(Sumber : Dokumentasi Penulis)

Potret Diri Pemahaman Konsep dan Literasi Numerasi Guru MI

Horizon

Oleh Dr. Siti Lailiyah, M.Si dan Dr. Aning Wida Yanti, S.Si, M.Pd

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

UIN Sunan Ampel Surabaya

  

Sebagai seorang guru harus memiliki kemampuan menguasai materi yang akan diajarkannya. Penguasaan materi guru akan suatu materi ini menjadi hal yang penting dalam suatu pembelajaran karena berhubungan dengan pemahaman konsep siswa. Seseorang yang memiliki kemampuan pemahaman konsep yang baik maka Ia akan mampu menjelaskan suatu konsep tersebut dengan baik. Seseorang yang memiliki kemampuan pemahaman konsep tentang materi yang dipelajari akan menghindari seseorang tersebut melakukan kesalahan-kesalahan besar. Kemampuan pemahaman konsep juga sebagai pondasi awal untuk mencapai kemampuan-kemampuan lainnya. Kemampuan pemahaman konsep yang dimiliki guru memberikan pengaruh kepada siswanya. Pengaruhnya antara lain kemampuan pemahaman konsep siswa, kemampuan pemecahan masalah siswa, pengetahuan siswa tentang konten matematika, dan hasil belajar siswa (Doerr & Thompson, 2004; Zebua et al., 2023).

  

Kenyataannya, pemahaman konsep guru, calon guru, dan siswa tidak jauh berbeda. Kemampuan pemahaman konsep guru berada di level sedang, sedangkan pemahaman konsep siswa berada di level sedang atau rendah (Khairani et al., 2021; Pasha & Aini, 2022; Rismen et al., 2021; Zebua et al., 2023). Selain itu tingkat literasi numerasi antara guru dan siswa juga berada di level rendah atau sedang (Sugianto et al., 2023). Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini dikarenakan guru dalam memberikan asesmen kepada peserta didiknya masih menggunakan kerangka yang standar yaitu sebatas menguji ingatan saja, siswa kurang dilatih soal-soal literasi atau HOTS (High Order Thinking Skill) atau berpikir tingkat tinggi. Selain itu, karena budaya literasi atau membaca di Indonesia yang masih sangat rendah. Kurangnya minat membaca, sarana dan prasarana yang tidak memadai, peran keluarga yang kurang mendukung, pengaruh televisi dan ponsel, kualitas pendidikan yang bervariasi, kurikulum yang kurang tepat, serta lingkungan yang tidak mendukung, semuanya berkontribusi pada rendahnya tingkat literasi di Indonesia.

  

Pemahaman konsep matematika dan literasi adalah komponen penting pada abad 21. Pemahaman konsep matematika memiliki kaitannya dengan literasi. Pada penelitian Wulandari et al., (2023) menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara literasi dengan kemampuan pemahaman konsep pada materi energi listrik. Pada penelitian Mardiyanti, Yuhana, & Muttaqin (2022) menyatakan bahwa kemampuan pemahaman berpengaruh secara simultan terhadap kemampuan literasi seseorang. Pada penelitian Hatimah & Khery (2021) didapatkan bahwa kemampuan pemahaman konsep dan literasi memiliki hubungan linier, jika pemahaman konsep memiliki nilai yang baik maka literasi juga memiliki nilai yang baik, begitu juga sebaliknya. Literasi merupakan kecakapan hidup di era society 5.0 yang harus dimikili oleh siswa, karena tingkat kualitas sumber daya manusia ditentukan dengan tingkat literasinya (Nudiati & Sudiapermana, 2020). Semakin tinggi tingkat literasinya maka semakin baik kualitas sumber daya manusia tersebut. Jadi setiap pembelajaran harus juga mengembangkan kemampuan literasi peserta didik agar siap menghadapi kompetisi di era society 5.0. 

  

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan pemahaman konsep dan literasi. Apa saja ya?. Kemampuan pemahaman matematis dan literasi dapat dikembangkan dengan menggunakan pembelajaran holistik, pembelajaran berorientasi perubahan konseptual, pembelajaran realistik pendidikan matematika, dan pembelajaran STEM (Sains, Technology, Education, and Mathematics) (Taşlıdere, 2013; Yuliandari & Hadi, 2020). Selain itu, dengan membiasakan siswa menyelesaikan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada pembelajaran merupakan strategi dalam mengembangkan pemahaman konsep dan literasi siswa. Cara lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman konsep dan literasi guru diantaranya melalui multimedia, cyber research, mobile technology integration, dan computer technology integration (Bates et al., 2017). Ketika guru berhasil mengintegrasikan teknologi dalam pembelajarannya, maka guru sudah memahami cara mengatasi tantangan ini, mereka dapat berkolaborasi dalam mengidentifikasi teknologi yang mendukung pembelajaran siswa secara efektif. 

  

Faktor yang mempengaruhi pembelajaran matematika yaitu perspektif gender. Hal ini dikarenakan terdapat fakta bahwa matematika sering dianggap sebagai bidang untuk laki-laki. Berdasarkan pendapat Yazici & Ertekin (2010) perlu diadakan penyelidikan mendalam tentang perspektif gender dalam matematika dikarenakan hal ini memainkan peran penting dalam pendidik di masa depan. Perspektif gender mengarah pada suatu pandangan atau pemahaman tentang peran perempuan dibedakan secara kodrati, dan peran gender yang ditetapkan secara sosial budaya. 

  

Beberapa penelitian pemahaman konsep guru telah dilakukan. Pada penelitian Andayani, Anan, & Handayani (2022) yang meneliti tentang pemahaman konsep 105 calon guru sekolah dasar pada konsep pencernaan didapatkan bahwa 45,12% calon guru termasuk kategori kurang. Pada penelitian Anam, Widodo, & Sopandi (2019) yang meneliti 15 guru, 33 calon guru, dan 39 siswa didapatkan bahwa kemampuan pemahaman konsep IPA guru, calon guru, dan siswa pada materi konduksi panas tidak jauh berbeda. Penelitian Oktaviani, Zarkasih, & Vebrianto (2020) yang meneliti 30 guru dan calon guru tentang pemahaman konsep materi reproduksi tumbuhan secara sains didapatkan bahwa pemahaman konsep materi reproduksi tumbuhan secara sains lebih baik daripada pemahaman konsep reproduksi tumbuhan secara Islam. 


Baca Juga : Kajian Kitab Taisirul Khollaq

  

Beberapa penelitian kompetensi guru ditinjau dari perspektif gender. Penelitian Alkharusi (2011) yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan penilaian antara guru laki-laki dan perempuan. Penelitian Bagheri & Ghanizadeh (2016) yang menyatakan bahwa tidak ada perbedaan antara kemampuan berpikir kritis calon guru laki-laki dan perempuan. Penelitian Sakshi & Bano (2023) yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam tingkat literasi antara laki-laki dan perempuan. Penelitian Miyamoto, Gauly, & Zabal (2024) yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan kecil literasi numerasi laki-laki dan perempuan. Laki-laki dapat menyelesaikan literasi numerasi 13,4% lebih tinggi dibandingkan perempuan. Tingkat literasi guru laki-laki dan perempuan mempengaruhi hasil belajar siswa (Getenet, 2023).

  

Hal tersebut didukung oleh hasil penelitian Lailiyah & Yanti, (2025) yang menyatakan bahwa tingkat pemahaman konsep matematika guru perempuan yang berada di kategori tinggi sebesar 68,57%, berada di kategori sedang sebesar 22,85%, dan berada di kategori rendah sebesar 8,57%. Sedangkan tingkat pemahaman konsep matematika guru laki-laki yang berada di kategori tinggi sebesar 57,15%, berada di kategori sedang sebesar 42,85% dan tidak ada di kategori rendah. Jadi tingkat pemahaman konsep guru perempuan lebih baik daripada guru laki-laki, Hal ini sejalan dengan penelitian Alkharusi, (2011) Alkharusi yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan penilaian antara guru laki-laki dan perempuan. Pemahaman konsep merupakan faktor penting dalam pencapaian hasil belajar matematika. Peran guru dalam membangun hal tersebut merupakan faktor penting (Zebua et al., 2023). Oleh karena itu, seorang guru harus memiliki pemahaman konsep yang baik karena berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep peserta didiknya (Andriani, 2014). Pemahaman konsep juga memiliki pengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa (Marbun & Marbun, 2021). 

  

Pada literasi numerasi guru perempuan yang berada pada di kategori tinggi sebesar 71,42%, berada pada kategori sedang sebesar 8,57%, dan berada pada kategori rendah sebesar 20%. Sedangkan literasi numerasi guru laki-laki yang berada pada kategori tinggi sebesar 42,85%, berada pada kategori sedang sebanyak 57,15%, dan tidak ada yang berada pada kategori rendah. Jadi tingkat literasi guru laki-laki lebih baik daripada guru perempuan. Hal ini sejalan dengan penelitian Sakshi & Bano, (2023) yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam tingkat literasi antara laki-laki dan perempuan. Sedangkan menurut penelitian Miyamoto et al., (2024) menyatakan bahwa terdapat perbedaan kecil literasi numerasi laki-laki dan perempuan. Laki-laki dapat menyelesaikan literasi numerasi 13,4% lebih tinggi dibandingkan perempuan. Tingkat literasi guru laki-laki dan perempuan mempengaruhi hasil belajar siswa (Getenet, 2023).

  

Referensi

  

Alkharusi, H. (2011). Teachers’ classroom assessment skills: Influence of gender, subject area, grade level, teaching experience and in-service assessment training. Journal of Turkish Science Education, 8(2), 39–48.

  

Anam, R. S., Widodo, A., & Sopandi, W. (2019). Teachers, pre-service teachers, and students understanding about the heat conduction. IOP Conference: Journal of Physics Conference Series, 1157(2), 1–6. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1157/2/022012

  

Andayani, Anan, R. S., & Handayani, M. (2022). Analisis Pemahaman Konsep Calon Guru Sekolah Dasar Pada Konsep Pencernaan. PRIMARY: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 11(4), 1177–1184. https://doi.org/10.33578/jpfkip.v11i4.8726


Baca Juga : Profesor, Gelar dan Komitmen Keilmuan

  

Andriani, D. N. (2014). Kompetensi Profesional Guru, Motivasi Belajar, dan Gaya Belajar Berpengaruh Terhadap Pemahaman Ekonomi Siswa Kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Gondang Nganjuk. Jurnal Ekonomi Pendidikan Dan Kewirausahaan, 2(1), 42–56.

   

Bagheri, F., & Ghanizadeh, A. (2016). Critical Thinking and Gender Differences in Academic Self-regulation in Higher Education. Journal of Applied Linguistics and Language Research, 3(3), 133–145.

  

Bates, M. S., Phalen, L., & Moran, C. (2017). Understanding teacher professional learning through cyber research. Educational Technology Research and Development. https://doi.org/10.1007/s11423-017-9553-y

  

Doerr, H. M., & Thompson, T. (2004). Understanding teacher educators and their pre-service teachers through multi-media case studies of practice. Journal of Mathematics Teacher Education, 7, 175–201. https://doi.org/10.1023/B:JMTE.0000033048.97096.39

  

Getenet, S. (2023). The influence of students’ prior numeracy achievement on later numeracy achievement as a function of gender and year levels. Mathematics Education Research Journal, 1–22. https://doi.org/10.1007/s13394-023-00469-7

   

Hatimah, H., & Khery, Y. (2021). Pemahaman Konsep dan Literasi Sains dalam Penerapan Media Pembelajaran Kimia Berbasis Android. Jurnal Ilmiah IKIP Mataram, 8(1), 111–120. https://ojs.ikipmataram.ac.id/index.php/jiim

  

Khairani, B. P., Maimunah, & Roza, Y. (2021). Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas XI SMA/MA pada Materi Barisan dan Deret\". Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika, 05(02), 1578–1587. https://doi.org/10.31004/cendekia.v5i2.623

  


Baca Juga : Doom Spending, Media Sosial dan Ancaman Kemiskinan Generasi

Lailiyah, S., & Yanti, A. W. (2025). Profil Pemahaman Konsep Matematika dan Literasi Numerasi Guru Kelas Madrasah Ibtidaiyah berdasarkan Perspektif Gender dan Masa Kerja. Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, 13(1), 13–34. https://doi.org/10.24256/jpmipa.v13i1.5578

  

Marbun, S. R., & Marbun, S. K. (2021). Pengaruh Pemahaman Konsep dan Penalaran Logis Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMP. EKSAKTA: Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran MIPA, 6(2), 287–294. https://doi.org/10.31604/eksakta.v6i2.287-294

  

Mardiyanti, E., Yuhana, Y., & Muttaqin, A. (2022). Hubungan Kemampuan Literasi Matematis Dengan Pemahaman Baca Dan Intensitas Penggunaan Gadget Siswa Tingkat SMP. Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika, 15(2), 214–227.

  

Miyamoto, A., Gauly, B., & Zabal, A. (2024). Gender differences in literacy in PIAAC: do assessment features matter? Large-Scale Assessments in Education, 12(21), 1–18. https://doi.org/10.1186/s40536-024-00208-9

  

Nudiati, D., & Sudiapermana, E. (2020). Literasi Sebagai Kecakapan Hidup Abad 21 Pada Mahasiswa. Indonesian Journal of Learning Education and Counseling, 3(1), 34–40. https://doi.org/10.31960/ijolec.v3i1.561

  

Oktaviani, R. E., Zarkasih, & Vebrianto, R. (2020). Pemahaman Konsep Guru dan Calon Guru Tentang Integrasi Sains Islam Pada Materi Reproduksi Pada Tumbuhan. Jurnal Basicedu Research & Learning in Elementary Education, 4(1), 210–220. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/basicedu.v4i1.313

  

Pasha, V. F., & Aini, I. N. (2022). Deskripsi Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Ditinjau Dari Self-Regulated Learning. Teorema: Teori Dan Riset Matematika, 7(2), 235–246. https://doi.org/10.25157/teorema.v7i2.7217

  

Rismen, S., Astuti, S., & Lovia, L. (2021). Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa. Lemma: Letters Of Mathematics Education, 7(2), 123–134. https://doi.org/10.31949/dm.v4i2.2334


Baca Juga : Belajar Dari Suami Zainab Putri Tertua Rasulullah

  

Sakshi, & Bano, S. (2023). Gender disparity in literacy in Uttar Pradesh: a spatial analysis. Humanities and Social Sciences Communications, 10(962), 1–12. https://doi.org/10.1057/s41599-023-02457-5

  

Sugianto, R., Hasanah, N., & Syaifuddin, M. (2023). Persepsi Guru Matematika terhadap Literasi Numerasi dan Pengaruhnya pada Pembelajaran di SMA. JRPM (Jurnal Review Pembelajaran Matematika), 8(1), 50–62.

   

Taşlıdere, E. (2013). Effect of Conceptual Change Oriented Instruction on Students ’ Conceptual Understanding and Decreasing Their Misconceptions in DC Electric Circuits. Creative Education, 4(4), 273–282. https://doi.org/10.4236/ce.2013.44041

  

Wulandari, N. D., Rosyidah, N. A., Asshaumi, R. U., Arifuttajalli, Umam, M. K., Sudarti, & Subiki. (2023). Analisis Korelasi Kemampuan Literasi Sains Dengan Pemahaman Konsep Energi Listrik Pada Mahasiswa Pendidikan Fisika. International Journal of Education, Language, Literature, Arts, Culture, and Social Humanities, 1(1), 85–93. https://doi.org/10.59024/ijellacush.v1i1.162

  

Yazici, E., & Ertekin, E. (2010). Gender differences of elementary prospective teachers in mathematical beliefs and mathematics teaching anxiety. World Academy of Science, Engineering and Technology, 67(7), 128–131.

  

Yuliandari, R. N., & Hadi, S. (2020). Implikasi Asesmen Kompetensi Minimum Dan Survei Karakter Terhadap Pengelolaan Pembelajaran SD. Jurnal Kependidikan DDasar Islam Berbasis Sains, 5(2), 203–219. https://doi.org/10.24832/jpnk.v16i2.446

  

Zebua, N. S. A., Zalukhu, A., Herman, Hulu, D. B. T., Tambunan, H., & Pangaribuan, F. (2023). Analisis Kemampuan Guru dalam Menanamkan Kemampuan Pemahaman Konsep dan Mengembangkan Kemampuan Pemecahan Masalah terhadap Hasil Belajar Siswa. Journal on Education, 05(03), 6047–6053. https://doi.org/10.31004/joe.v5i3.1370