Era covid-19 ini luar biasa. Sejumlah tatanan lama yang selama ini sudah menjadi baku harus mengalami dekonstruksi. Di masa lalu, nyaris tidak ada yang berpikir bahwa untuk menjadi tempat ibadah harus memperoleh pengesahan dari yang berwajib.\r Namun di era covid-19 ini tidak ada yang bebas merdeka untuk melakukan semuanya. Termasuk juga tempat ibadah dalam menyelenggarakan
Oleh: Dr. Lukmono Hadi [Dosen UPN Yogyakarta] Sosiolog bencana yang mengajar di Prodi School of Social Sciences di PT terkemuka dunia, Nanyang Technological University, Sulfikar Amir membuat statement, kalimatnya saya kutip sebagai berikut: \”Di Indonesia, kepercayaan publik pada otoritas pemerintah tergerus karena informasi kurang transparan dan kapasitas tak memadai sejak awal penanganan pandemi Covid-19. Itu
Oleh Weinata Sairin \”Dominus providebit. Allah akan menjaganya\” Salah satu ciri yang menonjol dari manusia adalah kesadaran diri bahwa ia adalah makhluk fana, terbatas, berlumur noda dan dosa, sebab itu seringkali berbuat salah dan terjadi nyaris berulang-ulang. Kesadaran seperti itu biasanya lahir pada momen-momen tertentu, utamanya tatkala manusia merayakan hari-hari besar keagamaan. Memang tatkala kesadaran
Gagasan sistem ekonomi pasar sosial sebenarnya sudah lama, yaitu di kala usai Perang Dunia ke dua. Di Jerman dengan tokohnya Kanselir Konrad Adenauer seorang tokoh Persatuan Demokrat Kristen (CDU). Ekonomi pasar sosial dikenal juga sebagai Kapitalisme Rhein, dan berasal dari Madzab Ekonomi Freiburg saat jeda antar perang dunia. Sistem ini dianggap sebagai jalan ketiga di
Kata jiwa berasal dari bahasa Arab yaitu nafs yang secara harfiah bisa diterjemahkan sebagai diri atau secara lebih sederhana bisa diterjemahkan dengan jiwa, dalam bahasa Inggris disebut soul atau spirit. Kesehatan jiwa (mental) sangat pentingdalam mencapai tujuan hidup berbangsa dan bernegara. Tiadakesehatan tanpa kesehatan jiwa, hal ini jelas tersirat dalam laguKebangsaan Indonesia Raya, yang salah
Tulisan ini rasanya agak emosional, dan itu saya sadari sepenuhnya. Saya merasakan betapa berat orang-orang kelompok “miskin†dan “rentan†ekonomi dalam menghadapi pandemi virus corona sekarang ini. Saya juga menyadari mengapa pemerintah terasa agak lamban dalam melakukan “lock down†sebagaimana yang dilakukan oleh Malaysia, Filipina, atau beberapa negara lainnya. Dan akhirnya pemerintah menetapkan status Pembatasan
Rasanya kurang tepat jika tidak juga membicarakan mengenai orang kaya di Indonesia. Mungkin di antara kita ada yang bertanya: “adakah orang terkaya di Indonesia yang masuk dalam jajaran satu persen penguasa ekonomi dunia?†Jawabannya tentu sudah bisa diduga: “adaâ€. Pertanyaan berikutnya adalah: “bagaimana di dalam sistem ekonomi yang di dalam UUD 1945, sebelum diamandemen berbunyi:
Seingat saya di Toko Buku Periplus, Bandar Udara Juanda, saya membeli buku yang sangat luat biasa, “The Great Divide, Unequal Societies and What We Can Do About Themâ€, yang ditulis oleh Joseph E. Stiglitz, pada 2017. Seingat saya sedang ada potongan harga 20 persen. “Wah, ini ada buku yang menarik dalam batin sayaâ€. Tetapi seperti
Sebenarnya ketidaksetaraan ekonomi itu sangat membahayakan bagi keberlangsung kehidupan sosial. Jika negara terus mengembangkan “rent seeking†sebagai instrumen perekonomian, maka yang diuntungkan hanyalah kalangan satu persen saja sedangkan yang 99 persen sisanya dalam keadaaan sebaliknya. Praktik “rent seeking†ternyata juga terus berlangsung hingga saat ini.\nKetidaksetaraan ekonomi bukan hanya cerita Amerika Serikat saja, akan tetapi nyaris
Nama Joseph Eugene Stiglitz tentu tidak asing bagi kaum akademisi tanpa memandang harus ahli ekonomi. Nama ini sangat fenomenal, khususnya dalam bidang ekonomi karena beliau pernah mendapatkan Nobel Memorial Prize in Economic Science, tahun 2001 yang lalu. Di dalam dunia ekonomi dia dianggap sebagai vokalis karena melalui teriakannya yang sangat “nyaring†dia menyatakan tentang betapa
Secara konseptual, para ahli memiliki pandangan mendasar tentang resolusi konflik. Ada nama yang sangat dikenal di dalam dunia resolusi konflik adalah Johan Galtung dengan bukunya yang sangat terkenal dan sudah diterjemahkan di dalam Bahasa Indonesia berjudul “Studi Perdamaian, Perdamaian dan Konflik Pembangunan dan Peradaban (2003)â€. Buku ini menjadi rujukan bagi para penggiat resolusi konflik di
