Hansen : Cumlaude Dengan Analisis Kuantitatif Tentang Bank Syariah
InformasiHansen Rusliani lahir 01 November 1982 menjadi salah seorang yang berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul " Pengaruh Religiusitas, Budaya Usaha, Motivasi Afiliasi, kepribadian ekstraversi, dan kelas sosial terhadap Keputusan Masyarakat Menjadi Nasabah Bank Riau Kepri Syariah Tembilahan Kota".
Hal tersebut dibuktikan dengan jawaban-jawaban yang dilontarkan tampak sangat baik. Hingga Hansen dapat memperoleh predikat cumlaude. Sebuah capaian yang sangat membanggakan bagi Hansen, keluarga dan juga institusi di mana Hansen bekerja, UIN Jambi. Ujian ini dilakukan pada hari Jum'at 31 Juli 2021 dari jam 8.30 sampai 11.00 WIB. Ujian dipimpin oleh Prof. Dr. Aswadi (Direktur PPs), Dr, Iskandar Ritonga (sekretaris), Prof. Raditya (Penguji Eksternal dari Universitas Airlangga), Dr. Ah. Ali Arifin, Nurkholis, MEd, PhD, dengan Promotor Prof. Dr. Nur Syam dan Dr. Suryani.
Promovendus dengan tegas menyatakan bahwa "religiusitas, motivasi afiliasi, dan kelas sosial berpengaruh signifikan terhadap keputusan menjadi nasabah pada Bank Kepri SyariahTembilahan, sementara budaya usaha dan kepribadian ekstraversi tidak berpengaruh secara signifikan". Penelitian ini mereview terhadap teori Customer Behavioral Convenstional Kotler-Amstrong dengan empat variabel, sedangkan penelitian ini menambahkan tentang teori perilaku konsumen syariah (Islamic Consumer Behaviour) dengan lima variabel yaitu religiusitas.
Perlu Respon Atas Pendapat Minor Tentang Bank Syariah
Prof. Nur Syam, sebagai penguji menyatakan "bagaimana respon saudara Promovendus atas Pod Cast Deddy Corbuzier dalam perbincangan dengan Yusuf Hamka tentang Bank Syariah yang dianggapnya kejam, sebab perilakunya ternyata sangat jelek dalam penyelenggaraan bank Syariah. Dianggapnya bahwa label Syariah itu hanya di luar saja dan praktiknya ternyata sama saja dengan perbankan konvensional.
"Semakin tinggi pengetahuan masyarakat tentang Bank syariah yang berbasis pada nilai-nilai keagamaan, maka semakin besar potensi masyarakat untuk menentukan pilihan pada bank syariah," ucap Nur Syam.
Hal tersebut kemudian ditanggapi oleh Promovendus Hansen menyatakan bahwa tidak seluruhnya benar bahwa perbankan Syariah itu sebagaimana yang dinyatakan oleh Pak Yusuf Hamka.
"Di dalam penelitian saya membuktikan bahwa Bank Syariah ini memberikan pelayanan yang sangat baik bagi para nasabahnya, sehingga nyaris tidak ada keluhan. Jadi itu hanya kasus khusus saja," jelas Hansen.
Baca Juga : Presiden Jokowi, Perguruan Tinggi dan Riset
Sementara, Nur Syam kembali menyatakan apa yang harus dilakukan agar perbakan Syariah dapat memenuhi keinginan nasabah memberikan yang terbaik sesuai dengan namanya. Dinyatakan oleh Hansen, bahwa berdasarkan kenyataan lapangan ternyata responden bank Syariah itu terus tumbuh dan nasabahnya kebanyakan adalah generasi muda.
"Hal ini menandakan bahwa ada sesuatu yang baik yang bisa diambil oleh generasi muda untuk menjadikan bank Syariah sesuai dengan pilihannnya," ungkap Hansen.
Prof. Raditya Sukmana, mengembangkan pertanyaan sebelumnya. Beliau menyatakan bahwa dirinya sebenarnya ingin Hansen memberikan penjelasan tentang unggahan di youtube dan memberikan respon yang bagus. Kata Raditya, Yusuf Hamka dinilai salah dalam memilih jenis pilihannya. Manfaat bank Syariah itu memang ada yang fix rate, yaitu sistem murabahah.
"Jadi memang tidak bisa turun, sebab memang manfaatnya sudah diambil lebih dulu. Kalau yang diinginkan turun manfaatnya dari 11 persen ke lainnya, maka harus menggunakan mudharabah bukan murabahah. Ini yang salah. Saya ingin saudara memberikan komentar,"pinta Raditya.
Promovendus menjelaskan, kenyataan di lapangan mengapa tidak terdapat keluhan tentang bank Syariah karena kebanyakan nasabahnya menggunana sistem mudharabah, sehingga bisa dinegosiasikan berapa besar manfaat, pada saat kapan untung dan pada saat kapan tidak untung.
Mempertajam konsep Kelas sosial
Lebih lanjut Prof. Raditya memberikan pertanyaan "bagaimana saudara menjelaskan bahwa kelas sosial berkorelasi dengan pemilihan bank Syariah. Seharusnya dilihat dari teori-teori marketing yang relevan dengan teori-teori psikologi yang menggambarkan bahwa seseorang memilih sesuatu itu sangat tergantung kepada relevansi mengenai manfaat dari apa yang dipilihnya tersebut. Terhadap hal ini, promovendus menjelaskan di Riau terdapat beberapa bank yang kolaps dan ada yang tetap bertahan bahkan berkembang. Di antaranya adalah Bank Syariah Kepri.
Baca Juga : Mahkamah Konstitusi: Sengketa Pilpres dan Keadilan
"Hal ini menandakan bahwa secara psikologis para nasabahnya merasa nyaman menjadi nasabah dan kemudian secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi pada lainnya," ujar Raditya.
Dr. Ah. Ali Arifin, juga mempertanyakan tentang nilai manfaat pada perbankan Syariah. Apa kritik saudara tentang persoalan nilai manfaat perbankan Syariah. Sebagai doctor tentu harus berpikir kritis tidak hanya menerima apa yang dinyatakan orang. Yang juga bisa dipertanyakan bahwa nasabah Bank Syariah ini jumlahnya banyak tetapi recehan simpanannya. Jadi tidak terdeat efek yang besar bagi pengembangan Bank Syariah".
Terhadap hal ini, Hansen menyatakan persoalan nilai manfaat tentu tergantung dari jenis akadnya dan hal itu sudah diatur di dalam regulasi, misalnya fatwa MUI tentang bagaimana sistem dan tata cara memperoleh nilai manfaat.
"Yang saya tahu di bank Syariah Kepri itu telah memenuhi terhadap bagaimana pemberian nilai manfaat bagi nasabahnya. Berdasarkan wawancara saya kepada nasabah bahwa mereka memahami tentang mekanisme pemberian nilai manfaat sehingga tidak terjadi keluhan tentang hal tersebut," ucapnya.
Sedang, Dr. Suryani menyatakan bahwa apa yang mendasari atas pemilihan variabel di dalam penelitian ini, saya melihat bahwa variabel kelas sosial misalnya itu bukan kelas sosial mempengaruhi terhadap pemilihan Bank Syariah tetapi memiliki korelasi dengan pemilihan Bank Syariah. Lalu dijawab oleh Hansen bahwa untuk kelas sosial memang bukan mempengaruhi terhadap pilihan bank Syariah tetapi ada korelasi antara kelas sosial dengan memilih Bank Syariah.
"Artinya bahwa memilih bank Syariah itu menjadi pilihan pada kelas sosial pada masyarakat pengguna bank Syariah. Ada potensi kelas sosial tertentu memilih bank Syariah," jelasnya.
Pak Nurkholis, PhD juga mempertanyakan tentang hal menarik, yaitu kebanyakan nasabah yang terjaring di dalam penelitian ini adalah generasi milenial dan perempuan. Kata Nurkholis, memang kebanyakan perempuan muda memilih Bank Syariah. Hanya saja pertanyaannya bagaimana strategi marketing yang digunakan sehingga menghasilkan.
Terhadap pertanyaan ini, Hansen memberikan komentarnya, ia mengatakan bahwa memang tidak terdapat strategi khusus, tetapi dengan nasabah Bank Syariah yang berusia muda tersebut dengan memberikan gambaran masa depan Bank Syariah itu sendiri. Dengan catatan bahwa perbankan Syariah itu bisa menjaga kredibilitasnya di mata nasabahnya.
Baca Juga : Pengaruh Penurunan Indeks Pembangunan Manusia
"Selama bank Syariah bisa menjaga kepercayaan nasabahnya, maka peluang untuk berkembang akan sangat terbuka," ucapnya.
Dr. Iskandar demikian menanyakan tentang relasi antara budaya Melayu dengan religiusitas dan dalam kaitannya dengan pemilihan Bank Syariah tentang apa yang dilihat di Tembilahan. Dinyatakan Hansen bahwa masyarakat Riau dikenal sebagai masyarakat yang agamis. Dengan begitu jika bank Syariah dapat menggunakan terma-terma agama untuk menarik minat atau memasarkan bank Syariah maka peluang untuk mengembangkan Bank Syariah sangat terbuka."Dan hal ini sudah bisa dilihat di Tembilahan," ucap Iskandar.
Sedangkan Prof. Aswadi meminta agar teks motto di dalam disertasi ini dicarikan yang lebih mengarah dengan fokus penelitian di dalam disertasi ini. Jangan ayat yang general, tetapi cara yang special, misalnya bagaimana Nabi Ibrahim mengharapkan agar tempat yang dihuninya menjadi tempat yang berkah dan manfaat dengan rizki yang melimpah. Di dalam hal ini, Hansen menyatakan setuju.
Disertasi Ekonomi Syariah Sebaiknya Pendekatan Kuantitatif
Pada pidato pengukuhan, Nur Syam selaku promotor menyampaikan tiga hal, yaitu pertama, ucapan selamat atas perjuangan untuk meraih doctor ilmu ekonomi Syariah, khusus Perbankan Syariah. Selamat kepada keluarganya, istri, anak, dan orang tua dan juga yang terlibat di dalam mendukung penyelesaian disertasi ini. Kedua, ada banyak masukan dari para penguji agar diperhatikan untuk kepentingan menulis di jurnal internasional.
"Misalnya masukan dari Prof. Raditya tentang variabel kelas sosial dalam kaitannya dengan perilaku pilihan, atau masukan dari Pak Nurkholis tentang korelasi antara gender dengan perilaku pemilihan bank Syariah. Saya kira bisa dijadikan sebagai bahan tulisan di jurnal, apakah terindeks di scopus atau tidak," lirihnya.
"Sekarang memang lagi musim kolonialisme baru, scopus, sehingga jurnal lainnya dianggap sebagai tidak bagus, dan sebagainya," tambahnya.
Ketiga, Nur Syam mengucapkan selamat kepada PPS UINSA yang sudah menghasilkan doctor yang ke 718, dan juga saya ucapkan selamat kepada UIN Jambi yang memperoleh doctor baru yang hebat.
"Dan saya kira perlu untuk dikabarkan kepada rekan-rakan yang akan mengambil program doctor ekonomi Syariah, bahwa PPs UINSA memiliki ahli-ahli dalam penelitian kuantitatif, misalnya Pak Nurkholis, PhD, Dr. Suryani, Dr. Fatma dan lainnya. Kalau orang seperti saya dan Prof. Aswadi itu tugasnya mendorong saja. Sekali lagi selamat kepada semua pihak, wa bil khusus kepada Sdr. Dr. Hansen Rusliani," tutupnya. (NS/Nin)

