Oleh Prof. Nur Syam Guru Besar Sosiologi UIN Sunan Ampel Saya diundang untuk memberikan sambutan dalam acara Halal Bil Halal yang diselenggarakan oleh kelompok WAGroup Asyraqalan, bersama dengan Prof. Mundzier Suparta dan Dr. Slamet Riyanto. Sayang Pak Slamet tidak hadir dalam acara Zoom Meeting yang dilselenggarakan, pada tanggal 19 Juni 2020, pukul 20-2215 WIB. Acara
Dewasa ini terjadi perubahan sosial yang begitu cepat, yang disebabkan oleh semakin merebaknya Revolusi Industri 4.0. Semua institusi akhirnya dipaksa untuk melakukan dan mengikuti perubahan dengan cepat. Mulai dari institusi sosial, bisnis, politik, pendidikan, dan bahkan agama. Semua harus berubah jika tak ingin ketinggalan zaman. Melalui Revolusi Industri 4.0, maka akhirnya dunia bisnis harus menggunakan
Pada hari Sabtu (14/6/2020), CNN memberitakan mengenai wisuda tentara AKMIL Amerika Serikat, West Point. Wisuda tersebut turut dihadiri oleh Presiden Amerika yang sedang menjabat saat ini, yakni Donald Trump. Di acara kelulusan 1.100 tentara AKMIL itu, Trump menyampaikan pidato yang cukup menggelitik. Ia menyampaikan bahwa “We are not pliceman of the world. The job of
Melemahnya perekonomian sebab pandemi Covid-19 yang sampai detik ini belum juga meninggalkan bumi pertiwi, akhirnya berdampak pada menurunnya daya serap tenaga kerja di Indonesia. Pandemi Covid-19 juga mengakibatkan warga harus diam di rumah atau stay at home dan bekerja dari rumah atau work from home demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Di satu sisi, juga berdampak
Artikel dengan judul yang sangat menarik di atas merupakan salah satu karya dari Prof. Dr. Nur Syam., M.Si. Karya ini tertuang dalam bahasa Inggris dengan judul Formulating Principles Of Islamic Proselytization: A Sociological Contribution dan diterbitkan oleh Jurnal Episteme pada bulan Desember 2019. Tulisan tersebut menjawab mengenai kontribusi sosiologi terhadap Ilmu Dakwah dan peluang pengembangannya,
Prof. Dr. Nur Syam, MSi Kita sekarang sedang berada di dalam era life style yang disebut sebagai new normal atau kehidupan yang bergaya normalitas baru. New normal ini harus dilakukan setelah sekian lama beberapa daerah menerapkan Pembataan Sosial Berskala Besar (PSBB), misalnya di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik, di seluruh Jawa Barat, DKI dan lainnya. Gaya
Prof. Dr. Nur Syam, Msi Pesantren selalu menjadi pembicaraan menarik. Pesantren memiliki magnit yang sangat besar untuk dibicarakan tidak hanya dari jumlah santrinya yang banyak, pendidikannya yang khas, pengaruhnya yang besar dalam pendidikan akhlak al karimah, tetapi juga bagaimana pesantren harus terus eksis di era Pandemi Covid-19.Di Indonesia, pesantren menjadi salah satu ikon pendidikan. Secara
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengeluarkan keputusan terkait pola pembelajaran pendidikan tinggi tahun ajaran 2020-2021 dalam Meeting Online sekaligus Press Conference via Zoom, senin (15/06/20). Setelah kasus Covid-19 di Indonesia semakin menyebar luas. Namun, sebelumnya beberapa perguruan tinggi telah merespon peristiwa tersebut dengan sigap dan tanggap. Perguruan tinggi di Indonesia akhirnya memutuskan kuliah libur
Memasuki tahun ajaran baru pada pertengahan Juli 2020 tak hanya sekolah yang kembali dibuka. Melainkan, pondok pesantren dan satuan pendidikan berbasis asrama juga kembali dibuka dan kembali beraktivitas seperti sedia kala. Mengingat kasus Covid-19 di Indonesia hari ke hari terus meningkat. Pondok pesantren perlu menyiapkan segala persiapan dengan matang, seperti melakukan koordinasi dengan seluruh pihak,
Berdasarkan judul artikel Nur Syam di atas, penelitian ini ditulis dengan dua tujuan. Pertama, menjelaskan respon sosial atas pelayanan berbasis customer satisfaction pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya. Kedua, menjelaskan kualitas pelayanan administrasi dalam respon mahasiswa yang memiliki pengalaman mengenai pelayanan administrasi dari para tenaga pendidikan. Artikel ini dimuat pada
Mendengar informasi mengenai COVID-19 yang mengakibatkan ribuan penduduk negeri Wuhan meninggal dunia. Sontak membuat banyak orang dari berbagai negara termasuk Indonesia seolah tak percaya bahwa virus tersebut mematikan. Tak banyak orang yang tahu tentang virus tersebut. Sebab virus yang menimpa Wuhan dikabarkan adalah virus yang benar-benar baru.r/ Penularan virus bisa terjadi dari hewan ke manusia
\r Saat kasus COVID-19 di berbagai kota dan daerah terus meningkat, pemerintah Indonesia hendak menerapkan sistem kenormalan baru atau kerap disebut New Normal. New Normal yang dimaksud oleh pemerintah Indonesia adalah tatanan baru untuk beradaptasi dengan COVID-19. New Normal diterapkan guna tetap menjaga produktifitas di tengah pandemi virus corona COVID-19 hingga ditemukan vaksin yang berstandar
