Sunday, August 23 2026

Prof. Dr. H. Nur Syam, Msi selain telah menulis banyak karya tulis ilmiah, demikian telah banyak menulis buku. Tepat pada hari Jum\’at 14 Agustus 2020, launching karya baru Nur Syam berjudul \’Perjalanan Etnografi Spiritual\’. Demikian yang dilanjutkan dengan bedah buku tersebut. Acara bedah buku kali ini dibingkai dalam Launching Website Nur Syam Centre yang digelar

Telah resmi Launching Nur Syam Centre (NSC) tepat pada tanggal 14 Agustus 2020. Adapun Launching NSC  digelar langsung melalui aplikasi meeting online Zoom dan live YuoTube dengan mengusung tema ‘Menggelorakan Moderasi Beragama Melalui  Media Sosial Untuk Indonesia yang Lebih Baik’. Demikian acara Launching Nur Syam Centre ramai diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari

Sebagai bangsa besar, tentu saja Indonesia memiliki sejumlah tantangan khususnya relasi antara agama dan masyarakat yang multikultural. Secara teoretik dinyatakan bahwa tidak ada ruang kosong budaya dan ketika suatu agama masuk ke dalam masyarakat itu tentu sudah terdapat sejumlah tradisi dan bahkan budaya yang menjadi pedoman hidup bagi masyarakatnya. Oleh karena itu, ada banyak hal

Oleh: Rohmania Citra    Tulisan berjudul “The Future of the Gulen Movement in Transnational Political Excile: Introduction to the Special Issue” merupakan karya Simon P. Watmough dan Ahmet Erdi Ozturk. Tulisan ini diterbitkan oleh Routledge Tylor and Francis Group: Politics, Religion and Ideology. Karya Watmough dan Ozturk tersebut mencoba mengulas “nasib” Gerakan Gulen di Turki

Komunitas Baca Rakyat (KOBAR) dan Nur Syam Centre (NSC) menggelar kajian online via Zoom, (11/08). Kali ini, KOBAR mengusung tema kajian online, yaitu Telaah Awal Model Awal Penafsiran KH. Maimoen Zubair. Menariknya, kyai yang kerap dipanggil Mbah Moen, selain dikenal sebagai ulama kharismatik, memiliki pengetahuan agama yang luas, dan kiprah yang luar biasa dalam dunia

Dengan mengharap rida Allah SWT dan ilmu yang bermanfaat dan berkah, mari sejenak kita membaca surah al-Fatihah yang kita hadiahkan untuk penulis kitab Zubdah al-Itqan yang sedang kita kaji bersama. Untuk Abuya, al-Sayyid Muhammad bin ‘Alwi al-Maliki, al-Fatihah.    Urgensi Mempelajari Mushthalah al-Tafsir    Abuya menjelasakan: Baca jugaPesan Sang Pencipta Kepada CiptaanNya   Ketahuilah bahwa sesungguhnya

Oleh: Husniyatus Salamah Zainiyati (Guru Besar Ilmu Pendidikan Islam UIN Sunan Ampel Surabaya)    Pandemi Covid-19 telah merubah tatanan kehidupan manusia dan telah menimpa hampir seluruh masyarakat di dunia, termasuk Indonesia. Berdampak pula pada sektor ekonomi, sosial, budaya, gaya hidup, tak terkecuali kegiatan belajar mengajar (KBM) dari jenjang TK sampai Perguruan Tinggi yang asalnya pembelajaran dengan

Program Pasca Sarjana Institut Agama Islam (IAI) Tribhakti Kediri baru saja menyelenggarakan Webinar, (08/08). Webinar tersebut diprakarsai oleh Dr. Suko Susilo, MSi selaku Direktur Program Pasca Sarjana IAI Tribhakti Kediri. IAI Tribhakti turut mengundang beberapa narasumber, yaitu Prof. Dr. Azis Fahrur Rozi, MA, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Prof. Dr. Nur Syam, Guru

Tulisan berjudul “Aliran Kepercayaan dan Kebatinan: Membaca Tradisi dan Budaya Sinkretis Masyarakat Jawa” merupakan karya Jarman Arroisi. Karya ini terbit di Jurnal Studi Agama-Agama: “Al-Hikmah”. Tulisan Arroisi tersebut mencoba menjelaskan realitas tradisi dan budaya yang dilakukan oleh masyarakat Jawa yang dilestarikan oleh pendukung aliran kepercayaan dan kebatinan. Selain itu, Arroisi juga berusaha menyampaikan gagasan dengan

Tulisan berjudul “Agama dan Ritual Slametan: Deskriptif-Antropologis Keberagamaan Masyarakat Jawa” merupakan karya A Kholil. Karya ini terbit di Jurnal Budaya Islam “El-Harakah”. Tujuan dari penelitian Kholil adalah mendiskripsikan praktik keberagamaan masyarakat sebagai upaya memahami pluralisme budaya. Hal ini dikarenakan pluralisme budaya pada saatnya akan menancapkan sikap saling menghormati keyakinan masing-masing untuk meningkatkan keimanan dalam ranah

Saya kira banyak orang yang mengetahui tentang Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman, Parung Bogor. Pondok pesantren yang memiliki cerita hebat di dalam pengembangan pesantren yang secara khusus melayani pendidikan bagi kaum dhuafa’. Disebut sebagai pesantren kaum dhuafa\’ sebab seluruh santrinya digratiskan, mulai dari SPP, akomodasi dan juga konsumsinya.    Pondok pesantren ini semula didirikan

Era digital saat ini tak dapat dipungkiri bila media sosial menjadi sarang beragam racun atau yang kerap disebut toxic. Toxic merupakan sesuatu hal apapun, baik visual atau verbal yang masuk pada pada diri seseorang yang kemudian berpengaruh negatif pada diri dan kehidupan seseorang tersebut. Sayangnya, toxic di media sosial tersebut dapat berpengaruh negatif secara signifikan

1 190 191 192 193 194 206