggal 26 Juni 2020. Namun dengan keberadaan Pandemi Covid-19 yang hingga hari ini belum menandakan mereda, maka pemerintah sudah menetapkan bahwa Indonesia tidak akan memberangkatkan jamaah haji dan menundanya tahun depan. Melalui KMA No. 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H/2020 M, yang intinya adalah penundaan pemberangkatan haji tahun ini dan menyelenggarakannya pada tahun berikutnya. Jadi yang seharusnya berangkat tahun ini, maka ditunda tahun depan. Tentu saja penundaan pemberangkatan Jemaah haji ini akan menambah panjang penantian calhaj Indonesia, sebab quota sebanyak 221.000 orang tertunda berangkatnya.
Pemerintah Indonesia memandang bahwa keselamatan jemaah haji menjadi prioritas utama dalam penundaan pemberangkatan jemaah Haji. Masih berjangkitnya wabah corona-19 yang juga menjadi problem di Arab Saudi, memaksa pemerintah Indonesia dan lainnya untuk melakukan penundaan tersebut.
Melalui siaran pers Pemerintah Saudi ini juga bisa mengakhiri berbagai spekulasi bahwa pemerintah Arab Saudi akan memberikan quota khusus bagi jemaah haji Indonesia. Selama ini masih terdapat berita yang simpang siur tentang penundaan jemaah haji ke Arab Saudi.
Pemerintah Saudi tentu yang paling tahu bagaimana memenej jamaah haji dari seluruh dunia yang berjumlah 3,5 juta orang atau lebih. Makanya, tahun ini pemerintah hanya akan mengizinkan berhaji sebanyak 10.000 orang saja untuk berhaji dan hal itu dikhususkan bagi warga Arab Saudi dan para mukimin yang sudah lama hidup di Arab Saudi.
Sebagaimana diketahui bahwa Covid-19 adalah penyakit kerumunan, maka di mana ada kerumunan dalam sejumlah besar orang, maka peluang penularannya menjadi sangat tinggi. Menyadari hal ini, maka pemerintah Saudi menyediakan kuota yang sangat terbatas, sehingga cara untuk memanejnya masih bisa dilakukan.
Kita tentu patut bersyukur, bahwa akhirnya pemerintah Saudi memberikan peluang untuk berhaji, sebab tidak bisa dibayangkan bahwa terdapat suatu tahun penyelanggaran haji libur. Hanya saja masyarakat Indonesia belum boleh untuk berharap lebih banyak sebab Pemerintah Saudi belum membuka pintu selebar-lebarnya untuk berhaji sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. (NS).
You may also like




